Senin, 08 Agustus 2022

Serunya Oreo 110th Birthday Celebration Bareng Keluarga di Rumah

 

Hal yang paling dirindukan dari seorang anak perempuan yang sudah berumah tangga adalah momen saat bisa kumpul bareng sama orangtua tersayang. Rindu bisa ngobrol banyak bareng Ibu dan Ayah di rumah, mulai dari obrolan ringan sampai obrolan yang bikin kita semua ketawa bareng. Sedari kecil, saya memang anak yang suka banget cerita apapun ke keluarga, jadi sekarang rindu banget masa-masa itu. Meski sekarang teknologi udah canggih banget, kita bisa video call untuk tetap ngobrol, tapi tetep aja rasanya beda banget dengan ngobrol secara langsung. Setuju kan?

”Dek, abang ditugasin menyelesaikan proyek di Kalimantan sekitar 1 bulan, adek mau di Bekasi aja atau mau abang anter ke rumah Ibu dan Ayah?”, kabar dari pak suami sepulang kerja. Sebenarnya sedih banget kalau dapat kabar suami harus ditugasin ke luar pulau karena kadang lokasi proyeknya susah sekali sinyal dan jadi butuh usaha lebih buat saling melepas rindu. Hehe. Tapi sebagai istri harus mencoba lebih mengerti sama tugas dan tanggung jawab suami di tempat kerja. Jadilah saya fokus buat menjawab pertanyaan suami, dengan cepat saya langsung jawab untuk dianter ke rumah orangtua. Sekalian biar Gamal (anak saya) bisa liburan bareng kakek dan neneknya. Mungkin begini juga cara Sang Pencipta menjawab kerinduan seorang anak dengan orangtuanya. Langsung dikasih waktu untuk bisa melepas rindu di rumah yang penuh cerita itu.

Suasana rumah orangtua yang memiliki halaman cukup luas dikelilingi tanaman-tanaman serta bangku-bangku kecil bikin nuansa ngobrol makin nyaman. Kami kalau pagi biasanya memang suka duduk-duduk di depan rumah sambil ngobrol, tentunya didampingi cemilan biar gak bosen. Salah satu cemilan favorit keluarga di rumah ya oreo. Inget banget waktu kecil minta beliin oreo ke Ibu buat cemilan di rumah, buat nemenin ngobrol, nonton tv, dan ngerjain tugas juga. Terkadang kalau di antara keluarga lagi ada yang badmood dengan yang lainnya, oreo bisa jadi pengobat rasa badmood dan nuansa kembali normal lagi. Biasanya kami makan oreo sambil dicelupin ke kopi atau dimakan bareng ice cream. Mungkin setiap keluarga punya kebiasaan masing-masing ya. Mungkin kebanyakan orang makan oreo dicelupin ke susu ya, tapi karena keluarga kami pecinta kopi, alhasil dicelupinnya jadi ke kopi deh.


                                                             Sumber: Foto pribadi

Ternyata momen saya kumpul bareng orangtua ini bertepatan sama #UlangTahunOreo yang ke-110. Wah..oreo udah lama banget ya menemani keseruan banyak keluarga. Pada perayaan #UlangTahunOreo yang ke-110, Oreo ternyata mengadakan rangkaian perayaan #WishOreo110 loh, salah satunya dengan peluncuran produk baru varian special ulang tahun Oreo “Birthday Cake Flavor” dengan tampilan biskuit khas Oreo yang bertabur springkle warna-warni di dalamnya. Kita udah bisa dapatkan produk baru Oreo ini di toko-toko terdekat kok.


                                                           Sumber: Foto pribadi

Selain itu, Oreo juga meluncurkan fitur AR (Augmented Reality) yang bisa langsung kita dapatkan dengan memindai kode QR pada kemasan produk varian spesial #UlangTahunOreo “Birthday Cake Flavor” dan akan langsung terhubung pada fitur Instagram filter di laman akun instagram @oreo_indonesia. Tujuannya untuk mengajak masyarakat Indonesia merayakan keseruan #WishOreo110 dengan meniup 110 lilin dimanapun berada. Enggak hanya itu, Oreo juga akan membagikan hadiah-hadiah menarik untuk 110 partisipan yang beruntung. Menarik banget ya.

Tidak hanya itu aja, kali ini Oreo melakukan kolaborasi spesial bersama F&B merchant ternama, seperti Bitter Sweet by Najla dengan peluncuran dessert box special bertajuk cookies and cream special anniversary. Oh iya, Oreo juga berkolaborasi dengan GrabFood untuk menghadirkan jajanan special Oreo dari tanggal 27 Juli-3 Agustus 2022 dan meluncurkan merchandise eksklusif edisi #WishOreo110 yang bisa didapatkan di Tokopedia.  Momen #WishOreo110 udah bakalan seru banget dengan serangkaian perayaan yang diadakan Oreo untuk seluruh keluarga Indonesia. Enggak heran juga sih kalau Oreo bisa mengadakan perayaan ulang tahun semeriah ini, Oreo memang biskuit favorit legendaris yang paling banyak dijual di abad ke-21 dengan lebih dari $2 miliar secara pendapatan global. Oreo juga memiliki lebih dari 40 juta komunitas Facebook pecinta Oreo di seluruh dunia, mewakili lebih dari 200 negara dan beragam bahasa yang berbeda. Keren banget ya.

Bagi keluarga saya, momen perayaan #UlangTahunOreo in jadi momen perekat kembali bagi kami, mengulang kenangan indah semasa saya masih anak-anak sampai sekarang saya sudah punya anak juga, jadi udah lintas generasi banget. Keseruan makan Oreo dengan tahapan ‘diputar, dijilat, dicelupin’ juga melekat banget di memori keluarga kami. Hanya saja keluarga kami biasanya dicelupinnya ke kopi. Hehe. Yuk kita ramaikan perayaan ulang tahun Oreo yang ke-110 sebagai biskuit nomor 1 di dunia yang dapat ditemukan di lebih dari 100 negara dengan cara mengikuti serangakaian perayaan #WishOreo110. 


                                                         Sumber: Foto pribadi


#WishOreo110

#UlangTahunOreo

Minggu, 13 September 2020

Gimana sih penelitian tugas akhir di program magister kimia (peminatan hayati/organik) di Universitas Indonesia?

 

Assalamu’alaykum warohmatullahi wabarokatuh

Alhamdulillah, akhirnya bisa nulis lagi di blog tercinta. Hehe..Tulisan kali ini seputar sharing penyelesaian tugas akhir program magister yang saya ambil. Semoga tetep seru bacanya ya,,,walaupun tugas akhir itu backgroundnya sok serius gitu. Semoga manteman semua tetep enjoy bacanya. Biar enggak boring bacanya, bisa nih sembari minum chocolatos hangat mungkin…hehehe

Okay, enggak usah panjang kali lebar ya wan. To the point nya nih, ada temen satu kampus yang nanya di chat WA. Pertanyaannya seputar tesis di kampus kuning nih, hehe. InsyaAllah saya coba sharing ya…oh iya saya sendiri dari program studi kimia peminatan kimia hayati (organik). Alhamdulillah baru saja lulus sidang tesis 05 Agustus 2020. Bismillah…yuk mulai

1.       Proses pemilihan tema thesis itu gimana? Maksudnya cara nentuin dosbing, apakah kita milih atau dipilih? Terus cara ngajuinnya gimana?

 

Proses pemilihan tema tesis secara umum sih mengikuti topik penelitian dosen pembimbing. Misal dosen pembimbing lagi concern di bidang enkapsulasi obat, ya berarti tema penelitian kita tentang enkapsulasi obat. Tugas kita banyak baca literature untuk mencari bahan apa yang cocok untuk mengenkapsulasi obat dan diperkirakan secara teori hasilnya akan lebih baik dari penemuan sebelumnya.  Nah penting banget untuk memngamati topic penelitian dosen-dosen kimia, lalu kita sesuaikan mana dosen yang topiknya sesuai dengan passion kita. Tapi kalau saya sendiri, dulu milih dosen pembimbing bukan karena kesesuain topik dosen dengan passion saya, tapi karena saya ngefans sama Dr.Emil Budianto. Hehe. Jadi saya mendatangi beliau di ruangannya dan mengutarakan keinginan diri untuk jadi mahasiswa bimbingannya. Setelah itu baru deh diajak diskusi sama beliau tentang topic penelitian yang lagi beliau seriusin. Nah…waktu itu masih pertengahan semester 2, tiba-tiba terdengar kabar bahwa 3 teman saya sudah mendapatkan dosen pembimbing (atau bahasanya udah nge-take dospem penelitian). Kaget dong sekelas, enggak ada ujan tiba-tiba Dr. A. Herry Cahyana udah full mahasiswa bimbingannya. Reaksi sekelas  langsung rebut tuh milik dospem. Dulu saya termasuk agak kalem, karena enggak banyak mahasiswa yang memilih Dr.Emil. Jadi saya enggak perlu saingan dulu-duluan. Hehe. Karena sejak bertemu beliau, saya udah ngefans, jadi saya enggak perlu pertimbangan apa-apa lagi, saya langsung aja menghadap beliau. Nah..kalau di masa pandemic kaya gini, untuk meminta kesediaan dosen menjadi dospem penelitian kita, mungkin bisa lewat chat WA. Sepertinya masih sopan, melihat kondisinya pandemic seperti ini. Dr. Emil ini disiplin banget, lulusan jerman, sama kaya Pak Habibie. Mungkin beberapa temen agak ketakutan kalau sama dosen yang sangat disiplin. Tapi kalau saya, malah suka banget. Hehe. Beliau juga suka ngasih motivasi hidup, dan sikapnya sangat teladan. Sebenarnya saya agak nekat ambil topic penelitian beliau terkait polimer. Karena saya sendiri enggak ambil matkul polimer, hehe. Matkul polimer enggak dibuka sama kaprodi pas jaman saya, jadi ya begitu, perlu ekstra belajar otodidak tentang polimer. Enggak otodidak banget juga sih, kadang senior yang dibimbing Pak Emil juga sering ngajarin ke saya tentang polimer. Makasih banyak Ka Suci, Ka Findi, Ka Arpin. Jad intinya kita milih dosen pembimbing sendiri ya, tapi harus gercep. Karena satu dosen biasanya hanya diberi 2/3 mahasiswa saja untuk dibimbing. Kalau kita lambat, yang ada udah di take duluan nanti sama yang lain dan alhasil harus ke dosen lain.

 

2.       Pas semester 3 dan 4 kan khsusus riset ya? Berarti kita di lab kerjanya kan. Nah itu setiap hari atau masih kamis junat sabtu? Lalu, terkait jamnya bagaimana? Dan apakah boleh nginep? 

     Untuk kegiatan di lab kimia dibuka dari senin-sabtu, hanya saja untuk sabtu hanya setengah hari ya. Boleh juga sih hari minggu, tapi harus buat surat dulu yang ditandatangani dospem dan ketua lab. Syarat minimal bisa nge-lab di hari minggu jumlah mahasiswanya minimal 3 orang. Untuk  masalah nginep, boleh kok, tapi harus pakai surat yang ditandatangai dospem dan ketua lab. Syarat minimal untuk nginep adalah 3 orang. Dulu saya manfaatin senin-jum’at untuk nge-lab dari jam 7 pagi-jam 5 sore. Pernah juga sih nginep dua kali, tapi setelah itu ditegur dosen agar jangan nge-lab lagi karena beliau khawatir ke kesehatan kita. Setelah itu enggak pernah nginep lagi. Dulu sering datang duluan ke lab, dan pulang udah mendekati maghrib. Udah kaya orang kerja. InsyaAllah diniatkan karna ibadah, Pak Emil juga pernah cerita perjuangan beliau kuliah di Jerman. Jadi makin termotivasi.

3.       Hal-hal yang harus saya perhatikan biar lancar riset?

Bismillah, kalau versi privadi yang pertama komunikasikan kerja di lab di setiap progressnya ke dospem, jangan segan untuk minta pendapat atau mengabarkan kendala di lab ke dosen pembimbing. Karena kerja di lab kalau kita minim pengetahuan lab, khawatir terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan. Kedua adalah rajin kerja di lab, istiqomah, jangan menyerah karena bikin produk kimi di lab jarang sekali langsung berhasil dalam sekali buat, ada gagal-gagalnya dulu, jadi nikmati setiap kegagalan dan coba analisis kira-kira mana yang harus diperbaiki. Ketiga sebenarnya yg paling utama ialah selalu berdo’a setiap kerja di lab dan tetap perhatikan perlengkapan lab lengkap untuk melindungi tubuh kita. Bisa saja penelitian kita enggak pakai bahan berbahaya, tapi bisa aja temen kita pakai bahan yg berbahaya dan kimia organik biasanya bahannya mudah menguap. Keempat yaitu jangan malu bertanya , banyak kakak-kakak tingkat yang bisa ditanya terkait instrument tertentu untuk uji-uji, karena kadang kita butuh hasil cepat dan instrument di kampus direbutkan oleh mahasiswa lain, jadi kita harus cari ide menggunakan instrument di instansi lain, hal-hal tersebut bisa ditanya ke yang lebih senior. Ke lima adalah gercep untuk ngetake pemakaian instrument di lab, ada beberapa instrument seperti UV-Vis, FTIR, HPLC yang suka ngantri, jadi kita harus cerdik menentukan kapan kita harus mulai ngetake alat. Kan saying kalau produk udah jadi, terus baru bisa pakai instrument buat uji produknya sebulan kemudian, khawatir produknya udah terkontaminasi atau teroksidasi. Kita mesti bisa planning dengan baik. Terkait tata cara nge take instrumennya , nanti saat awal semester 3 diberi informasi oleh ketua lab. So, tenang aja. Tips selebihnya adalah kerjakan sesegera mungkin, kalau bisa lebih cepat mendapatkan data yg kita inginkan, kita bisa cepat buat manuskrip untuk dipublikasikan melalui conference terlebih dahuli, apalagi syarat lulus kan harus udah publikasi. Saya dulu Alhamdulillah sudah ikut conference di semester 3 dan sudah dapat LoA publikasi di pertengahan semester 4.

4.       Ada cara biar riset cuma 1 semester aja ga? Biar kuliahnya cuma 3 semester aja gitu.

Setau saya, syarat penelitian kimia di lab itu selama 2 semester (10 bulan), jadi agak sulit untuk lulus 3 semester. Adapun yang lulus 3 semester itu biasanya mahasiswa yang dapat beasiswa PMDSU karena program beasiswa PMDSU di UI seperti itu, S2 selama 1,5 tahun sedangkan S3 nya 2,5 tahun.

5.       Beres matrikulasi ternyata saya masuk ke kurikulum 2020, yang mana untuk thesis harus jalur riset. Sedangkan buat anak² yg ga ada pengalaman riset hanya bisa ambil jalur proyek akhir dan konsultasi pelayanan. Nah, saya ambilnya proyek akhir, karena emang cuma itu yg bisa saya jalanin. Nah, Wanda ada info ga tentang proyek akhir itu seperti apa?

 

     Waaah..saya kurang tau. Hanya di angkatan saya, memang ada yang jalur riset, jadi mereka enggak ikut perkuliahan sama sekali dari semester 1, kerjaan mereka dari semester 1 udah langsung penelitian. Sedangkan saya yang bukan jalur riset ya harus nyelesein matkul dulu selama 2 semester baru di semester 3 setelah seminar proposal bisa mulai penelitian. Feeling saya sih, proyek akhir itu sama kaya yang saya alamin. Tapi untuk lebih yakin, jangan malu tanya aja ke Pak Asep. Saya juga dulu sering chat Pak Asep untuk bertanya hal-hal yang kurang dimengerti di program studi ini.

 SEMOGA MEMBANTU.

:)

Wassalamu'alaykum warohmatullahi wabarokatuh


 

Rabu, 09 September 2020

ibu...

 Aku sangat menyayanginya...

bagaimanapun ia...

aku merasa sudah berjuang untuk membahagiakannya versi yang agama islam ajarkan

namun ....memang masih jauh dari yang diharapkannya


wahai ibu

rindu anakmu berbincang ringan...

tertawa sambil menonton sinteron kesukaan ibu

ngobrol ringan walau hanya sekedar ngomongin kucing peliharaan adek ...


tapi...obsesi mu lebih di atas segalanya

ketika omongan tetangga lebih kau prioritaskan dari psikologi anakmu

aku menerima

kau memang pantas di prioritaskan...dan aku sebagai anakmu masih belum seperti yang diharapkan


bisakah masa masa itu kembali hidup?

entahlah..


kini ku hanya melihat hari ini, memaksimalkan bahagian di hari ini

karena esok...masih rahasia


Rabu, 01 Juli 2020

PENGEN INI ITU, HARUS SEKARANG JUGA, PADAHAL SYUKUR-PUN BELUM TUNTAS DITUNAIKAN

Bismillah




Hallo guys, ketemu lagi dengan Wanda yang sudah mulai tertarik nulis lagi karena beberapa waktu lalu masih fokus buat penelitian. Hehe. Ini adalah tulisan kedua setelah status berubah jadi istri. MasyaAllah, tak terasa. Allah ijabah do'a hamba yang banyak kurangnya ini di tahun 2020. Rasanya masih seperti mimpi, Allah mampukan diri ini menjadi seorang istri. Mohon do'anya semua semoga Allah hadirkan selalu rasa sakinah, mawaddah, warohmah. Aamiin

Tulisan kali ini kayaknya enggak akan panjang, karena Wanda masih mesti ngerjain gambar interaksi polimer yang digunakan di penelitian tugas akhir. Hehe....

Intinya...mau menasihati diri sendiri lewat tulisan, jikalau bisa kasih manfaat ke orang lain, alhamdulillah banget. Manusia itu memang enggak ada puasnya. Nangis-nangis pengen ini, khusyuk banget do'a pengen itu. Pas udah dikasih, kadang dikeluhin juga dan masih pengen ini itu gara-gara ngeliat orang lain. Seakan-akan udah kaya paling pinter di dunia dan ngerti sama masa depan. Semua yang direncanakan mesti terjadi sesuai rencana awal seakan-akan diri kita yang nyiptain siang dan malam. Astagfirullah. Sering melirik rejeki orang lain dan akhirnya membandingan dengan dirinya. Seringnya kalau udah lihat rejeki yang orang lain dapet, malah baper. Boro-boro ngedoain orang yang dapat rejeki itu untuk berkah, muka malah cemberut terus pusing sendiri gak jelas. Emang gitu ya kalau hati sedang lemah keyakinannya sama Allah. Jadi mudah pusing, stress gak jelas, dan nyusahin diri sendiri. Pagi hari yang indah aja gak kerasa apa-apa. Padahal mata masih dikasih jelas buat ngelihat, kaki tangan masih dikasih kekuatan buat bikin teh manis dan minum teh di pagi hari. Hidung masih bisa bernafas dengan mudah, telinga masih bisa ngedenger tanpa bantuan alat. Hal sepele itu aja belum tuntas untuk disyukuri. Dan sudah minta ini itu, kalau minta doang , fine-fine aja, tapi kalau minta tanpa diiringi rasa tawakkal ya jadinya makin numpuk penyakit hatinya. Astagfirullah...

Kalau udah begini, baiknya kita menepi sejenak. Coba lihatlah hal-hal hebat yang terjadi dalam hidup kita. Kita gali lagi lebih dalam betapa Allah sudah sangat banyak menolong hidup kita. Buka kembali kejadian-kejadian itu. Kalau saya biasanya ingat kejadian waktu SMA dimana ayah saya sakit Tubercolusis. Kondisi kesehatan ayah saya yang jauh bisa memberikan harapan membuat anak yang duduk di bangku SMA ini berdo'a lirih sembari megang hasil rontgen Ayah di pinggir jalan. "Ya Allah, Wanda hanya ingin lihat ayah sembuh, udah itu aja.". Karena kuasa-Nya Allah. Kondisi Ayah yang sudah parah saat itu, bisa kembali Allah sembuhkan. MasyaAllah wal hamdulillah. 

Dan kini pun...kisah diri ini bisa bertemu dengan suami-pun sangatlah di luar kekuasaan manusia. Allah begitu hebatnya menyatukan kami diawali dengan taaruf selama 3 bulan, khitbah, lalu menikah. Awalnya karena diminta dosen pembimbing ke Bali untuk menggantikan publikasi penelitian senior di kimia, hingga akhirnya bertemu dengan seorang dosen muda akhwat. Kami akrab dan berkomunikasi, hingga akhirnya beliau memperkenalkan cv laki-laki untuk proses taaruf. Karena takdir Allah, laki-laki itu kini laki-laki yang kusebut dengan kata sapaan "abang", he is my husband. Semuanya terjadi benar-benar karna kekuasaan Allah. MasyaAllah wal hamdulillah.

2 hal hebat itu saja rasanya belum tuntas disyukuri dengan baik, terkadang penyakit hati membuat nafsu semakin menjadi-jadi. Hingga sejuknya angin sore tak mampu menggerakan mulut untuk berdzikir, memuji segala pemberian Allah. Astagfirullah.

Allah yang menguasai langsit dan bumi beserta yang ada di antara keduanya, semua hal berada di genggamman-Nya, teruslah berikhtiar dan berdo'a. Untuk masalah hasil, itu sama sekali bukan tugas kita sebagai yang diciptakan, sama sekali bukan. Manusia tidak tau apa apa terkait masa depan, Allah Maha Tahu. Percayakan pada Dzat yang mengetahui mana yang terbaik untuk kita. Teruslah berikhtiar, dan berdo'a semoga segala ikhtiar kebaikan ini bernilai pahala di sisi Allah SWT. Tidak ada yang sia-sia. Kini, cobalah syukuri dengan benar satu per satu nikmat yang Allah beri. Banyaklah lihat ke bawah, walau sesekali boleh juga melihat ke atas untuk motivasi. Kurangnya syukur hanya menambah debu di kacamata kita, hingga kita semakin sulit melihat indahnya dunia. 


tebarkan senyuman, segera beraktifitas kebaikan, semangaaaaaatttttt.

:)

Selasa, 05 Mei 2020

Cinta ilahi



Dia yang kusebut dengan "kakak"
Yang Allah hadirkan sebagai anugrah terindah
Masa penantian kini terbayar sudah
Kini, mataku leluasa menatap matanya

Dialah suami penyempurna agamaku...

Namanya sungguh tak masuk bursa sedikitpun
Dua insan yg sejak kecil terpisah jarak bahkan laut
Kami benar-benar berada di Bab yang berbeda
Namun ternyata kami ada di buku yang sama

Dialah imam yang sabar membimbingku....

Kami bertemu di satu titik tanpa rencana manusia
Allah terlalu baik dengan kami berdua
Hingga skenario-Nya mampu menyatukan kami
Hingga dua nama ini saling mengikat janji

Dialah yang kusebut dalam do'a agar bersama ke Jannah

Dia dan juga diriku memang tak sempurna
Dan kami tak selalu sama
Tapi kami bersatu bukan sekedar mencocokan kesamaan bukan?
Hati kecil ku bilang, kami bersatu untuk saling menguatkan.

Dialah pendamping ketaatan ku kepada Allah & Rasul

Jika ada yg bilang tentang cinta sejati
Cinta yg hanya mampu dipisahkan oleh maut
Namun aku tak mau dipisahkan darinya sekalipun maut
Besar harapanku, kita bersama hingga dimensi setelah dunia

Dia pendampingku di dunia dan InsyaAllah di syurga

Ya Allah...bersyukurnya hamba pada Mu
Kau beri sosok laki laki yang candanya slalu jadi warna
Nasihatnya jadi penguat ketaatan
Pelukannya menenangkan jiwa

Dia yang hadir karena kasih sayang Allah padaku

Pintaku, genggamlah kami berdua dalam ketaatan
Berikan rasa sakinah dalam petualangan kami
Hingga keberkahan menghiasi keluarga kami
Persatukan kami hingga Jannah Mu

Dialah kado terindah di umurku yang kini menginjak 25 tahun

Dialah bukti kasih sayang Mu yang semakin menguatkan imanku

Dialah Gusti Warman
Dialah Cinta Ilahi
Bersama di dunia, bersama di syurga
Aamiin


Kuucapkan pada diriku, selamat jatuh cinta pada nya berkali kali. :)

Dari istrimu, yang selalu berikhtiar menjadi istri sholihah, dari istrimu yang mencintaimu karena Allah. 

Sabtu, 21 Maret 2020

BEGINI JADINYA #DIRUMAH AJA


Bismillahirrahmanirrahim
Selamat malam guys, bro, sist. Semoga yang sedang baca tulisan ini dalam keadaan sehat wal’afiat dan senantiasa dalam lindungan Allah SWT. Aamiin

Tulisan ini adalah efek dari #dirumahaja, hehe…jadi monggo kalau senggang, bisa dibaca sampai akhir. Semoga bermanfaat.

Sumber: https://covid19.kemkes.go.id

Berawal dari materi ngaji yang sekarang ngajinya online pakai aplikasi karena memang kami mencoba mengikuti anjuran pemerintah untuk stay aja di rumah. Materi ngaji yang terus membahas wabah covid 19. Semua mata tertuju pada wabah ini, khususnya bangsa Indonesia. Tentu dampaknya sangat luar biasa, semua bidang kena dampaknya. Mungkin temen-temen semua lebih lincah untuk membahas dampak yang terjadi, minimal dampak pada aktifitas kita. Rasa was-was berserakan dimana –mana, khawatir, cemas, hingga mungkin ada yang berujung pada stress. Aktifitas menjadi terbatas, kegiatan perekonomian terganggu, dsb. Selebihnya, temen-temen pasti lebih lancar menjabarkan kondisi kita terkini.

Tulisan ini dibuat semata-semata hanya untuk berbagi perasaan yang penulis baru saja sadari beberapa jam yang lalu, dan segera dieksekusi dalam bentuk tulisan karena kita tak pernah tau kapan ajal menjemput. Ya kan guys? Jadi begini, penulis sempat mengalami rasa was-was berlebih karena fenomena ini, kita ketahui setiap manusia punya rencana-rencana aktiftas baik jangka panjang maupun jangka pendek. Lalu, tiba-tiba aja ada fenomena ini yang membuat kita jadi kurang percaya diri untuk menghadapi hari esok. Setiap melihat berita, malah nambah rasa was-was dan jadi sedikit engap karena jumlah positif covid 19 kian hari makin bertambah, jumlah korban meninggal juga demikian. Bahkan data terakhir yang saya baca, persentase kematian di Indonesia akibat wabah covid19 ini menduduki peringkat 1. Beberapa pihak bermaksud baik dengan kritikan tajamnya agar pemerintah bisa efektif dan tegas dalam menangani kasus ini, beragam pahlawan dari tenaga medis pun standby di garda terdepan untuk terus berusaha mengobati pasien yang sudah terinfeksi, beragam pihak lainnya yang dengan segala potensi yang mereka miliki terus mengalirkan bantuan-bantuannya untuk keselamatan kita bersama. MasyaAllah

Jujur, diri ini jadi tergerak pengen kaya mereka, khususnya para tenaga medis yang bertarung nyawa juga di rumah sakit. Penulis tiba-tiba aja mendadak pengen banget jadi dokter atau perawat, tapi setelah difikir-fikir agak melelahkan juga kalau harus ulang ambil S1 kedokteran. Ditambah lagi belum juga diterima sih wan kalau ikut ujian masuknya. Jadi, penulis mengurungkan niat untuk ambil langkah senekad itu. Dorongan ingin tetap berkontribusi meskipun di rumah-lah yang akhirnya menghasilkan tulisan sederhana ini.

Kembali kepada wabah covid 19 yang tengah kita hadapi. Tertegun bingung harus seperti apa, semua pihak kini sudah nyaris turun gunung semua untuk memberantas mata rantai penularannya, tapi kondisi hingga kini belum menunjukkan kurva penurunan. Teringat akan materi dari seorang guru perihal manajemen stress. Semoga Allah berkahi hidup beliau.  Salah satu cara jitu memanajemen stress adalah belajar melihat  ke belakang saat kita mendapat ujian yang besar, ingat-ingat kembali langkah-langkah yang kita lakukan dulu dan apa hikmah dari kejadian masa lampau tersebut. Yups, masing-masing dari kita pastilah pernah mengalami ujian yang besar menurut pribadi kita. Coba kita ambil lagi hikmah dari kejadian itu dan kita coba terapkan di ujian masa kini. Dulu, saya pernah nyaris di blacklist dari suatu seleksi beasiswa karena ada berkas yang tertukar. Secara logika manusia, seharusnya kejadian itu gak terjadi, karena sudah hampir setiap hari saya selalu ngecheck berkas berkas tersebut. Tapi…ya balik lagi, kalau Allah enggak kasih teguran berkas tertukar mungkin saya tanpa sadar akan terus berfikir bahwa segala pencapaian yang saya dapatkan hingga kini semata-mata karena  usaha keras saja. Saat kejadian itu, singkat cerita seperti ada film yang berputar di otak penulis dan isinya adalah rangkaian kekhilafan, dosa selama ini. Spontan minta ampun sama Allah saat itu dan sadar bahwa banyak kekhilafan dari hati yang tanpa sengaja. Allah begitu baik, di tengah kepasrahan dan memohon ampun yang benar-benar begitu menyesal, Allah kasih jalan keluar hingga Alhamdulillah penulis berhasil menyelesaikan masalah itu dan diijinkan menjadi salah satu penerima beasiswa.

Mungkin teman-teman yang baca bingung, apa hubungannya covid 19 dengan tragedi beasiswa? Hehehe…maafin ya. Intinya bahwa, Allah selalu punya pesan di setiap peristiwa yang diberikan kepada hambanya. Begitulah cara-Nya menyampaikan pesan, baik itu pesan untuk menegur kita, pesan untuk menambah keilmuan kita, pesan untuk menguatkan keyakinan kita. Corona virus ini hanyalah media penyampai pesan, corona virus tetaplah makhluk Allah SWT, ia bergerak pindah dari satu sel ke sel lain atas seijin Allah. Bukankah tidak ada daun yang jatuh tanpa ijin dari Allah? Pertanyaanya, apa pesan yang ingin Allah sampaikan. Jika pesan itu sudah diterima oleh kita sebagai hambanya, maka tidak sulit bagi Allah untuk mengembalikan kondisi kembali pulih seperti sediakala bukan? Sungguh mudah bagi Allah, sangat mudah, kelewat mudah bagi Allah. Karena jika bukan dengan cara seperti ini, agak aneh rasanya jikalau Allah menyampaikan pesannya lewat suara bergemuruh di langit. Manusia khususnya seperti saya yang banyak khilafnya ini, tentulah enggak akan kuat mendengar langsung nasihat-Nya di langit dengan suara bergemuruh. Maka melalui peristiwa, Sang Maha Penyayang ingin menyampaikan pesan-Nya. Pesan yang bak berlian bagi hambanya yang beriman, pesan itu lebih kita kenal dengan hikmah nantinya.

Disamping beragam pihak intelektual bekerja, pemerintah berupaya keras, dan kita sebagai warga yang dianjurkan dirumah aja. Banyak hal yang bisa kita lakukan. Bisa diawali dengan belajar menerima kedatangan wabah ini. Menerima dengan penuh pemaknaan bahwa pastilah banyak kebaikan dari kejadian ini. Proses hati yang menerima keadaan ini sangat jitu membuka hati untuk senantiasa bersyukur kemudian berujung pada rasa sabar yang kian hari makin mahal harganya. “Ya Allah, saya menerima hadirnya wabah ini, InsyaAllah kami terima”. Katakan dengan lembut seusai sholat, bisa jadi berujung pada air mata. Hingga akhirnya tercipta kalimat selanjutnya. “Ampuni kami ya Rabb, kami banyak khilaf, kami banyak menduakan-Mu, ampuni ya Rabb”. Katakan dengan jujur, sejujur-jujurnya, begitu dekat jarak kita dengan-Nya. Hingga klimaksnya kita pun memohon, “Sembuhkanlah saudara  kami yang sakit terkena covid 19, pulihkan bangsa ini ya Rabb”. Tanpa sadar tubuh jatuh menuju titik penghambaan terbaik yaitu saat sujud. Keyakinan itu semakin menguat bahwa Allah mendengar do’a kita bahkan sudah langsung merespon do’a-do’a kita. Keyakinan itu semakin muncul bahwa Allah akan menolong kita, mengampuni dosa-dosa kita. Entah melalui tangan siapa, melalui teknik seperti apa, hingga akhirnya wabah covid 19 ini benar-benar bisa teratasi. Semua kembali ke kondisi yang baik. Aamiin. Ketika waktu itu tiba, Allah ijabah. Semoga jadi pengingat untuk kita kelak, bahwa masalah yang kita hadapi mungkin saja sebesar kapal di lautan. Tapi nikmat yang Allah berikan ternyata seluas lautan itu sendiri.

Penulis sendiri menyadari dan menyesal, banyak hal yang suka dikeluhkan sebelumnya. Merasa menjadi orang yang paling punya banyak masalah, merasa paling dikecewakan, merasa iri dengan pencapaian orang lain, merasa dan perasaan negatif lainnya. Seakan lupa bahwa Allah setiap detiknya terus menjaga diri kita. Contoh: kalau kita punya masalah dengan tugas akhir seakan berat sekali, tapi bukankah Allah kasih kita laptop? Allah kasih kita kuota? Allah kasih banyak referensi? Allah kasih tubuh kita sehat? Allah kasih banyak hal lainnya. Satu hal, Allah adalah satu-satunya Zat yang enggak pernah ninggalin kita baik dalam keadaan senang atau sedih (makna surat Ad-Dhuha).  Ini baru dengan virus yang tak kasat mata, dimana jika imun tubuh kita baik maka virus itu akan lemah dengan sendirinya, dan sebaliknya barulah bisa terinfeksi. Nah…yang bisa menyetting imun tubuh kita prima tentu semuanya atas ijin Allah bukan? Belum lagi kalau anak biologi ngejelasin masalah penyusunan DNA kita, kalau aja urutan DNA nya ada yang kurang tepat, Allah udah ciptain enzim yang udah standby ngebenerin urutannya lagi. Jadi sebenarnya mudah aja bagi Allah untuk melemahkan kita, tinggal kasih arahan ke enzim dalam tubuh kita untuk malas bekerja. Selesai sudah  hidup kita. Astagfirullah, terlalu banyak nikmat yang diabaikan. Belum lagi kalau kita mencapai pencapaian yang besar, terus tanpa disengaja ada yang merendahkan kita, mendadak kita emosi bukan main seakan mau menunjukkan bahwa segala pencapaian yang diperoleh itu murni full hasil kerja keras kita sendiri hingga tanpa disadari berujung pada kesombongan hingga merusak keikhlasan dari amal yang udah susah payah kita lakukan.

Tulisan ini ditujukan khusus untuk penulis yang punya potensi melakukan hal-hal yang Allah tidak sukai. Kita yang #dirumahaja bisa memulai dengan intropeksi diri kita masing-masing dulu, baik intropeksi perihal pola hidup, intropeksi terkait hubungan kita kepada Allah SWT. Terkadang segala teknik yang canggih kalah dengan sujud yang tulus. Dengan melihat ke diri kita dulu, maka kita akan bijak melihat yang lain.

Meski #dirumahaja, semoga kita ketemu di dimensi do’a selalu. Kita ramaikan langit. Semoga para pihak yang berjuang juga Allah lindungi selalu. Aamiin. Yakin, Allah akan menolong, entah melalui tangan siapa, atau melalui teknik seperti apa. Yakin seyakin yakinnya, seperti halnya kita yakin kalau malam ini bisa minum air mineral, atau seyakin kita kalau besok masih bisa bangun pagi, atau seyakin kita bahwa besok pasti bisa sarapan.


Jumat, 13 Desember 2019

PUISI: SEMUA MERASAKAN

Bagai cerpen yang kau baca
Bagai kisah yang kau dengar
Bagai film yang kau lihat
Semuanya tak hanya memiliki satu rasa

Bahagia dan Duka
Kemudahan dan Kesulitan
Tawa dan Tangis
Ramai dan Sepi
Bangga dan Kecewa
Berwarna dan Gelap
Siang dan Malam

Semuanya terhimpun dalam hidup
Hanya waktu yang jadi pembeda
Kadang datang bergantian
Kadang berselang-seling
Kadang beriringan
Oh...semuanya nyata
Karena hidup masih di dunia
Semua terasa

Detik ini kita lihat mereka bahagia
Bagaikan tak pernah sakit walau sedikit
Berapa waktu kemudian, lihatlah
Jatuh pula air mata

Detik ini kita lihat mereka menderita
Bagaikan tak pernah kenal manis madu
Berapa waktu kemudian, lihatlah
Mereka tengah tertawa lepas

Bukan soal siapa yang beruntung
Hidup itu soal sabar dan syukur


Allahu A'lam
-W.A.R-
13/12/19

Senin, 25 November 2019

PUISI: DIAM INI

Seakan sudah habis segala kata
Sudah habis segala tenaga
Kini yang ada keheningan
Diam sedikit sendu..

Oh angin...
Kau penyampai pesan terbaik
Sampaikan dengan tulus
Pada setiap hati yang ragu dengan diri ini

Ya Rabb
Diam lisanku hanya dari Kalimat merengek ala manusia
Dzikir ku tetap pada Mu
Dzat yang selalu ada saat suka atau duka
Ini bentuk ikhtiarku, meminta bantuan

Tak ada lagi
Selain Engkau

Selasa, 01 Oktober 2019

Berkali-kali patah

Terus merakit hingga mulai terlihat
Merakit dari komponen dasar hingga rumit
Tak kenal siang dan malam
Lelah kini bak sahabat karib

Sekali dipatahkan...tak begitu dihiraukan
Esok masih ada matahari bukan?
Rakit...tubuh ini terus merakit
Mengais sisa sisa keyakinan

Kini sudah dua kali, tiga kali hingga berkali-kali
Kini, patahnya berkali-kali
Sakitnya berkali-kali
Hingga seakan cadangan keyakinan terasa habis

"Bisa" dan "Tidak Bisa"
Kini posisi mereka tak seimbang
Membuka mata si tubuh
Bahwa dirinya terlampau yakin

Biarlah patahan rakitan itu disitu sejenak
Biarkan tubuh ini merakit keyakinannya dahulu
Tak banyak memang yang percaya
Tapi mereka ada walau hanya 1 atau 2 orang

Rakitan itu terus menunggu untuk diselesaikan
Jangan lihat berapa kali kau dipatahkan
Lihatlah masih ada pasang mata yang terus berdo'a
Kini..pakai saja dulu ilmu bertahan


Atau mungkin...ilmu itu yang harus kau tuntaskan dulu
Bertahan dan selesaikan
Penglihatan alama semesta jauh lebih adil
Akhirnya...langit pula yang akan bereaksi


Senin, 13 Agustus 2018

Perlindungan Terbaik dari Allisya Protection Plus untuk Keluarga




Pada awalnya saya kurang begitu memberi perhatian lebih terhadap asuransi yang begitu menawarkan banyak perlindungan jangka panjang untuk saya beserta keluarga. Namun, semenjak kakek saya mendadak sakit dan harus dilarikan ke rumah sakit membuat saya berfikir ulang. Saat itu, kakek saya divonis menderita sakit jantung dan memerlukan tindakan dari dokter yang membutuhkan biaya besar. Pengobatan yang dilakukan beberapa kali hingga tak terasa jumlah uang tabungan keluarga kian menipis. Saya benar-benar kewalahan mencari dana ke sana-sini untuk dapat menutupi segala biaya rumah sakit. Saya anak pertama di keluarga yang secara otomatis menjadi tumpuan keluarga selain kedua orangtua. Saya memiliki tanggung jawab besar untuk membantu kakek agar segera mendapatkan perawatan medis. Kendala biaya pengobatan memang menjadi momok besar saat itu. Membutuhkan waktu cukup lama untuk mengumpulkan sejumlah uang yang diperlukan. Alhamdulillah, dengan kerjasama seluruh keluarga besar akhirnya uang bisa terkumpul dan kakek bisa segera mendapatkan tindakan selanjutnya. Pada kondisi itu saya benar-benar merasa lelah dan menyesali keputusan saya yang lalu untuk lebih memilih menabung mandiri untuk keperluan jangka panjang. Dulu, saya berfikir bahwa tabungan ini kelak bisa menutupi keperluan keluarga di masa mendatang. Ternyata tabungan saya belum bisa menjadi solusi dari situasi mendadak dan kritis seperti yang dialami kakek saya. Saya mulai mencari tau lebih terkait jenis asuransi yang baik dan halal untuk keluarga.

Pencarian saya dalam memilih asuransi memang tidak boleh sembarangan. Perlu asuransi yang benar-benar memahami keinginan kita namun tetap halal dan sesuai syariat islam biar berkah untuk kehidupan kita. Saya dan keluarga bisa dikatakan keluarga yang baru hijrah dan mulai mendalami lebih terkait islam. Setelah Allah menyembuhkan Ayah saya yang sudah lama terkena TBC (Tubercolusis), keluarga saya mendapat hidayah untuk kembali mendekatkan diri kepada Sang Khalik dan perlahan mulai mengikuti segala syariat yang Allah perintahkan kepada hambanya. Oleh karena itu, asuransi yang sesuai syariat islam menjadi prioritas pilihan keluarga kami.

Pencarian saya-pun berhenti setelah mengetahui adanya produk Asuransi Syariah yang menawarkan banyak produk kebaikan yaitu Allianz. Asuransi Syariah ini menggunakan prinsip "saling menanggung resiko" antar sesama peserta dan terbebas dari praktek riba, gharar, dan maisyir. Jadi apabila terjadi musibah, maka seluruh peserta asuransi akan saling menanggung sehingga resiko tidak dipindahkan ke satu pihak melainkan dibagi keseluruh peserta asuransi. Premi dalam asuransi syariah ini juga dikategorikan menjadi 3 rekening yaitu rekening tabungan peserta, rekening perusahaan asuransi, dan rekening tabarru. Rekening tabarru inilah yang akan digunakan oleh peserta asuransi untuk saling tolong menolong. Sehingga selain berasuransi kita juga sekaligus bisa menolong sesama. Hal lain yang membuat saya tenang adalah Asuransi Syariah Allianz ini juga diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Dewan Syariah Nasional. Sehingga segala bentuk transaksinya terus diawasi agar tetap sesuai syariat islam.



Setelah saya mencari lebih detail terkait Asuransi Syariah Allianz, ternyata asuransi ini memiliki 3 produk kebaikan yaitu Allianz Tasbih, Allisya Protection Plus, dan Allisya Maxi Fund Plus. Kabar baiknya lagi, produk-produk kebaikan dari Allianz ini bisa juga dirasakan oleh warga nonmuslim sehingga kebermanfaatannya lebih meluas.

Kejadian yang dialami oleh kakek saya mengajarkan bahwa musibah itu bisa terjadi kapan saja. Oleh karena itu untuk bisa menghadapi segala kemungkinan yang terjadi di masa mendatang perlu adanya ikhtiar/usaha dari kita untuk melindungi keluarga kita melalui Asuransi Jiwa dan InvestasiAsuransi Syariah Allianz menyediakan Asuransi Jiwa dan Investasi melalui salah satu produknya yaitu Allisya Protection Plus yang memberikan perlindungan maksimal berbasis syariah atas kejadian yang tidak diharapkan yang mempengaruhi kondisi keuangan. Prosedur dalam Asuransi Allisya Protection Plus ini pada dasarnya sama halnya dengan prosedur pada jenis asuransi lainnya sehingga tidak sulit bagi masyarakat.



Kehebatan dari Allisya Protection Plus adalah dapat memberikan perlindungan kepada pesertanya hingga mencapai umur 100 tahun. Cara pembayarannya-pun bebas dipilih yaitu bisa bulanan, kuartalan, semester, atau tahunan. Apabila kita terkena musibah maka bisa mendapatkan santunan asuransi. Tidak hanya itu, kita juga diperkenankan meningkatkan investasi kapanpun bila diinginkan dan diperbolehkan melakukan penarikan dana dalam kondisi keuangan yang darurat. Rencana keluarga juga bisa kita tentukan sendiri sesuai kebutuhan dan bisa kita review kapanpun. Perencanaan setiap keluarga tentu berbeda-beda satu dengan lainnya. Allisya Protection Plus ternyata memang memahami keinginan kita. Selain itu, kita juga tidak perlu khawatir jika sewaktu-waktu ingin menambah jenis perlindungan, hal itu bisa kita lakukan kapanpun yang kita mau. Kita juga bisa mengikutsertakan hal ini kepada keluarga besar kita.



Berkahnya Asuransi Syariah ini ternyata tidak hanya dirasakan oleh pihak perusahaan dan peserta asuransi, Allianz mencoba membagi kebahagiaan kepada orang sekitar yang kurang mampu untuk pergi ke tanah suci yaitu melalui program KadoUmroh Allianz yang sudah diselenggarakan sejak 21 Mei 2018 sampai 08 Juli 2018. Peseta diminta menuliskan cerita/kisah inspiratif hidup seseorang calon penerima hadiah dari Allianz untuk pergi ke tanah suci. Akan ada 25 Kado Umroh untuk 25 Penerima Kado Umroh serta 2 Kado Umroh untuk 2 pencerita terbaik. Tidak hanya itu, Allianz juga mengadakan lomba blog dimana hadiah utamanya adalah umroh ke tanah suci. Melalui program KadoUmroh ini memberi harapan baru bagi keluarga yang kurang mampu untuk mengunjungi baitullah. Terimakasih Allianz



Referensi:
https://jurnal.allianz.co.id/jurnal-search/search-syariah-artikel
https://myallisya.com/produk/allisya-protection-plus-premi-berkala/
https://www.allianz.co.id/produk/asuransi-syariah/allisya-protection-plus

Selasa, 24 Juli 2018

SISI LAIN BUMI

Madiun, Jawa Timur
Juli 2018


Bahagia memanglah sederhana
Sesederhana menghirup udara shubuh
Sesederhana mendengar sautan ayam
Sesederhana tempe dan tahu di meja

Di kota, bahagia di kemas dengan kompleks
Seakan sulit di raih
Butuh waktu yang lama
Bertaruh air mata

Tidak....bumi tidak sesempit itu
Banyak sisi lain bumi
Yang enggan kau cari maknanya
Mungkin cara berfikirku yang sempit

Senyuman hangat mereka
Kasih sayang mereka
Membuatku malu sejadinya
Malu pernah mengeluh

Bahagia atau tidak hanya pilihan
Syukurku tiada tara karena hikmah
Hikmah kesederhanaan yang kutemui
Sederhana membuat laju bahagia lebih stabil


Bersyukur



Minggu, 18 Februari 2018

DARI KEJAUHAN DIMENSI


Depok, 18 Februari 2018
Puisi: Dari Kejauhan Dimensi






MANISNYA TERASA BEGITUPUN AROMANYA

SENYUM-PUN TERSIMPUL DARI KEJAUHAN DIMENSI

AKHIRNYA KUPEJAMKAN DAN ANGIN MENYAPA

JELAS BUMI BAHAGIA, DAN AKU-PUN BEGITU...

Kamis, 04 Januari 2018

ANALISA FOTO VTIC (SARAWAK, MALAYSIA) VERSI WANDA


Assalamu'alaykum Wanda Lovers  maksudnya para blogger yang mungkin sekarang sedang galau, resah, gelisah, gundah, merana. Daripada kita bergalau-galau ria, mendingan baca posting-an kali ini.

Tulisan ini agak berbeda dari sebelumnya, di mana setiap kisah yang diceritakan berasal dari analisa foto yang diambil ketika sedang mengabdi menjadi guru bagi anak-anak buruh imigran Indonesia di negeri tetangga. Penasaran dengan kisahnya??? Yuk ah




Kita mulai dengan foto yang pertama. Foto tersebut di ambil saat hari pertama mengajar di kelas. Kondisinya satu ruang kelas dipergunakan untuk tiga tingakatan sekolah. Satu ruang kelas berisi siswa kelas 1, 2 ,dan kelas 3. Satu ruang kelas lainnya diperuntukkan kelas 4,5,dan kelas 6. Sebenarnya masih ada 1 ruang kelas lagi, namun belum tersedia bangku. Hari pertama diisi dengan perkenalan dan pembagian jadwal piket beserta tugas-tugasnya. Mereka sangat antusias mencatat jadwal piket loh :)




Foto di atas di ambil di hari ke dua kita datang ke lokasi tersebut. Ada Pak Woto dengan Mba Dita yang sedang asyik berbincang-bincang tentang kondisi orang-orang Indonesia di sana. Pak Woto adalah pekerja di sana yang merupakan penduduk Indonesia asli tepatnya dari Jawa Tengah. Selain bekerja di negara tetangga sebagai buruh kelapa sawit, beliau-pun adalah satu-satunya guru di sana sebelum datanya kami para cikgu-cikgu muda :) Beliau adalah pahlawan pendidikan yang sejati. Di tengah kesibukannya bekerja, beliau tetap memikirkan nasib pendidikan anak-anak Indonesia di sana. Beliau-lah yang mendidik seluruh anak-anak di sana mulai dari kelas 1 SD sampai kelas 6 SD di dalam rumahnya yang kecil. Luar Biasa :)

Sosok wanita yang satunya lagi adalah Mba Dita, teman satu tim yang berasal dari UGM. Beliau asli Sumatra sehingga beliau sedikitnya menguasai bahasa melayu. Beliau sangat penyayang, tidak hanya pada anak-anak, beliau juga sangat menyayangi kucing-kucing. Hehe



Begitulah kondisi kelas 1, 2, dan kelas 3. Wanda dan Mba Dita 
bertugas menjadi guru di kelas tersebut. Jumlah mereka sekitar 60 anak dengan beragam karakter. Bisa bayangkan betapa bisingnya mereka jika sudah mulai bosan belajar :( 

Sedangkan Mas Hera yang berasal dari Cirebon bertugas menjadi guru bagi kelas 4,5,dan kelas 6. Kami satu tim yang terdiri dari 3 orang guru (Wanda, Mba Dita, dan Mas Hera)




Foto berikutnya adalah suasana kelas Mas Hera yang terdiri dari kelas 4,5,dan kelas 6. Kondisinya jauh lebih kondusif dibandingkan kelas di bawahnya. Jumlah siswanya-pun lebih sedikit. Mereka semua memang belum memiliki seragam merah putih dan seragam sekolah lainnya. Sehingga mereka bebas menggunakan baju ke sekolah.




"Kenalkan kaka-kaka, namaku Brian. Aku murid yang paling lucu dan paling digemesin sama Bu Wanda" 

Hehehehe......Iya benar. Brian ini anak yang paling bisa bikin ketawa Bu Wanda karena pipi bakpawnya. Iiiiiihhh...gemechh



Oh iya, Wanda juga mengajar IPA di kelas 4,5,dan kelas 6 loh... Waktu itu Wanda percobaan telur melayang. Mereka sangat antusias lohhh:)







Tidak hanya telur melayang, kita juga buat percobaan menanam kacang hijau dengan media tanam berupa kapas. Mereka sangat menikmati percobaan IPA . Mereka sangat pintar-pintar loh khususnya dalam matapelajaran matematika. Mau tau kenapa?? Karena mereka terbiasa menghitung uang ringgit. hehehehe




Ini-lah dia fantastic four  ke- empat murid yang hiperaktif di kelas. Karena tingkah mereka sangat berlebihan di hari itu, maka mereka diberi hukuman dengan sholat dhuha. MasyaAllah mereka Insyaf semua kayaknya paska sholat:) Insyaf untuk sekian detik saja-_- setelah itu mereka berulah lagi :( 




Anak-anak di sana paling suka kalau diajak selfie hehehe. Jiwa narsis itu telah mendarah daging sepertinya...hehehe
Terlihat panas sekali ya di sana :( 



Itu adalah salah satu media belajar milik Pak Woto dari sekian media belajar lainnya yang telah beliau buat sendiri. Beliau kece abis deh....Semangat mendidiknya itu lohhhhhhh

Foto tersebut juga sekaligus menjadi penutup dari posting-an kali ini. Sebenarnya foto-fotonya banyak, tapi karena handphone sempat rusak dan sebagian besar foto ikut terhapus. Jadi, yasudahlah ya....


Semoga tetap bisa menginspirasi walaupun harus ke negeri tetangga. Mereka tetap garuda-garuda kecil bangsa. Mereka adek-adek kita. Jika bukan kita yang peduli terhadap mereka. Maka siapa lagi???

Terimakasih kepada pihak  Yayasan VTIC yang telah memberikan kesempatan kepada saya pribadi untuk menjenguk adik-adik saya di sana. Semoga mereka segera bisa mendapatkan hak-hak pendidikan di Bumi Ibu Pertiwi yaitu rumah kita bersama :)




-Wanda Amelia Rahma-





Serunya Oreo 110th Birthday Celebration Bareng Keluarga di Rumah

  Hal yang paling dirindukan dari seorang anak perempuan yang sudah berumah tangga adalah momen saat bisa kumpul bareng sama orangtua ters...