Bismillah
Hallo guys, ketemu lagi dengan Wanda yang sudah mulai tertarik nulis lagi karena beberapa waktu lalu masih fokus buat penelitian. Hehe. Ini adalah tulisan kedua setelah status berubah jadi istri. MasyaAllah, tak terasa. Allah ijabah do'a hamba yang banyak kurangnya ini di tahun 2020. Rasanya masih seperti mimpi, Allah mampukan diri ini menjadi seorang istri. Mohon do'anya semua semoga Allah hadirkan selalu rasa sakinah, mawaddah, warohmah. Aamiin
Tulisan kali ini kayaknya enggak akan panjang, karena Wanda masih mesti ngerjain gambar interaksi polimer yang digunakan di penelitian tugas akhir. Hehe....
Intinya...mau menasihati diri sendiri lewat tulisan, jikalau bisa kasih manfaat ke orang lain, alhamdulillah banget. Manusia itu memang enggak ada puasnya. Nangis-nangis pengen ini, khusyuk banget do'a pengen itu. Pas udah dikasih, kadang dikeluhin juga dan masih pengen ini itu gara-gara ngeliat orang lain. Seakan-akan udah kaya paling pinter di dunia dan ngerti sama masa depan. Semua yang direncanakan mesti terjadi sesuai rencana awal seakan-akan diri kita yang nyiptain siang dan malam. Astagfirullah. Sering melirik rejeki orang lain dan akhirnya membandingan dengan dirinya. Seringnya kalau udah lihat rejeki yang orang lain dapet, malah baper. Boro-boro ngedoain orang yang dapat rejeki itu untuk berkah, muka malah cemberut terus pusing sendiri gak jelas. Emang gitu ya kalau hati sedang lemah keyakinannya sama Allah. Jadi mudah pusing, stress gak jelas, dan nyusahin diri sendiri. Pagi hari yang indah aja gak kerasa apa-apa. Padahal mata masih dikasih jelas buat ngelihat, kaki tangan masih dikasih kekuatan buat bikin teh manis dan minum teh di pagi hari. Hidung masih bisa bernafas dengan mudah, telinga masih bisa ngedenger tanpa bantuan alat. Hal sepele itu aja belum tuntas untuk disyukuri. Dan sudah minta ini itu, kalau minta doang , fine-fine aja, tapi kalau minta tanpa diiringi rasa tawakkal ya jadinya makin numpuk penyakit hatinya. Astagfirullah...
Kalau udah begini, baiknya kita menepi sejenak. Coba lihatlah hal-hal hebat yang terjadi dalam hidup kita. Kita gali lagi lebih dalam betapa Allah sudah sangat banyak menolong hidup kita. Buka kembali kejadian-kejadian itu. Kalau saya biasanya ingat kejadian waktu SMA dimana ayah saya sakit Tubercolusis. Kondisi kesehatan ayah saya yang jauh bisa memberikan harapan membuat anak yang duduk di bangku SMA ini berdo'a lirih sembari megang hasil rontgen Ayah di pinggir jalan. "Ya Allah, Wanda hanya ingin lihat ayah sembuh, udah itu aja.". Karena kuasa-Nya Allah. Kondisi Ayah yang sudah parah saat itu, bisa kembali Allah sembuhkan. MasyaAllah wal hamdulillah.
Dan kini pun...kisah diri ini bisa bertemu dengan suami-pun sangatlah di luar kekuasaan manusia. Allah begitu hebatnya menyatukan kami diawali dengan taaruf selama 3 bulan, khitbah, lalu menikah. Awalnya karena diminta dosen pembimbing ke Bali untuk menggantikan publikasi penelitian senior di kimia, hingga akhirnya bertemu dengan seorang dosen muda akhwat. Kami akrab dan berkomunikasi, hingga akhirnya beliau memperkenalkan cv laki-laki untuk proses taaruf. Karena takdir Allah, laki-laki itu kini laki-laki yang kusebut dengan kata sapaan "abang", he is my husband. Semuanya terjadi benar-benar karna kekuasaan Allah. MasyaAllah wal hamdulillah.
2 hal hebat itu saja rasanya belum tuntas disyukuri dengan baik, terkadang penyakit hati membuat nafsu semakin menjadi-jadi. Hingga sejuknya angin sore tak mampu menggerakan mulut untuk berdzikir, memuji segala pemberian Allah. Astagfirullah.
Allah yang menguasai langsit dan bumi beserta yang ada di antara keduanya, semua hal berada di genggamman-Nya, teruslah berikhtiar dan berdo'a. Untuk masalah hasil, itu sama sekali bukan tugas kita sebagai yang diciptakan, sama sekali bukan. Manusia tidak tau apa apa terkait masa depan, Allah Maha Tahu. Percayakan pada Dzat yang mengetahui mana yang terbaik untuk kita. Teruslah berikhtiar, dan berdo'a semoga segala ikhtiar kebaikan ini bernilai pahala di sisi Allah SWT. Tidak ada yang sia-sia. Kini, cobalah syukuri dengan benar satu per satu nikmat yang Allah beri. Banyaklah lihat ke bawah, walau sesekali boleh juga melihat ke atas untuk motivasi. Kurangnya syukur hanya menambah debu di kacamata kita, hingga kita semakin sulit melihat indahnya dunia.
tebarkan senyuman, segera beraktifitas kebaikan, semangaaaaaatttttt.
:)
"My Name is Wanda Amelia Rahma" Hidup adalah belajar..Belajar dari Pengalaman dan Kesalahan...so, check this out!
Tampilkan postingan dengan label CURHAT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CURHAT. Tampilkan semua postingan
Rabu, 01 Juli 2020
Kamis, 24 Desember 2015
FMIPA BANGKIT, BANGKIT FMIPA!!!
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaykum wr.wb
UNJ????? “ satu”
23 Desember 2015, moment
indah nan syahdu berlapis duka. Diperlihatkan peristiwa sang anak yang sedang
berupaya meminta haknya kepada ayahanda tercinta.
Diam tak selamanya bodoh, diam tak
selamanya pasif, diam tak selamanya bukti kelemahan. Mungkin dunia begitu penasaran
dengan diamnya kami. Dan lihatlah wahai ayahanda, Anakmu pun mampu bersuara!
Sakit tinggalah pilu, memeberi bekas
kepedihan atas jawaban yang sebenarnya tidak kami harapkan. Awan hitam bak
menyelimuti rumah kami, angin kedukaan seperti terus lalu lalang di sekitar
kami. Bayangan kelam akan kehidupan akademik kami selanjutnya terus menghantui.
Ya Allah ampuni kami…ampuni keluarga kami, ampuni kami semua Ya Rabb.
Bersyukur di tengah kepedihan?? Seperti
hal yang mustahil terdengar. Mesti terlihat mustahil. Tapi sungguh itulah obat
yang mujarab akan sakit ini. Perisitiwa ini sungguh indah walau berlapis air
mata. Baru kulihat dengan jelas betapa kuatnya ikatan kekeluargaan kami
(keluarga FMIPA UNJ) yang satu padu, membulatkan suara, bergerak satu demi
kebaikan bersama. Masya Allah…23 Desember 2015 itulah buktinya. Ku dengar
perbincangan dan diskusi dimana mana terkait hal ini. Di kantin, lorong kelas,
di laboratorium dan di tempat yang lainnya. Saat satu bagian tubuh ini terluka,
maka bagian tubuh lain pun secara spontan memberi respon terkait rasa sakit
itu. Begitulah kiranya kuatnya ikatan kekeluargaan kami. Bukan hanya mahasiswa,
semua warga FMIPA pun begitu merespon dengan cepat. Berbagai pemikiran begitu
ditumpah ruahkan demi mencari solusi bersama. Kehangatan dan kesatuan berada
dalam keluarga FMIPA pun menjadi kalimat syukur yang terus terucap.
Allah tunjukkan pada dunia, bahwa FMIPA
SATU, UNJ SATU!
Anggaplah ini sebuah tantangan dari
Sang Khalik untuk akhirnya mengangkat derajat kemuliaan fakultas ini. Kuda yang
semakin kencang dipecut oleh pemiliknya, maka akan semakin meningkatkan laju
kuda tersebut. Pisau yang semakin sering diasah akan semakin menajabkan pisau
tersebut.
TAK PERLU KHAWATIR KAWAN!
Besedih sangatlah wajar, namun setelah
itu berdirilah, bangkit, yakinkan diri. Bahwa Sang Khalik akan selalu membersamai
kita. Dan setiap kesulitan pasti akan ada kemudahan. Percaya bahwa akan ada hikmah
besar dari peristiwa ini kelak. Tebarlah senyuman dimana mana, hapus awan hitam
segera dari keluarga ini. Pasang kembali lampu terang ( senyuman) di keluarga
ini. Kisah ini belum berakhir. Kisah anak yang terus bersabar menanti realisasi
dari janji ayahandanya.
TERUSLAH BERPRESTASI, BUKTIKAN!
Buktikan pada dunia, bahwa keadaan ini
tak mengurangi setetes pun semangat keluarga ini. Teruslah berkarya. Tunjukkan
perbedaan kita! Kita mampu berprestasi, berkarya, menghasilkan sesuatu lebih di
tengah kondisi apapun. Manfaatkan tantangan ini untuk membentuk pribadi yang
tangguh, pribadi yang memiliki kemampuan bertahan yang hebat.
Bagi yang sedang apply abstrak, paper, dan sedang mengikuti lomba lainnya. Maka
teruskanlah, berbuat dengan sebaik-baiknya. FMIPA tetap akan berprestasi apapun
kondisinya, bukan hanya untuk ayahanda saja. Melainkan untuk dunia. Yang sedang
menempuh masa ujian (UAS) berikhtiarlah dengan sebaik-baiknya ikhtiar. Partikel
partikel yang bergerak lebih cepat akan menimbulkan potensi tumbukkan yang luar
biasa besar sehingga mempercepat reaksi, reaksi yang akan menghasilkan produk
kebaikan untuk kemaslahatan umat manusia. Kepedihan ini jadikalah pemicu untuk
mempercepat gerak kita, memperkuat barisan kita, memperkokoh rasa kekeluargaan
kita.
Kisah ini bukti bahwa Sang Maha
Pencipta sangat menyanyangi kita. Sang pemilik kehidupan tahu, bahwa FMIPA
mampu melewati ini semua dengan baik.
Semua elemen keluarga ini sedang
berfikir keras hingga detik ini, berupaya menyusun strategi kebaikan untuk
menanggulangi kepedihan ini. Kita di sini bisa bantu berfikir, bantu memberi
semangat, bantu memanjatkan do’a baik setelah shalat wajib kita ataupun shalat
sunnah kita yang lainnya. Yakinlah tidak ada usaha sekecil apapun yang tidak
bermakna. Kerahkan apa yang kita bisa lakukan untuk fakultas ini.
Saat perkuliahan sudah aktif kembali
paska libur beberapa hari ini. Datanglah ke rumah kita tercinta. Sapa semua
elemen dengan senyuman ketangguhan. Yakinkan bahwa sudah tak ada lagi awan
kesedihan. Perkencang sabuk kita, tingkatkan kecepatan laju kita.
Buktikan! Bahwa FMIPA BANGKIT, BANGKIT
FMIPA!
Wassalamu'alaykum wr.wb
Jumat, 22 Agustus 2014
CUPLIKAN MANIS DARI KELAS YANG PALING EKSIS
Sekiranya mulutku tak pernah mengungkapkan, dan mata tak
mampu buktikan. Mungkin dengan tulisan ini akan membuat dunia mengerti.
Ada atau tidaknya kalian mungkin tak berpengaruh apapun pada
dunia ini, ada atau tidaknya kalian tak membuat matahari berhenti tuk sinari
bumi, tak membuat samudra mengering, dan tak membuat angin berhenti. Akan
tetapi, adanya kalian sangat menentukan bagian bab terpenting dalam hidupku.
Bab dimana aku meninggalkan masa putih abu-abu dan beralih menjadi para kaum
terpelajar(mahasiswa).
{Okay, fix. Kalimat alay sok puitisnya cukup sampai disitu }
Cuplikan manis dari kelas yang paling eksis,
check it out!
Dewi Fitriyani:
Kehujanan saat pindahan dan gagal makan di Mall adalah peristiwa yang tak
terlupakan bersama mama dew (sapaan hangat di kelas). Waktu itu aku, ayyi, dan
dewi sama sama kehujanan saat mindahin barang dari kostan dewi yang lama ke
yang baru. Entah kenapa saat hujan turun, kami bertiga sudah seperti bidadari
langit yang tersesat di bumi sambil bawa tentengan guling, ember, dan kipas
angin beserta magic com -_- Kami bertiga
pun mempercepat langkah kami seraya berkata dalam hati ( Please, jangan ada
camera di sini, wartawan dilarang meliput kami)
#just info ( jika Anda menemukan kealayan dan keupayan, maka
yang alay dan upay mutlak si penulis bukan dewi, ayyi, ataupun ceritanya)
Fajrin Safta Kusumah:
Orang yang berhasil bikin nangis berhari-hari. Keputusannya untuk cuti di
semester 2 sempat buatku gak terima. Aku dan fajrin semasa kuliah disemester
awal sudah seperti perangko sama amplopnya, seperti bunga dengan tangkainya,
seperti pulpen dan tutup pulpen, seperti kaki dan kaos kaki, seperti kutu
dengan rambut, dan seperti tempat sampah dan sampahnya. ( gak ada perumpamaan
yang agak enakan dikit wan??)
Tapi hal yang tak pernah terlupakan adalah berangkat kuliah
5 menit sebelum mata kuliah dimulai, padahal jarak tempat kostan ke kampus bisa
memakan waktu 10 menit. Datang dan duduk paling belakang, berharap tak ada
dosen yang melemparkan pertanyaan yang abstrak seabstrak muka yang sedang
membaca pada kami berdua. Hihihihihi
J Seusai pulang sekolah selalu wisata kuliner makanan dekat
kampus, lebih tepatnya mengomentari tiap makanan yang dijual sambil berdo’a
dalam hati. “ Semoga saja kita bisa beli makanan itu??” #cukup tragis dan
memilukan.
Dan…..banyaaakkkk hal seru yang sudah kita lewatkan bersama.
Anna Rahmadianty:
Ibarat dipewayangan para pandawa nih, dimana ada yudhistira, bima, arjuna,
nakula dan sadewa. Anna ini seperti yudhistira. ( hehe..korban Mahabarata
begini nih..) Tentu hal yang tak terlupakan bersamanya adalah saat kami
berpetualang ke Surabaya. Naik kereta gujes gujes ke Surabaya itupun hampir ketinggalan
kereta ya karena anna telat hihihi, ketemu 3 pendaki gunung super duper lucu,
Naik motor ke rumah anna lalu sekalian sholat di Masjid Istiqlal….wahh…..:)
Chaeriyatun Nissa Auliyani:
Kalau lihat-lihat foto di galeri hpku, selalu tertawa jika lihat foto kami
berdua. Bukan seperti sepasang teman yang sedang mengabadikan dirinya di camera,
akan tetapi lebih tepat seperti foto keluarga antara ibu dengan anaknya atau
kaka dengan adiknya…. ( AKU TUA DONG?)
Syifa Fauziah: JIka
aku menulis banyak kata untuk yang lain. Maka untuknya hanya ada 6 kata. “
Intelektual dan sok Misterius Tapi Kece”
(Kuharap syifa langsung memberikan beberapa bingkisan ke
rumahku atas pujian yang telah kuberikan padanya) #2014 gak ada yang gratis ya
cipaw!
Reicka Ananda Syafitri:
Ibarat film Harry potter nih, Reicka itu mirip sama Harmonie, lebih tepatnya
mirip kecerdasannya. Gak apa apa deh reicka kaya harmonie, aku jadi ginny aja
deh, ginny kan pasangannya harry potter. Hihihihihihi ( memaksakan mimpi masuk
dunia nyata begininih jadinya)
Galih LP : Aku selalu
berusaha keras untuk diterima menjadi kembarannya. Namun apa daya, ibunya telah
menolakku mentah-mentah. Padahal aku akan bahagia sekali kalau jadi
kembarannya, setidaknya kalau galih dibekali makan siang di kampus, aku juga
kecipratan dapat makan siang juga kan…mana enak lagi masakan mamahnya. ( semua
yang gratis emang enak wan…..)
Yasudahlah L
Pramita Cucu Mawarni: Pejuang
kece selain aku nih..hehe “Kece” itu sebutan khas dari departemen yang menaungi
kami berdua di BEM Jurusan Kimia. Aku paling senang kalau melihat cucu
bercerita, postur gerakan tangannya yang khas yang sulit untuk diduplikat
selalu membuat aku semakin seru mendengar cerita-ceritanya. Hehehe
Ega Saraswati: Pelukan
hangatnya saat bertemu denganku, membuat aku menjadi tenang. Temen duetku kalau sedang ingin bicara pakai
style jawa selain dengan Fahri. Orang yang paling cepat bertanya, kalau mukaku
sudah lemas lunglai. Medis, jabatan yang sering dia emban di BEM. Begitupun,
ega selalu mencoba mengobati segala luka dalam hidupku ini. ( Lebay parah wan
-_-) tapi serius kok…..
Desy Suharnita: Ingin
rasanya aku merekrut desy sebagai guru gambar bagi adekku. Bukan hanya
gambarnya yang bagus, desy juga sangat penyayang dengan anak kecil. Mungkin
karena dia bungsu kali ya…Namun kuurungkan niatku tuk merekrutnya menjadi guru
gambar bagi adekku, selain karena belum punya uang yang cukup buat bayar guru
gambar, yang ditakutkan, adekku lebih memilih desy menjadi kakanya dibandingkan
aku…L
Septina Restu: Biasa
dipanggil “teteh septin”. Sama-sama suka dengan film harry potter membuat kami
pernah keasyikan main games harry potter saat mata kuliah computer 1….hihihihi
( tapi tugas sudah dikerjain kok pak)
# Cuma sekali kok, itu juga karena keasyikan aja, jadi lupa
kalau lagi jam kuliah.
Afwu Ayyi Amyana: Duuh
salah gak ya nulis nama ayyi?????hehe Ketawanya yang khas, sudah melekat sama
ayyi. Kita pernah nyolong waktu curhat bareng sebelum piket praktikum kan
ayyi??? Hihihihihihi
Sylvia Faustine: Beliau
( ceilahhh beliau..) Kata beliau identik dengan orang-orang yang punya
kelebihan yang WOW. Hehe…Selain jago speak in English, Sylvia juga punya
pekerjaan sampingan sebagai DDSUK ( Dosen Dadakan Sebelum Ujian Kalkulus)
hihihi…Karena menurut penelitian yang saya lakukan selama berabad-abad yang
sekiranya agak connect dengan matakuliah yang satu ini hanyalah beliau (Sylvia)
#prok prok bangga.
Mentari Reza:
Pengalaman sekelompok praktikum fisika dasar 1 yang paling tak terlupakan di
tahun pertama kuliah. Pusing mikirin turunan rumus, smsan seharian cuma
ngomongin rumus fisika doang ( gak ada topic lain ya), dimarahin bareng sama
kaka asleb, kalau ketemu mentari hawanya seperti ketemu laporan yang belum juga
terselesaikan. Hehehehe
Tapi mentari orang yang pertama mau ngajarin aku cara
pemakaian alat-alat fisika, seperti timbangan(neraca), dsb. ( Maklum wanda
biasanya pakai timbangan pasar buat nimbang telor di warung)-_-
Dian Nisa F. : Selalu Ceria
kalau ada dian. Ibarat pelangi yang selalu membawa warna indah pada langit
seusai hujan. Tak ada dian, kelas PKB tak akan berwarna….
Septia Dwi Cahyani ( Beb):
Orang yang tulus jika berteman, itu yang dapat kuambil dari wajah dan tatapan
polosnya. Selalu kujadikan inspirasi dalam berteman. Pertanyaannya selalu
mencairkan suasana liqo. Septia juga inspirasiku dalam belajar, ia selalu rajin
mencari apa yang dirinya belum ketahui. Sering kutemui dia di perpus sendirian.
Orang cerdas dan pintar memang luar biasa, tapi orang yang rajin dan pekerja
keras tak bisa dibilang biasa ataupun luar biasa, ia lebih dari itu.
Tiara Nabila dan Annisa :
Kedua anakku di kampus. Hehehehe. Mereka selalu menyapaku dengan sebutan
“Bunda”. Karena terlalu sering menyapaku dengan sebutan Bunda, akupun menjadi
aneh kalau tiba-tiba mereka memanggilku dengan nama asliku. Hihihihi. Yang
lucunya, mereka berdua adalah teman 1 meja praktikum dengan ku. Saat semester 1
dengan tiara, dan saat semester 2 dengan Annisa. Hidup memang lucu ya… ( tapi
lucuan aku kan…) -__- gak nyambung!
Sarah Anis : Sarah itu seperti Dewan Penasehat bagiku.
Banyak kata-kata nasehat yang dia berikan untukku. Hal yang tak terduga dari
sarah adalah, ia bisa menebak bahwa golongan darahku adalah AB. Hehe,,Kata sarah
orang kaya wanda yang rada aneh tapi anehnya itu sulit banget untuk dijelaskan,
apalagi kalau bukan dari golongan AB. Hihihihihi…( tapi bener loh..)
Chntya: Orang yang
bilang kalau aku lembut. Sebenarnya aku senang sekali, tapi kalau boleh jujur
aku ini orang yang baru belajar menjadi lembut. Kalau flashback wanda yang
dulu, sulit dikategorikan lembut. Gimana mau lembut, dulu mainannya sama gitar.
Hehehehe ( mata langsung menatap gitar usang nan berdebu tergantung di tembok
dekat kaca, tak pernah terjamah, terancam akan dijual) hihi….Mauuuu Beliii?
Nurul Febi Safitri:
Pernah suatu seketika di semester 2 kami selalu bertemu dalam kelompok dihampir
setiap matakuliah. Rasanya pernah kita satu kelompok dalam 3 matakuliah
sekaligus. Sampai-sampai bosen kalau amprukan bertemu. Ibarat kata anna mah 4 L
( Loe lagi Loe Lagi) hihihi. Semoga fifi gak bosen ya….? J
Risa Rianti: Anak
bogor yang satu ini teh meuni alus pisan kalau berbicara. Nada sundanya teh
meuni khas pisan euyyy. Hal yang paling tak terlupakan bareng risa apalagi
kalau bukan saat MPA ( Masa Pengenalan Akademik) bukan masa pengenalan aku dan
kamu ya….! Kita rela malam malam ke luar gang kostan buat cuma ambil pesanan
tas buat MPA.
#padahal tas untuk MPA dilarang beli loh…hihi
Satu hal yang aku senang dari Risa, wawasannya luas. Itu
semua terlihat saat ia sedang berbicara menjelaskan sesuatu di depan kelas.
Sepertinya ia suka sekali membaca berita-berita ter up date.
Betania dan Putri:
Dimana ada beta, pasti ada putri. Bener kan???? Hehe…dua sejoli ini termasuk
mahasiswa stylist loh…Aku paling ingat saat ada tugas mengajar di salah satu SD
negeri di Jakarta. Mahasiswa yang sedang bertugas mengajar memakai rok hitam
bahan yang biasa, namun beta memakai rok hitam dengan style yang sedikit lebih
bermodel dibanding yang lainnya namun tetap sopan kok J
Hadits R. Deli: Aku dan
deli selalu berdua-duaan kalau lagi praktikum fisika dasar 2. Mungkin karena
hanya aku dan deli yang kurang punya keberanian memakai alat-alat fisika. Kita
berdua hampir sering kebagian job mencatat. Aku mencatat hasil percobaan
sementara, nah..deli bagian menulis di laporan kelompok. Saya rasa praktikum
fisika berubah menjadi praktikum menulis bagi kami. Hihiihi…Tapi hal itu gak
berlangsung lama, di praktikum berikutnya, aku dan deli sudah mulai sering
memberanikan diri untuk menggunakan alat-alat fisika sesuai prosedur praktikum.
( Tos dulu deli…J )
Rahma: Teman
sepenerima bidikmisi, dan perkenalan pertama antara aku dengannya adalah saat
di gedung serba guna sesaat briefing MPA. Mungkin Rahma mahasiwa pertama yang
sudah ngajar privat. Tapi sekarang ia sudah pindah ke Univ lain, Univ dimana
Rahma bisa lebih mengembangkan passionnya lebih dalam. I always support u
Rahma…good Job ya. Congrats for SBMPTN nya…J
Itu hanyalah sekilas cuplikan manis bersama mereka selama 1
tahun dalam orbital yang sama. Adapun ikhwan-ikhwan dari PKB yang mungkin tak
tertuliskan dalam postingan ini. Namun apalah arti uraian cuplikan ini semua,
jika tak terkenang dalam hati. Suka, duka, tawa, candaan, air mata, sudah
banyak kita lewatkan. Masa-masa famday kelas, perayaan ulang tahun, buat video
kelas, berjamaah dalam mengerjakan tugas. Semua itu terbungkus indah dalam
kenangan.
-Semangat tahun kedua-
-Semangat semester 3 dan 4-
Sabtu, 28 Juni 2014
INILAH YANG SEBENARNYA
Pernah
terucap kalimat ini kepada mereka, mereka yang selalu menyemangatiku dikala
iman sedang terkikis…………..
“Kalian
sungguh beruntung, Allah begitu menjaga kalian”.Kataku dengan pelan…
“Tidak seperti itu, Allah sangat menyayagi setiap
hambanya, hanya saja selalu ada ukiran yang berbeda. Begitu juga kau…Kau yang
punya cerita lain untuk mendapatkan hidayahnya. Ingatkah kau tentang cerita
Umar bin Khotob?? Bagaimanakah Umar sebelum memeluk Islam??”
Tersenyum
aku mendengar hal itu. Ya, memang belum ada kata terlambat. Masa lalu
seharusnya kujadikan cambukan akan imanku….
Begitu
banyak waktu berlalu, berlalu percuma. Sempatku bertanya, “Sekiranya masih
cukupkah waktuku yang tersisa tuk tutupi itu semua?”
Ku
coba diam, tak sepatahpun berkata, kini biarlah hati yang membuka apa adanya,
ku tatap langit, berbicara padanya. Inilah aku yang sebenarnya….
Saat
hati mulai bicara, ragakupun menyaksikan ungkapan hati yang terdalam.
Dengarkanlah ia………..
Tersenyum
;)
Meratapiku
dengan tatapan aneh, kasihan, malang…huh
Mengapa
pandanganmu berbeda sekali dengan relung jiwaku??
Dibalik
hujan, kukatakan pada semuanya. Bukan hanya kau ataupun kalian. Tapi kepada
semua yang tunduk pada ilahi.
Aku
sama sekali tak meninggalkan kebahagiaan, justru aku mengejar kebahagiaan. Aku
tidak meniadakan cinta, justru aku sedang membuat cinta itu nyata dan abadi.
Aku tak menyiakan yang ada, justru aku sedang berupaya memberikan yang terbaik
dengan yang ada.
Dengarkan
embun bertasbih, maka kau kan paham ini semua. Tak ada kebahagiaan lain selain
saat mengingat Mu ya Robb, saat ku sadar bahwa semua yang ada di sekelilingku
adalah yang Engkau kasihi. Tak ada cinta yang sejati dan abadi selain cinta
yang Kau berikan untuk hambamu, tak ada yang tersiakan karena ku mencoba
menutup semua masa jahiliyahku.
Aku
tak pernah meninggalkan cinta, cinta tak pernah mati ataupun padam dalam jiwa
ini. Jika kau berikan pilihan untuk pilih dia atau Dia?? Maka pilihlah Dia,
agar bisa menuntumu kepada dia. J
Jangan
paksaku tuk mengejanya satu persatu. Karena aku bisa tersipu malu.
Hmmm…Ku
mencintai kalian karena Alloh
Rabu, 22 Januari 2014
KETIKA AIR BERSILATURROHIM KE RUMAHKU
Assalamu’alaykum
wr.wb.
Kaifa
khaluk??? Ana bi khoir walhamdulillah J # Aamiin
Kalian
mau tau salah satu korban banjir 2014? Tak perlu khawatir ataupun resah untuk
mencarinya, karena saya adalah orangnya. (Pandangan lurus ke depan). Hari ini
memang banyak air kali yang bersilaturrohim ke rumah saya, maklum hampir setiap
awal tahun mereka selalu mampir, padahal saya sudah katakan pada mereka, jika
hanya ingin sekedar menanyakan kabar seorang wanda tidak perlu datang ke rumah,
sekarang kan bisa pakai social media kelesss. Tapi karena air kalinya belum
sekolah karena biayanya belum full gratis dari pemerintah jadinya begini deh,
bukannya pakai weChat, malah lonChat ke rumah. # Maksudnya
rumah saya kena banjirrrrrrrrrrrrrr T_T
Tapi saya
tidak terlalu bersedih, malahan sekarang saya sedang berdiri di rumah saya yang
tergenang air susu coklat ups maksudnya air kali, berharap ada camera
dari TV dan segera menangkap wajahku yang perbedaannya sungguh tipis sekali
dengan Marshanda. # silahkan muntah ditempat yang telah
disediakan. Jika hal itu terjadi, maka senyum eksis akan saya pajang di
depan camera, tangan membentuk membentuk huruf “V”, dan tangan yang satunya
memegang sebuah kertas yang bertuliskan “ Saya Adalah Korban Banjir tapi Bukan
Korban Perasaan ya!”. Seluruh stasiun televisi akan menayangkan hal tersebut
dan pembawa berita pasti akan memberikan komentar. “ Sungguh memprihatinkan
sekali anak ini” . ( huaaaaaaaaaaaa) # Ini bukan eksis,
tapi miriiiis
Hidup ini
memang seperti 2 sisi pada koin, ada senang ada pula sedih. Tapi saya fikir
senang ataupun sedih bukanlah suatu pilihan yang harus dijalani. Jika kita
membuatnya secara terpisah, maka saat kita sedih kita akan sedih setengah mati
sampai lupa bagaimana rasa bahagia itu, dan saat senang maka kita akan senang
bukan main hingga lupa segala kesedihan yang pernah terjadi. Hal tersebut bisa
dikatakan perubahan yang ekstrem seperti cuaca yang dialami negeri ini.
Pernahkah kita berfikir untuk meletakkan sedih diatas senang dan meletakkan
senang di atas sedih????? Dengan begitu tidak akan terjadi shocktherapy yang
mengagetkan dalam kehidupan yang dijalani.
Banjir
memang tak nikmat, tapi lihatah mereka yang kecil masih tertawa riang di tempat
pengungsian. Bermain bersama layaknya saudara satu rumah. Makan hanya nasi
putih pun tak apa asal bersama, berenang bersama melukis bahagia tak peduli
ancaman bahaya yang terjadi. Nikmati sajalah….semua akan terlewati. J
“Ibu pertiwi kini sedang jatuh, tapi tak mengapa itu biasa, tak
usah berkelik siapa yang salah, karena sang ilahi bukan ingin lihat jatuhmu,
melainkan seberapa jauh kita mampu melompat setelah kejadian ini.”
Segelas
air putih kembali aku teguk, ditemani pelukan ringan dari sang angin, sambil
sesekali melihat awan yang sedang menggodaku tuk terus memandangnya, berharap
setelah itu air akan berpamitan.
-Wanda
Amelia Rahma-
Wassalamu’alaykum
wr.wb
SISKOM XXII
Sudah pernah pergi ke
Bogor???? Sudah dong, malahan dua kali. Yeeeeeeeeeeee. # wanda gitu loh
Sungguh katro sekali anak ini, baru
ke bogor saja bahagianya luar biasa, bagaimana jika anak ini ke luar rumah? # huh
menyebalkan ( sebel kok sama diri sendiri)
Waktu itu saya ke Bogor karena ada
acara kampus yaitu SISKOM XXII dan PKMJ.
Sebenarnya acara itu tidaklah wajib, tapi seorang Wanda Amelia rela
meluangkan waktunya untuk ikut acara kampus tersebut ( sok sibuk sekali dia).
Hebat bukan?????. Jika boleh jujur, alasannya ikut acara tersebut karna saya
ingin jalan-jalan ke bogor, kalau ke bogor dengan acara kampus kan biaya irit.
# Wah…MNPO( Mahasiswa Ndak Punya Ongkos ).
Tapi memang benar kok, saya
tertarik dengan 2 acara tersebut. Siskom
dibidang keagamaan, dan pkmj di bidang kepemimpinan. Subhanallah kampus ini,
acaranya benar-benar untuk mencetak generasi pemimpin yang religius. # prok prok bangga
Semuanya memberikan kisah yang berarti untuk
hidup, jiwa, raga, batin, dan sukmaku. Kisah yang pertama diawali dari siskom
terlebih dahulu. Kami yang terdiri dari ikhwan dan akhwat pergi ke Bogor
menggunakan mobil tronton. Saya duduk hampir mendekati pojok dari mobil
tersebut dan agak terjepit-jepit karena jumlah penumpang sangat banyak. Sangking
terjepitnya hingga keberadaan saya pun sulit untuk dideteksi apalagi saat itu
gelap gulita karena kami berangkat pada malam hari tepatnya ba’da isya.
Indahnya malam membuat saya ingin bernyanyi “ Naik naik ke puncak gunung
tinggi-tinggi sekali.” ( tapi malu kalau liat umur hahaha)
Sesampainya di villa, kami yang
telah terbagi menjadi beberapa kelompok menuju kamar kami masing-masing. Tidur
kami diatur serapih dan seefisien mungkin tidak jauh beda seperti ikan asin
lagi dijemur. Tapi karena kami akhwat yang girly sekali, maka pose tidur kami
pun masih nampak unyu-unyu seperti ratu inggris lagi tidur dipengungsian korban
banjir # Sanking unyunya sampai tak ada camera yang mampu mendokumentasikannya.
Saat sepertiga malam, kami
dibangunkan untuk segera melaksanakan sholat malam. Subhanallah sekali acara
ini bukan? Banyak hal yang menarik ketika sedang jamaah sholat malam. Mungkin
karena acara saat itu sangtalah berbau islami, maka imam sholat pada saat itu
membacakan surat yang panjanggggggggggggggggggggggggggg sekali. Subhanallah….di
tengah kesibukannya , kaka tingkat kami sangatlah rajin menghafal Al-Qur’an ,
hal itu terbukti dari bacaan surat dalam sholat yang kebanyakan mengambil dari
juz 29, jikalau membaca juz 30 pun pastinya antara surat an-naba sampai al-fajr
mungkin yang dibaca karena surat itu agak panjang dibandingkan surat pendek
yang sangat terkenal yaitu kalau tidak al-ikhlas, ya al-falaq, atau an-nas.
Allohu Akbar!
Tapi mungkin karena kondisi malam
itu sangatlah melelahkan dan ngantuk, tak jarang dari kami yang ketiduran saat
sholat dikarenakan belum terbiasa sholat dengan surat yang amat begitu panjang
. Saya sebelll banget sama diri saya sendiri, saya ingin khusyuk tapi syaiton
lagi-lagi pinter bingit mengoda mata saya. Yang lain sudah mau iktidal, saya
masih berdiri ketiduran. Istigfar wanda….Sehabis salam, imam pun berdiri lagi
untuk raka’at selanjutnya. Saya pun bertekad untuk lebih khusyuk lagi. Sebelum niat saya berdo’a untuk dijauhkan dari
rasa ngantuk. Aamiin. Namun, ketika saya
berdiri untuk mengikuti imam, banyak dari teman saya yang belum berdiri juga,
saya fikir mungkin mereka duduk sebentar dulu. Akan tetapi, hingga imam selesai
membaca surat Al-Fatihah pun mereka belum juga bangun, khususnya yang ada di
samping kanan dan kiri saya. Konsentrasi saya mulai pecah, padahal rasa ngantuk
sudah tidak ada. Walaupun mata saya memandang lurus ke tempat sujud, namun
karena fikiran saya tergoda akan kelakukan teman saya yang berada di samping
saya, membuat saya mengetahui aktivitas mereka. Mereka membuka Al-Qur’an lalu
segera mencari surat yang dibaca oleh imam, mereka baca mengikuti bacaan imam, dan jika sudah 3
ayat terakhir, mereka baru berdiri untuk sholat. Astagfirullah………( Tak kuat
rasanya ingin tertawa, bagaimana tidak,
Orang yang berada di samping kanan dan kiri saya kompak seperti itu tanpa
kompromi dulu dengan saya). # Saya kan ingin ikutan. ( istigfar wanda, syaiton
memang paling jago menggoda manusia apalagi dalam kondisi lemah alias
kecapean).
Setelah melakukan ibadah, kami pun
berebut kamar mandi.
“ Siapa cepat, di dapat” itulah
jargon kalau lagi ngantri kamar mandi. Karena kelompok saya hampir terdiri dari
para akhwat tangguh. Kenapa tangguh??? Karena kami semua adalah para atlet.
Yups…ATLET BOLA, lebih tepatnya bola bekel. Segala jurus telah kami keluarkan,
salto, koprol, handstand, backroll, akan kami lakukan untuk dapat memasuki yang
namanya kamar mandi. Dan jika kami kalah satu langkah dibanding yang lain, kami
akan mengeluarkan jurus special kami yaitu JURUS BULU. ( Bukan bulu ayam ya).
Melainkan, Buluaaaaaannnnnnnn dong dikamar mandinya (sambil garuk-garuk pintu.)
Waktunya sarapan pun tiba.
Alhamdulillah…hore, hore, hore!. Hidangan untuk sarapan pun tiba, semua sudah
pada posisinya masing-masing. Mata tertuju khusyuk pada makanan, tangan sudah berada pada posisi bersedia.
Siapppp! Mulllllllll, STOP!, salah satu temanku mengingatkan untuk
membaca do’a terlebih dahulu. Hampir saja kami
makan bareng dengan syaiton. Kata Aaminn pun menandakan bahwa perang
sudah dimulai. Hitungan 10 mundur, 9,8,7,6,5,4,3,2,1 ya…habisssssssss.
Alhamdulillahirrobbil’alamiin. Kelompok kami habis duluan.
(
Maklum rata-rata anggota kelompok kami adalah anak kosan yang mungkin ketemu
makanan enak skalanya agak jarang, jadi tidak ada kata jaim dalam kamus kami).
Dalam
acara inipun kami diberikan mentor untuk memberikan materi-materi yang luar
biasa untuk kami. Seorang akhwat cantik dengan kerudungnya yang panjang
membuatnya terlihat anggun sekali. Namanya Ka Yuni, beliau sekarang adalah
murrobi liqo. Beliau bukanlah dari fakultas yang sama dengan kami, beliau dari
fakultas ilmu keolahragaan. Hal tersebut sangatlah menampar kami khususnya yang
menulis blog ini. Beliau saja yang dari fakultas keolahragaan yang notabennya
sangat menguras tenaga tetap bisa tampil islami dan berkelakukan sangatlah
islami dan akhwaatttt banget. Sedangkan aku????????? Huhuhuhuhuhu. Banyak
kekurangan sekali diri ini.
Setelah
bertemu dengan Ka Yuni, sedikitnya aku pun harus berubah. Tak ada lagi rebutan
makanan, tak ada lagi rebutan kamar mandi, kecuali kalau kebeleeettt banget
baru rebutan lagi. Lo???? Akhwat cantik harus sabar, kalau buru-buru
temannya?????? Hayo temennya siapa????? Hehehe
Setelah
mengikuti acara ini, saya mengerti bahwa banyak hal yang harus sedikit demi sedikit
saya rubah. Kini, saya bukan lagi anak SMA .
Salah satu yang harus di rubah adalah tidur saat mendengarkan materi.
Seharusnya sudah tidak lagi memperebutkan tempat duduk di belakang hanya untuk
bisa tidur saat materi atau untuk mendapatkan snack gratis. Karena kalau duduk
di depan jarang dapat snack biasanya. Wanda pasti bisa……Kalau belum bisa juga,
mungkin jika ada materi di acara berikutnya saya akan bawa cabai rawit, atau
kalau perlu snacknya diganti saja dengan cabai rawit sehingga mengurangi resiko
terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan yaitu TIDUR. Dengan cabai rawit, mata
melek, kamar mandipun penuh. Hehehe. #Saran tanpa
penyelesaian.
Acara
yang paling menyentuh adalah saat kami semua ditutup matanya dan dikumpulkan di
suatu tempat. Saat itu semua kaka tingkat menyetting suasananya seperti ada di
dekat neraka. Kaka tingkat saya memang kreatif sekali dalam memberikan kesan
ruhani yang tak pernah bisa dilupakan. Untuk memberikan kesan di dekat neraka,
kami didekatkan ke api yang menyala, dan sesekali kami ditetesi cairan seperti
cairan api neraka yang panas. Dan ternyata cairan itu adalah cairan lilin yang
dibakar ( kelewat kreatif kaka-kaka kami). Teman sekamar saya dikosan menjadi
korbannya, lebih tepatnya rok kesayangannya terkena tetesan lilin. Kami berdua
sempat bingung untuk menghilangkannya. Kami telah berusaha menghilangkan noda
lilin tersebut menggunakan rumus luas lingkaran, tapi tidak bisa hilang juga.
-__-
Hal
yang paling tidak terlupakan juga terjadi saat saya jatuh sakit. Saya memang
kalau terlalu lama di cuaca dingin, akan timbul penyakit PusKesMas ( Pusing,
Keseleo, Masuk Angin).
-__- Apalagi kaos kaki saya basah, namun tetap saya
pakai karena kaos kaki satu-satunya. Huaaaaaa. Saat sedang sholat malam, raka’at
pertama, saya pun terjatuh ke tempat sujud, tak kuat lagi menahan rasa sakit,
ingin menyerah dengan melambaikan tangan ke camera, tapi saya cariin cameranya
dari tadi tidak ada. Yah sudah saya pun tergeletak di sajadah. Setelah imam
mengucapkan salam, teman disamping saya pun langsung memberikan pertolongan
pertama dan dengan sigap membawa saya ke kaka bagian kesehatan.
A:
kamu sakit apa de????
B:
Kurang tau juga ka, Cuma kepala pusing, badan lemes.
A:
Wah..,kaos kaki kamu basah tuh, kamu pasti masuk angin
B:
Hehe..mungkin iya kak, habis saya tidak punya kaos kaki lagi.
A:
Ya ampun kasian sekali kamu de. Ini kaka ada kaos kaki
B:
Dalam hati ( subhanallah kaka ini baik sekali, kaos kaki baru diberikan pada
saya # terharu)
A:
Harga kaos kakinya 10.000 ya…uangnya bisa dibayar ke kakak kapan aja kalau kamu
sudah agak mendingan ya dek
B:
(muka kaget namun tak berdaya).oooh iiyaa ka. Terima kasih ka. #
ingin rasanya gigit jari
A:
Oh ya, kakak juga ada tolak angin nih..
B:
( aduhhh, tolak anginnya bayar lagi gak ya????) terima, enggak, terima, enggak
Karena
dipaksa melulu, akhirnya diminum juga tolak anginnya, dan kabar baiknya bahwa
tolak anginnya ternyata gratis. Alhamdulillah…..
Semua yang terjadi pastilah ada hikmahnya. Berbuat salah
itu biasa, tapi kalau mau terus memperbaiki kesalahan itu luar biasa.
-Wanda Amelia Rahma-
Jumat, 03 Januari 2014
PRAKTIKUM OH PRAKTIKUM
Assalamu’alaikum wr.wb
Pada tulisan ini, saya
akan share tentang praktikum yang telah saya alami saat semester pertama.
Memang tak cukup pengalaman yang bisa saya share. Namun biarlah tulisan ini
menjadi kenangan untuk anak cucuku kelak. #prok prok prok ( sok dewasa sekali
orang ini)
Jujur, saat mengetahui
bahwa jurusan yang saya ambil banyak sekali kegiatan praktikumnya, saya merasa
senang sekali. Saya telah membayangkan..oh sungguh asyiknya bermain di
laboratorium bersama zat-zat imut nan lucu. Rasa bahagia itu bertambah saat
pertama kali saya mendapatkan jas laboratorium. Saat teman saya mengabsen satu
persatu nama untuk mengambil jas laboratorium. Dada ini berdetak kencang
seperti genderang mau perang ( itu lagu mulan jameela). Tiba- tiba…waktu yang
dinanti nanti pun tiba. Suara itu..suara itu semakin jelas terdengar, suara itu
memanggil…memanggil
W A N D A A M E l I A
RA H M A
Aku pun
terharu…menangis aku dibuatnya. Jas lab idaman ada di depan mata. Perlahan demi
perlahan aku mendekati temanku ( berjalan slowmotion). Tanganku gemetar
mengarah ke depan. Sedikit lagi, 3 langkah lagi, dua langkah, dan akhirnya…..
“ Aku dapat, aku
dapat, aku dapat.. hore hore hore!”
Untuk mengungkapkannya
ku rayakan dengan sederhana, yaitu mengucap syukur alhamdulillahirrobil’alamiin.
Kemudian dilanjutkan dengan koprol, guling-guling di lantai dan handstand.
Ciaaaaatttt ha!
Rasa bahagia itu pun
sampai ke kamar kos. Sambil bercucuran
darah dan air mata, aku pakai jas lab itu. Ku kenakan juga kerudung favoritku
yang berwarna biru langit selangit hatiku pada siapa aja boleh. Mata tertuju ke
satu titik dengan radius 600, dengan pendaran cahaya pada panjang
gelombang 680 nanometer setara dengan panjang gelombang pada fotosistem II, dan
tak ketinggalan dengan kelembaban udara yang di setting pada 735 mmHg. Seorang
gadis melebarkan bibirnya selebar ukuran pisang raja yang dijual di pasar.
3 2 1
“Klik” bunyi camera handphone milik temanku. ( Maklum waktu itu hpnya
belum ada cameranya). Wajahku yang mengenakan jas lab baru akhirnya mampu
diabadikan. Wajahkupun seketika berubah menjadi seperti citra kirana. #
Astagfirullah wanda..nyebut wan. Serius dong wanda.
Okay, maaf kan saya.
Saya tau kalian sudah menyipkan kresek masing-masing, saya pun sebenarnya sudah
mual dari tadi. www.mulaiserius.com
Saya memiliki tiga
praktikum setiap minggunya, mereka terdiri dari:
1. Praktikum
kimia dasar
2. Praktikum
fisika dasar
3. Praktikum
biologi umum
Kita mulai
dengan praktikum kimia:
Praktikum kimia dasar
adalah praktikum yang sangat penting karena sesuai dengan jurusanku di kimia.
Dimana semester seterusnya praktikum ini akan terus menemaniku. Jika diminta
untuk menyebutkan satu kata mengenai praktikum kima. Maka kata yang saya pilih
adalah “susu”. Mau tau alasannya? Alasannya karena setelah praktikum diharuskan
meminum susu untuk melarutkan racun-racun dalam tubuh akan bahaya bahan-bahan
kimia yang mungkin tanpa sengaja terhirup. Kebiasaan ini sempat memunculkan ide
temanku, ada salah satu temanku yang akhirnya berjualan susu. Namun sayang
sekali, hal itu tidaklah berlangsung lama. Entah penyebabnya karena apa,
bangkrutkah atau susunya habis diminum dia sendiri. Kejadian itu sempat
memunculkan ide cemerlang nan brilian dari dalam diri saya. Saya sempat
berinisiatif untuk membawa seekor sapi segar yang didatangkan langsung dari
Jawa Timur untuk diperjualbelikan susunya seusai praktikum. Hal tersebut
sangatlah efektif, karena setiap pembeli bisa langsung merasakan susu segar
langsung dari hewannya. Bukankan itu ide yang bagus??? Tapi ide tersebut musnah
ketika saya menyadari bahwa siapapun yang masuk ruang laboratorium haruslah
mahasiswa atau warga universitas. Dengan begitu, si sapi harus mengikuti sbmptn
dahulu agar diperbolehkan masuk ke ruang lab. Oh….itu sungguh melelahkan jika
setiap malam saya harus mengajari les si sapi agar lulus sbmptn. -__-
Praktikum kimia ini
terdiri dari beberapa judul praktikum, namun ada beberapa judul praktikum yang
membuat saya sangatlah berkesan. Salah satunya adalah “Pemurnian”. Pemurnian
terutama saat bagian destilasi, menggunakan alat-alat yang subhanallah
mahalnya. Bisa mencapai jutaan jika kita berhasil merusakan semua alatnya.
Hingga ketika itu akupun berdo’a sebelum praktikum. Beginilah do’anya:
“Ya Allah do’aku
cukuplah sederhana saat ini. Tak muluk-muluk yang kuinginkan. Hanya Kau
lindungi tangan dan kaki ku agar tak memecahkan apapun dari alat-alat lab ini.
Itu sudahlah cukup bagiku. Aamiin”
Praktikum kimia ini
memiliki 3 penguasa (maksudnya 3 asisten lab). Ketiga-tiganya subhanallah keren
dan genius. Ingin rasanya aku seperti mereka. Hehe…
Praktikum
fisika:
Praktikum yang paling
banyak mengganggu iman adalah praktikum fisika. Dikarenakan kaka asisten labnya
yang mengindahkan pandangan mata. Sesering kali aku melihat kaka aslab fisika,
sesering juga aku mengucap istigfar. #ingetdosawanda
Praktikum yang paling
berkesan adalah calorimeter aliran. Praktikum tersebut ditemani oleh kaka aslab
yang unyu-unyu. Sanking unyunya, kita sampai gak berani bertanya apapun. Saat
itu aku kesetrum 2 kali. Untung saja efek
setruman listrik tak menganggu paras wajahku. # astagfirullah. Bagaimana
tidak kesetrum, kabel yang kena air aku pegang secara tangan telanjang.
Waaawwww
( adegan ini hanya
dilakukan oleh orang-orang professional).
Sempat dalam hati
mengingatkan. “ ini bukan debus wanda “
Selain itu praktikum
yang paling subhanallah adalah visikositas atau kekentalan zat cair. Saya
sarankan ketika praktikum ini sediakan bantal, guling, dan cemilan secukupnya.
Karena akan merusak mood Anda dengan lamanya praktikum yaitu pada bagian
menghitung massa bola menggunakan neraca torsi yang labil kaya anak remaja
zaman sekarang.
Praktikum
biologi:
Praktikum ini adalah
praktikum yang kaka aslabnya paling baik. Pokoknya baik banget kaya bidadari.
Disini kebanyakan mengamati preparat-preparat baik tumbuhan maupun hewan. Yang
paling heboh adalah saat membedah kodok. Hihihihihihihi. Banyak yang merasa
takut dan geli melihat kodok. Tapi kalau wanda Amelia mah biasa aja..kan pawang
hewan. Kecuali kalau kodoknya bawa senjata tajam baru deh takut.hehehehe (
becanda ya)
Tapi kalau dilihat
dari segi banyaknya jumlah laporan. Laporan biologi termasuk paling sedikit
dibandingkan laporan lainnya yang terkadang bisa berlembar-berlembar.
Untuk semester pertama
ini, saya telah menghabiskan kurang lebih setengah rim hvs,hampir setengah pak
pulpen, I buah balsem, 3 botol kayu putih ukuran sedang, 2 lembar salompas, 5
pak tolak angin, 9 buah susu kotak, dan beberapa bungkus kopi agar mata melek
secara mendadak. Hehehehe……
Kendala
selama praktikum:
Ada beberapa kendala
yang saya alami. Salah satunya adalah kemahiran saya dalam menggunakan
alat-alat laboratorium. Saya merasa sudah tertinggal jauh dari teman-teman saya
, dimana mereka semua sudah sering malakukan praktikum di laboratorium selama
duduk di bangku SMA. Hal tersebut sempat membuat saya down, namun saya harus
bangkit. Semua masih bisa dikejar. Saya sering belajar cara menggunakan
alat-alat kimia melalui youtube. Dan Alhamdulillah sedikit demi sedikit saya
mulai mengerti. Bahkan sanking seringnya menonton video mengenai praktikum
kimia di youtube, saya merasa tubuh saya semuanya adalah alat-alat kimia. Mata
saya sudah seperti naftalena, lengan saya seperti pendingin liebig, kaki saya
seperti statif, hidung saya seperti pipet tetes, mulut saya seperti corong.
Saya kaget setengah mati melihat diri saya di kaca.
#
Untungnyainihanyamimpi
Alhamdulillah…….
Cukup sekian laporan
saya mengenai praktikum semester pertama. Jika saya masih diberi umur panjang
dan kesehatan, maka nantikan cerita ini semester berikutnya. Saya Wanda Amelia.
Terimakasih dan sampai jumpa.
Wassalamu’alaykum
wr.wb.
Langganan:
Postingan (Atom)
Serunya Oreo 110th Birthday Celebration Bareng Keluarga di Rumah
Hal yang paling dirindukan dari seorang anak perempuan yang sudah berumah tangga adalah momen saat bisa kumpul bareng sama orangtua ters...
-
Assalamu’alaikum guys….mendulang kesuksesan pada post sebelumnya mengenai singkatan lucu deret volta. Ternyata banyak banget yang butu...
-
Hal yang paling dirindukan dari seorang anak perempuan yang sudah berumah tangga adalah momen saat bisa kumpul bareng sama orangtua ters...
-
w punya pengalaman yang gak bakal dilupain deh ampe tua nanti....seruuuu abis.... seneng, sedih, lucu, asem, pedes, sepet, kecut,,,ad...











.jpg)