Tampilkan postingan dengan label LPDP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LPDP. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Januari 2018

MANISNYA TAWAKKAL


Kita hanya bisa memberikan do’a dan ikhtiar terbaik
Allah yang akan mereaksikanyya di Langit
(Wanda Amelia Rahma)



Umat manusia sudah sewajarnya memiliki impian-impian yang ingin diraihnya selama hidup di dunia.  Impian  yang dapat menjadikan seseorang menjadi lebih bermanfaat dari sebelumnya. Selain itu, impian juga sangat jitu meningkatkan semangat dalam hidup, selalu ada target-target yang ingin dicapai baik dalam jangka pendek atau-pun jangka panjang. Impian akan jauh lebih baik jika tidak hanya di awang-awang saja karena khawatir akan terlupa. Belajar dari orang-orang sukses merealisasikan impiannya, bahwa mereka selalu menulis impian tersebut di atas kertas dan di tempel di bagian dalam kamarnya yang sering dilewati agar terpacu gairah hidupnya setiap hari.   Ada yang mengatakan bahwa hidup itu tenang saja seperti air yang mengalir. Banyak orang yang keliru mengartikan kalimat tersebut. Hidup seperti air yang mengalir bukanlah hidup dengan kepasrahan, melainkan hidup itu perlu tujuan atau targetan yang ingin dicapai. Sejatinya air yang mengalir memiliki tujuan untuk sampai ke hilir.

Selepas merasakan indahnya menjadi wisudawan Universitas Negeri Jakarta pada tanggl 16 Maret 2017, diri ini-pun langsung menatap deretan impian yang masih terpajang di dinding kamar.  Melanjutkan Studi S2 secara gratis melalui beasiswa, begitulah tulisan salah satu impian yang sudah dituliskan sejak duduk di bangku SMA kelas X.

Setelah melihat syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan beasiswa LPDP ( Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) merupakan pemberi beasiswa untuk program Magister dan Doktoral dari Pemerintah Indonesia, diri ini jadi terpacu untuk mencoba mengikuti seleksinya pada tahun 2017. Mencoba meluruskan niat, merancang strategi , dan terus mendekatkan diri kepada Sang Khalik agar diridhoi dan diberikan kelancaran. Banyak pertolongan Allah yang berperan ketika proses seleksi, dimulai dari skore toefl yang mencukupi persayatan LPDP walaupun diri ini belum pernah sama sekali sebelumnya mengikuti tes toefl apalagi belajar di suatu lembaga khusus. Setiap malam berusaha selalu berkabar dan  memohon kepada Allah terkait perkembangan proses seleksi. Hingga akhirnya diri ini sampai pada tahap terakhir. Atas ijin Allah SWT, diri ini bisa lolos seleksi pada tahap 1 dan tahap 2. Kini diri ini harus berjuang ekstra di tahap terakhir yaitu tahap wawancara, penulisan esai on the spot , dan LGD.

Rasa syukur begitu besar diri ini panjatkan kehadirat Allah SWT dimana diijinkan bisa lolos hingga ke tahap 3 serta menyisihkan banyak orang. Seleksi tahap ke-3 ini tentu harus optimal  sebagai wujud syukur pada Sang Ilahi yang  telah memberikan nikmat yang banyak.

Diri ini sudah mempersiapkan segala berkas yang diperlukan H-1 minggu dari waktu wawancara dilakukan. Pada tahap terakhir ini terdapat verifikasi dokumen dimana akan dicocokkan dokumen asli dengan dokume yang di upload. Apabila dokumen tidak sesuai maka peserta dapat didiskualifikasi dan akan di blacklist. Bisa dibilang, diri ini sangat mempersiapkan dengan serapih mungkin, bahkan diri ini menyempatkan untuk survey lokasi seleksi sebelum jadwalnya. Secara tertulis, jadwal untuk verifikasi dokumen adalah pukul 13.45. Karena khawatir terlambat, maka diri ini sudah hadir di lokasi sejak pukul 09.00. Alhamdulillah kondisi ruhiyah kala itu sedang dalam keadaan baik. Tilawah 1 juz sudah terselesaikan, Sholat Dhuha sudah ditunaikan dan amalam yaumiyah lainnya. Ketika sudah masuk waktu untu verifikasi, ternyata berkas toefl yang dibawa tertukar dengan berkas tes TOEP. Pihak LPDP masih memberikan waktu 2 jam untuk membawa berkas toefl yang asli. Estimasi waktu yang diperlukan dari lokasi tes ke wawacara normalnya ialah 4 jam untuk pulang dan pergi. Sedangkan ini, hanya diberi waktu 2 jam saja untuk pulang dan pergi. Atas saran dari penumpang kereta, diri ini tidak melanjutkan transit ke stasiun lainnya karena akan memakan waktu. Alhasil diri ini menuju tukang ojek. Melalui kalimat penawaran yang kece, alhamdulillah akhirnya ada satu tukang ojek yang  bersedia mengantarkan ke kosan dengan waktu 30 menit. Sesampainya di kosan, mata langsung menuju lemari tempat penyimpanan berkas-berkas penting. Qodarullahnya, berkas toefl belum ditemukan bahkan sampai lemari baju dibongkar,  berkas toefl juga belum ditemukan. Duduk dipojok kamar sambil beristigfar memohon ampun dan mencoba ikhlas dan meyakinkan hati bahwa ini sudah takdir Allah yang terbaik untuk hamba. Di tengah istigfar , datang Ibu kos yang ikut membantu mencarikan berkas tersebut. Lagi-lagi pertolongan Allah ada melalui tangan Ibu kos yang berhasil menemukan berkas tersebut. Tanpa berfikir panjang, diri ini langsung melaju kembali menuju lokasi seleksi.

Pukul 16.00 WIB lewat beberapa detik yang menunjukkan bahwa sudah 2 jam lebih beberapa detik diri ini sampai ke lokasi seleksi. Atas ijin Allah, berkas tersebut masih diterima dan diri ini diperkenankan mengikuti tes wawancara. Saat memasuki ruangan wawancara, tersadar bahwa diri ini adalah peserta terakhir yang akan diwawancarai karena insiden tertukasnya berkas toefl dengan toep. Penampilan sudah lusuh dan lemas, namun tetap mencoba tampil prima. Sesekali menarik nafas dan menghembuskannya. Berkata dalam hati bahwa diri ini sudah banyak dibantu oleh Allah SWT dari pintu yang tidak di sangka-sangka, maka diri ini akan memberikan yang terbaik di sesi wawancara sebagai wujud terimakasih dan rasa syukur. Lahaula wala quwwata illa billa.

Proses wawancara berlangsung sangat sengit dengan pihak dosen yang mewawancarai. Akan tetapi Allah beri kelancaran lisan dalam menjawab sehinga jawaban diri ini terlihat sangat meyakinkan. Proses wawancara-pun berhasil dilewati dengan penuh perjuangan.. Walaupun proses seleksi sudah selesai, namun hati sempat merasa khawatir dan  merasa pesimis. Teringat akan beberapa pertanyaan dosen pewawancara yang sangat menjebak, ditambah lagi keterlambatan datang saat wawancara akibat insiden berkas tertukar. Hal-hal itu menjadi andalan syaitan untuk meggoyahkan hati. Alhamdulillah Allah beri hidayah melalui ceramah di media social terkait Tawakkal.

Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan baginya jalan ke luar (bagi semua urusannya). Dan memberinya rezki dari arah yang tidada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (segala keperluan)nya” (QS ath-Thalaaq:2-3).

Sesaat sebelum pergi menemani binaan untuk I’tikaf di Masjid  terdapat email masuk dari pihak LPDP yang isi pesannya menunjukkan bahwa diri ini lolos tahap terakhir dan resmi menjadi penerima beasiswa LPDP. Nikmat mana lagi yang mau kamu dustakan??  Sejenak hamba merenungi betapa indahnya Allah memberikan rasa bahagia melalui sebuah rintangan , peristiwa itu benar-benar meyakinkan diri ini bahwa Tawakkal yang kita lakukan pasti akan berbuah manis. Karena kita manusia memiliki kemampuan yang  terbatas, dan hanya Allah yang Berkuasa.


Ketika semuanya dikembalikan  kepada Allah, hati tenang nan bahagia
Sungguh manis buah dari Tawakkal








PERJUANGAN DIBALIK SELEKSI SUBSTANSI LPDP

Assalamu’alaykum wr.wb

Hallo guys, people, abang, none, akang, teteh, mas, mba, dan wanda lovers para blogger lainnya.

Setelah posting-an yang lalu tentang 2 jenis seleksi LPDP, kini giliran seleksi LPDP yang terakhir yaitu “SELEKSI SUBSTANSI”




Penulis butuh semangat lebih untuk menulis kembali karena selama liburan penulis disibukkan dengan kegiatan ke-artisan seperti main film (yang bener nonton tv aja kok), berbisnis wandamart (lebih tepatnya jagain warung ibu), kampanye untuk pilkada 2018 (maksudnya silaturrahim ke sahabat-sahabat masa kecil). Kece banget ya…..:) -_-





Okay, back to our topic. Untuk seleksi substansi ini adalah seleksi yang penuh drama sekali bagi penulis. Penasaran???

Seleksi substansi ini terdiri dari 3 tahapan + verivikasi dokumen, yaitu

1)wawancara
2)penulisan esai on the spot
3)LGD

Secara singkat teknis penilaiannya adalah menggabungkan nilai ke 3 tahapan tersebut dan disesuaikan dengan urutan prioritas yang disepakati LPDP. Misalnya, jurusan sains memiliki prioritas lebih besar dibandingkan jurusan lainnya. Hal-hal tersebut menjadi pertimbangan LPDP. Adapun prioritas jurusan mungkin tidak akan selalu tetap seperti itu, pasti ditentukan dengan kebutuhan bangsa saat itu. So, membaca buku panduan LPDP terbaru menjadi hal yang wajib bahkan fardhu ‘ain 
(lebay banget -_-).

Bagaimana sih teknis 3 tahapan seleksi substansi?

Jadi, nanti kita diinformasikan terkait jadwal seleksi substansi kita oleh pihak LPDP berikut waktu-waktunya. So, setiap pendaftar sudah mengetahui pada jam dan menit ke berapa dia akan di verivikasi dokumennya, pada jam dan menit ke berapa dia akan wawancara dan tes penulisan esai. Semuanya sudah di atur sedemikian rupa oleh pihak LPDP. Keren deh pokoknya J

Seleksi substansi ini tidak hanya diadakan di Jakarta kok, LPDP juga mengadakannya di beberapa kota besar. Total waktu untuk seleksi substansi ini adalah 3 hari. So, kalau kamu sudah lolos di 2 tahap sebelumnya harus rajin buka email dan sms ya. Khawatir karena lalai buka email dan sms, jadi terlewat jadwal seleksi substantif. Kan sayang banget L

Untuk wilayah Jakarta di laksanakan di STAN (Bintaro) selama 3 hari yaitu Senin, Selasa, dan Rabu. Wanda sendiri mendapat jadwal verivikasi dokumen pada hari Selasa pukul 13.45 dan jadwal wawancara pada pukul 15.00. Sedangkan tes penulisan esai dijadwalkan pada hari Rabu (pagi hari) dan LGD dijadwalkan setelah tes penulisan esai selesai. Untuk hari Senin, Wanda tidak mendapatkan jadwal tes apapun. Jadi, Wanda gunakan hari itu untuk survey lokasi. 

(FYI, Wanda orangnya prepare banget sampai hal-hal terkecil) Bahkan dokumen untuk verivikasi sudah dipersiapkan rapih 1 minggu sebelum jadwal seleksi substantif. (maklum..perempuan memang begitu)

#VERIVIKASI DOKUMEN

Jeng jeng……..
Drama di mulai

Verivikasi dokumen adalah verivikasi segala dokumen yang telah kita upload saat seleksi administrasi dengan menunjukkan dokumen asli. Apabila ditemukan dokumen palsu maka otomatis akan didiskualifikasi dan di black list dari LPDP. Apabila sudah lolos verivikasi dokumen, baru kita diijinkan untuk tes ke-3 tahapan tersebut. Ada sedikit drama yang terjadi waktu itu. Penasaran??? 
(siapkan tisu atau ember untuk membaca kisahnya)
Padahal kisahnya biasa aja sih -_-

Seperti yang sudah di sampaikan di atas. Wanda ini tipenya prepare banget. Bahkan tugas kuliah yang dikumpulkannya 2 bulan lagi, sudah Wanda kerjakan dan rapihkan dari jauh-jauh hari. Apalagi untuk seleksi besar seperti LPDP. Tentu persiapannya bukan main. Paska dinyatakan lulus sidang pada tanggal 16 Februari 2017, langsung menyiapkan segala printilan dokumen LPDP, rajin gangguin kaka tingkat yang sudah lolos LPDP (hehe), melototin pdf panduan LPDP setiap hari karena khawatir ada hal-hal yang terlewat untuk dibaca. Pokoknya luar biasa deh persiapannya. Bahkan satu hari sebelum seleksi substansi sudah survei lokasi. #Kan maiiin (bukan main)

Berdasarkan jadwal bahwa Wanda akan di verivikasi dokumennya pada hari Selasa pukul 13.45 WIB. Akan tetapi Wanda sudah hadir di tempat seleksi pukul 09.00 pagi. Niat banget bukannnnn? Tidak hanya usaha secara duniawi, Wanda juga mengupayakan melalui do’a dan pendekatan spiritual ke Allah SWT. Sebelum jadwal seleksi, Alhamdulillah sudah qiyamul lail, sudah menyelesaikan odoj (one day, one juz), sudah sholat Dhuha, dzikir, sholawat, dll. Pokoknya ikhtiar dan do’a sudah dikerjakan. Oleh karena itu pada waktu memasuki Dzuhur, Wanda terlihat lebih tenang dan percaya diri. Percaya diri karena merasa segala persiapan baik yang berbau dunia dan akhirat sudah tuntas dilakukan. Hingga tiba saatnya…….

Saat di mana pihak yang menge-check dokumen Wanda mengatakan, “Di mana sertifikat toefl yang asli? Ini hanya ada sertifikat tes TOEP UNJ saja”. 
Jederrrrrrrrr (seakan-akan ada petir di siang hari yang panas itu). 

Saat verivikasi itulah baru tersadar bahwa sertifikat toefl yang asli tertukar dengan sertifikat TOEP UNJ. Sempat bengong sekian detik karena masih tidak percaya bahwa Wanda bisa teledor seperti itu. Padahal dokumen untuk verivikasi selalu di check setiap hari di kamar kos setiap detailnya. Akhirnya dengan muka memelas nyaris frustasi memohon belas kasihan ke pihak LPDP untuk memperbolehkan Wanda membawa dokumen aslinya pada besok hari (hari Rabu). Setelah pihak LPDP berdiskusi, beliau hanya mengijinkan Wanda untuk kembali ke kosan dan mengambil sertifikat toefl yang asli. Paling lama di tunggu hingga pukul 4 sore hari itu. Jika berhasil, maka pukul 4 sore, Wanda diijinkan melalui tes wawancara yang seharusnya secara jadwal dilakukan pada pukul 3 sore. Apabila hingga pukul 4 sore tidak berhasil membawa sertifikat yang asli, maka harap lapang dada untuk tidak bisa melanjutkan seleksi berikutnya. Syedih ;(

FYI, lokasi kos-an Wanda ada di Jakarta Timur, sedangkan lokasi seleksi ada di Jakarta Selatan. Butuh waktu 4 jam biasanya untuk pulang pergi dari JakSel-JakTim lalu JakTim-JakSel menggunakan jalur angkot dan kereta. Namun pihak LPDP hanya memberikan waktu 2 jam saja tidak lebih. Tidak banyak berfikir, Wanda langsung lompat ke luar gedung mencari Ojek pangkalan menuju stasiun pondok ranji. Tabrak sana, tabrak sini pokonya yang penting sesegera mungkin masuk ke kereta. Di dalam kereta, tangan bergetar bukan main, waktu seakan bergerak sangaaat cepat dari biasanya. Hingga seorang Ibu-Ibu bertanya mengenai apa yang terjadi hingga tangan ini bergetar dan panik. Walaupun dengan mulut gemetar, tapi mencoba tetap tenang ketika menjelaskan apa yang sedang dialami ke Ibu-ibu tersebut. Singkat cerita, beliau memberi saran untuk tidak melanjutkan perjalanan menggunakan kereta karena kereta akan lama di jam sibuk seperti ini. Alhasil, setelah transit di stasiun tanah abang, langsung bergegas mencari Ojek Tradisional.

“Siapa di sini yang bisa anterin saya ke Rawamangun, Jakarta Timur hanya dalam waktu 30 menit?”

Tiba-tiba semua tukang ojek menolak tidak menyanggupi dengan berbagai alasan. Hingga tiba-tiba ada 1 tukang ojek dengan gagah perkasa bagaikan pahlawan di kartun-kartun menawarkan kesiapannya. “Makasih ya Allah”

Cuuuuuuuuuussss…..langsung melaju dengan pahlawan tukang ojek .


Baru pertama kali, dibonceng dengan tukang ojek super cepat sampai-sampai saat melewati polisi tidur, tidak di rem sama-sekali. Kerudung sudah terbang ketarik oleh gesekan angin yang kencang, debu-debu sudah bereaksi penuh di wajah. Kencangnya Bapak tukang ojek-pun berhenti saat bensin beliau habis -_- Karena jam-jam pulang kerja, pom bensin-pun ramai sekali dan antrian sangat panjang. Ide kreatif-pun muncul. Mencoba meminta maaf dan mengabarkan kondisi Wanda yang sedang dikejar waktu ke setiap pengendara yang sedang antri bensin. Alhamdulillah, lagi-lagi pertolongan Allah. Bapak tukang ojek yang antri dibagian paling belakang dipersilahkan langsung ke depan untuk mendapatkan bensin lebih dulu. #terharu

Sesampainya di kos-an, Bapak tukang ojek diminta menunggu di depan kos-an dengan kondisi belum di bayar sama Wanda. #wandategaL

Mencoba mencari sertifikat toefl yang asli di lemari buku dengan tangan gemetar dan wajah panic karena ketika itu sudah pukul 3 sore. Tersisa satu jam lagi. Bongkar sana, bongkar sini

Kenyataan pahit harus ditelan, sertifikiat toefl itu tidak ada. Ukuran sertifikat tersebut memang kecil, khawatir tidak sengaja kebuang ke tempat sampah. Karena beberapa hari lalu, Wanda memang membuang berkas-berkas selama kuliah S1 yang dianggap sudah tidak penting lagi. Mungkin kertas toefl-nya ikut terbuang teman-teman L

Hanya bisa duduk di pojokkan kamar kosan, sambil menekuk lutut, menundukkan wajah sambil memproduksi ber-liter-liter air mata (sumpah lebay banget sampai liter-_-). Hingga bunyi klakson tukang ojek berbunyi seakan meminta bayaran. Ibu kos akhirnya datang ke kamar kos sambil mengingatkan bahwa tukang ojek di bawah sudah minta bayaran. Posisi Wanda waktu itu masih nangis di pojokkan seakan tidak menyangka bahwa diri ini gugur dari LPDP karena berkas yang tertukar L Melihat kondisi Wanda yang memprihatinkan, Ibu kos-pun dengan bantuan anaknya mencoba mencari kertas persegi panjang berwarna pink tersebut.

Atas ijin Allah SWT, kertas yang menjadi benda yang paling dicari kala itu justru berhasil ditemukan oleh Ibu kos hanya dalam waktu 2 menit saja. Kertas tersebut berada di dalam amplop putih besar yang sebenarnya sudah sempat Wanda pegang-_- Tanpa berfikir panjang, langsung bergegas menuju tempat lokasi. Singkat cerita sampai-lah di tempat lokasi pukul 16.00 WIB lewat beberapa detik saja. Pihak LPDP kaget bukan main saat Wanda mendorong paksa pintu tempat verivikasi dokumen dilakukan, wajah beliau-beliau kaget tidak menyangka. Berkas toefl langsung diberikan dan segera dipersilahkan untuk mengikuti wawancara. Ruangan tempat berlangsungnya wawancara sangat besar sekali. Seperti rungan di Hogwarts waktu Harry Potter tes penempatan menggunakan topi Hogwarts. Keren deh pokoknya. Tapi karena kejadian itu, Wanda jadi peserta terakhir yang diwawancarai dengan kondisi muka yang sudah kumel kena debu, baju sudah acak-acak-an. Mencoba mensyukuri nikmat Allah karena berkas toefl berhasil ditemukan dan terbebas dari ancaman blacklist LPDP dengan memberikan yang terbaik saat sesi wawancara. Tarik nafas sambil mengucapkan Lahaula wala quwwata illa billah menjadi formula andalan sebelum wawancara.

#Melalui seleksi wawancara ala Wanda

Tampil dengan percaya diri namun dengan sikap yang sopan dan ramah. Senyum menjadi hal yang dilakukan pertama kali. Mengucap salam kepada tiga pewawancara, bersalaman kepada ke tiga pewawancara tersebut. Ketika itu ada satu pewawancara wanita duduk di tengah dan dua pewawancara lainnya adalah laki-laki. Gaya Wanda besalaman tetap mengikuti aturan Islam artinya tidak bersentuhan kepada pewawancara laki-laki. Kemudian Wanda dipersilahkan duduk, barulah Wanda-pun duduk di bangku yang sudah disediakan. Pewawancara wanita mulai membuka sesi wawancara dan memperkenalkan nama pewawancara ketika itu. Saya-pun mendengarkan dengan seksama saat beliau membuka sesi wawancara dan menghafal nama-nama pewawancara yang telah disebutkan beliau. Wanda-pun mengucapkan terimakasih atas waktu yang diberikan sambil menyebutkan nama pewawancara. Jadi, selama wawancara Wanda tidak hanya menyebut para pewawancara dengan panggilan Bapak atau Ibu saja. Wanda juga menyebut lengkap dengan nama para pewawancara. Hal tersebut bisa menandakan bahwa kita benar-benar seksama menyimak apa yang di sampaikan oleh pewawancara saat sesi pembukaan.

#Beberapa pertanyaan yang diberikan beserta jawaban Wanda

1.      Kenapa kamu datangnya terlambat? Kamu tadi keasyikan makan di kantin ya?
Mohon maaf atas keterlambatan ini. Saya sebenarnya sudah hadir di tempat seleksi sejak pukul 09.00 pagi. Saya terlambat karena mendapatkan accident bahwa kertas toefl yang asli tertukar dengan kertas TOEP UNJ. Alhasil saya diminta LPDP untuk mengambil berkas tersebut sampai batas akhir jam 16.00 WIB. Padahal lokasi kos saya jauh, beberapa orang sudah pesimis melihat kondisi saya. Akan tetapi saya berupaya semaksimal mungkin untuk mengambil berkas tersebut. Berusaha terus berfikir positif sambil berdo’a kepada Yang Maha Kuasa. Alhamdulillah, Allah ijinkan saya untuk berhasil mengambil berkas toefl yanga asli dan sampai ke lokasi seleksi tepat waktu. Saya sekali lagi mohon maaf akan hal tersebut.
(Saya rasa, penjelasan tersebut mampu merubah kesan negatif di awal terhadap diri saya akibat terlambat menjadi kesan yang sedikit lebih baik)
2.      Coba jelaskan tentang diri kamu?
Saya Wanda Amelia Rahma merupakan pribadi yang tangguh dan pekerja keras. Saya berhasil lulus cepat 3,5 tahun dari pendidikan kimia UNJ dengan kondisi awal yang tidak diperhitungkan oleh banyak orang. Saya berasal dari SMA di kabupaten dengan kondisi Laboratorium kimia yang jarang bahkan nyaris tidak digunakan. Sehingga kemampuan saya di laboratorium sangat rendah. Ketika masuk pendidikan kimia UNJ, saya sering mendapatkan nilai yang rendah khususnya saat praktikum karena saya tidak memiliki banyak ilmu terkait keterampilan praktikum. Sedangkan teman-teman saya yang lain sebagian besar berasal dari SMA di kota-kota besar yang sudah canggih peralatan laboratoriumnya. Saya tidak berkecil hati, saya belajar hingga larut malam dari Youtube untuk mengejar ketertinggalan saya dalam memahami keterampilan praktikum kimia. Alhamdulillah di tahun ke dua kuliah, saya mendapatkan peningkatan keterampilan praktikum dibuktikan dengan nilai praktikum yang berubah menjadi A. Semenjak itu, saya mulai tertarik mengikuti lomba karya tulis berbau kimia. Awalnya banyak menemui kekalahan, namun pada akhir kuliah mampu mendapatkan juara-juara sesuai yang tertera pada CV. Kerja keras belajar tersebut saya coba pertahankan bahkan tingkatkan hingga akhirnya atas kuasa Allah, saya berhasil lulus 3,5 tahun dengan nilai IPK 3,73. Pada angakatan sebelumnya, belum ada yang berhasil lulus 3,5 tahun dari pendidikan kimia UNJ. Judul skripsi saya juga merupakan judul baru yang baru ada di pendidikan kimia . Penelitian saya itu-pun kini telah mendapatkan Hak Cipta. Banyak orang yang tidak menyangka, mahasiswa dari desa yang sering kebingungan di laboratorium kini justru berhasil menjadi Mahasiswa Berprestasi Utama FMIPA sekaligus lulus cepat 3,5 tahun. Pada tahun sebelumnya, jarang sekali mahasiswa kimia mengikuti ajang mahasiswa berprestasi. Karena tugas kimia sudah penuh di laboratorium dari pagi hingga sore berikut tugas laporannya yang harus ditulis tangan. Akan tetapi karena ijin Allah, saya mencoba menggunakan manajemn waktu yang baik antara kuliah, organisasi, akademik, dan ibadah menjadi seimbang.
(Jadi, jika kita diminta menjelaskan tentang diri kita, maka di situlah saatnya kita “menjual diri kita” dalam arti menunjukkan keunggulan kepribadian kita. Menurut saya, tidak perlu kembali menceritakan tentang diri kita yang sudah kita tulis di CV dan yang sudah kita tulis di esai. Kita ceritakan sisi lain kita yang menunjukkan bahwa saya ini memiliki kepribadian yang tangguh. Tentu ceritakan dengan sebenar-benarnya. Karena akan ada pewawancara yang merupakan psikolog sehingga akan mudah mengamati apa yang kita katakan. Lagi pula ada Allah yang selalu mengamati kita)
3.      Pernahkah kamu mengalami kekecewaan?
Saya pernah mengalami kekecewaan.
4.      Kekecewaan terbesar apa yang pernah kamu alami selama kuliah S1?
Kekecewaan ketika saya memenangkan sebuah perlombaan bersama anggota tim saya, namun hadiah yang diberikan tidak sesuai dengan yang diutarakan di awal.  Padahal uang tersebut sudah direncanakan untuk mengikuti kegiatan di luar negeri.
5.      Bagaimana cara kamu mengatasi kekecewaan yang kamu rasakan?
Untuk mengatasi kekecewaan, saya mengubah hal negative tersebut menjadi hal positif. Sama seperti kejadian yang baru saya alami, ketika saya sadar bahwa berkas toefl saya tertukar maka saya mencoba berpositif thingking bahwa Allah akan membantu saya dan akan ada hikmah besar dari peristiwa yang saya alami. Akhirnya kekecewaan saat s1 tersebut membuat saya berfikir untuk mencari solusi dan hikmah. Karena tetap tidak mendapatkan hadiah sejumlah yang dijanjikan, maka saya berupaya mencari sponsor ke luar universitas untuk membantu dana kegiatan saya di luar negeri. Berdasarkan peristiwa tersebut, saya baru mengetahui bahwa banyak sponsor-sponsor di luar Universitas yang dapat membantu kita dalam hal berprestasi.
6.      Apa yang kamu lakukan setelah lulus dari S1?
Saya baru saja wisuda pada bulan Maret 2017. Saya mengajar secara private matapelajaran kimia , ipa, dan matematika SMP dan SMA. Saya juga masih membantu dosen saya dalam project jurusan.
7.      Selama kamu membantu dosen kamu, apakah kamu di bayar?
Pembayaran tidak formal seperti kita bekerja di sebuah instansi, hanya kadang kala setelah project selesai, dosen saya mengirim uang ke rekening saya pribadi.
8.      Mengapa kamu memilih Ilmu Kimia di UI?
Karena Ilmu Kimia di UI terbagi 3 menjadi Hayati, Non-hayati, Bioteknologi. Untuk menunjang ide Tesis saya, saya membutuhkan ilmu kimia organic dan biokimia yang bisa saya dapatkan di Ilmu Kimia Hayati. Sedangkan di Universitas lain jurusannya sangat detail seperti jurusan kimia organic saja, jurusan kimia fisik saja.
9.      Coba jelaskan judul Tesis yang sudah kamu siapkan?
Saya menjelaskan judul Tesis saya (mohon maaf tidak dijelaskan di sini ya)
10.  Mengapa kamu pindah jurusan dari pendidikan kimia (S1) kini menjadi Ilmu Kimia Murni? Saya lihat, nilai-nilai matakuliah kimia murni di ijazah tidak lebih besar daripada nilai matakuliah pendidikan
Saya memutuskan ke kimia murni karena saya merasa kurang mendapatkan ilmu terkait kimia-nya ketika kuliah di Pendidikan Kimia. Sedangkan selama S1 saya tertarik dengan penelitian-penelitian kimia terbukti dengan judul-judul karya tulis saya tentang kimia murni. Saya juga punya impian besar untuk bangsa ini dan hal itu dapat diwujudkan dengan materi kimia murni. Terkait nilai matakuliah kimia murni yang lebih kecil dari matakuliah pendidikan karena karakter penilaian matakuliah kimia murni jauh lebih ketat dan detail, karakter materinya juga jauh lebih complicated.
11.  Jika saya meminta kamu untuk pindah daftarnya ke Pendidikan Kimia, bagaimana?
Seperti yang sudah saya jelaskan, bahwa saya memiliki ketertarikan dengan kimia murni dan hal tersebut sudah dibuktikan dengan penelitian-penelitian semasa S1. Akan tetapi, jika Negara ini lebih membutuhkan saya di pendidikan kimia. Maka, saya siap untuk kembali ke pendidikan kimia. Karena tujuan utama saya memang untuk berkontribusi pada bangsa ini.

Setelah pertanyaan selesai maka ada 1 dosen laki-laki yang memberikan pesan kepada Wanda. Isi pesannya berikut ini, “Wanda, kamu itu ibarat kueh di atas meja, pasti akan ada semut yang mencoba memakan kueh tersebut. Maka kamu harus mencoba tidak begitu saja memberikan untuk semut-semut tersebut. Semoga sukses”

Saya mengucapkan terimakasih ke setiap pewawancara dengan konsisten menyebutkan nama pewawancara. Kemudian bersalaman satu per satu sesuai adab bersalaman kepada yang bukan muhrim. Mengucapkan salam penutup dan tetap tersenyum.

Setelah keluar dari ruangan tersebut, rasanya lelah ini berubah menjadi lega. Setidaknya saya berhasil tidak menyerah pada hari ini!!!

***
#Waktunya penulisan esai on the spot

Hari Rabu pagi tepat waktunya untuk tes penulisan esai on the spot. Kondisi paska kejadian kemarin masih membekas. Saya harus menerima kondisi bahwa sepatu saya jebol di stasiun. Mungkin karena kemarin dipakai lari ke sana ke sini demi mengejar berkas toefl. Alhasil saya beli sandal jepit di stasiun. Saya-pun datang ke lokasi seleksi menggunakan sandal jepit-_- Allah yang sudah banyak membantu saya untuk tetap melewati serangkaian tes dengan tetap penuh keyakinan walaupun kondisi sandal berbeda 180 derajat dengan peserta yang lainnya. Saya harus memilih 1 topik dari 2 topik yang diberikan. Untuk mempersiapkan tes yang satu ini. Wanda rajin sekali membaca berita baik berita nasional dalam negeri maupun luar negeri. Tips dan trik dari Wanda untuk penulisan esai:

1.      Penulisan terdiri dari latar belakang topic, ide/solusi/gagasan, penutup yang berisi kesimpulan.
2.      Mengaitkan topic yang dipilih dengan background jurusan kita.
3.      Tulis dengan rapih sesuai aturan penulisan yang benar.
4.      Manajemen waktu

Wanda waktu itu memilih topic tentang “Hoax”. Wanda kaitkan dengan isu-isu di kehidupan sehari-hari yang ternyata setelah dibuktikan menggunakan konsep kimia, ternyata isu tersebut Hoax. Wanda juga menjelaskan penemuan terbaru dari ITB terkait alat pendeteksi Hoax. Sehingga walaupun topiknya umum, isi esai Wanda tetap bermuatan sains sesuai background pendidikan Wanda yang berasal dari kimia.

#Waktunya LGD yeaayyy

Waktu itu kita yang terdiri dari 8 orang kalau tidak salah dikumpulkan dalam satu ruangan. Masing-masing dari kita diberikan kertas yang berisi penjelasan isu yang akan dibahas. Kertas tersebut tidak boleh kita coret-coret. Hati-hati ya! Ada pula kertas kosong yang disediakan untuk coret-coret kita. Waktu itu bukan Wanda yang membuka diskusi karena jujur, Wanda kurang paham dengan isu yang diberikan yaitu tentang “start up”. Wanda mencoba menyimak dengan ekspresi wajah yang penuh perhatian kepada siapa saja yang memberikan pendapat. Sambil berupaya mencari celah untuk memberikan pendapat, atau sekedar penguatan terhadap suatu pendapat. Karena Wanda benar-benar kurang menguasai isu tersebut. Oh iya, sebelum kita mulai berdiskusi, akan diberikan waktu untuk kita membaca baik-baik isu yang diberikan.

Saya-pun mengucapkan banyak syukur kepada Allah atas kemudahan yang Allah berikan di tengah kesulitan yang dialami. Harapan untuk lolos pada awalnya nyaris sedikit, melihat kejadian yang telah sempat bikin heboh pihak LPDP-_- Sembari saya-pun banyak memohon ampun karena sangking prepare-nya kadang saya jadi kelewat percaya diri dan lupa kalau ada Allah Yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Sempat terucap dalam hati, sekiranya saya tidak lolos LPDP sekiranya saya telah berjuang sampai titik akhir darah penghabisan. Sekiranya tidak lolos, saya bisa menceritakan kisah perjuangan ini ke Wanda junior kelak (hehehe) bahwa Ibunya pernah berjuang sebegitu kerasnya bukan untuk mengejar dunia secara berlebihan tapi sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.
#wandamenatapmasadepan




***
Waktu sebentar lagi sudah masuk waktu maghrib. Setelah selesai mengantarkan adek tingkat ke Masjid tempat I’tikaf saat itu, tiba-tiba bunyi wA sudah ramai. Ternyata pengumuman seleksi LPDP sudah dikirim ke email. Allah Maha Besar, nama Wanda Amelia Rahma dinyatakan lulus seleksi substansi LPDP dan dinyatakan sebagai awardee LPDP. MasyaAllah. Begitu indahnya Allah mengemas hadiah ini menjadi hadiah yang indah dibalut dengan rasa syukur yang tiada tara. Kejadian itu menunjukkan ketika kita yakin dengan kekuatan Allah, maka Allah akan mengabulkan dan membantu kita. Karena Allah bersama prasangka hambanya.

-WAR-







Minggu, 24 Desember 2017

TIPS DAN TRIK ASSESMENT ONLINE VERSI WANDA

Assalamu’alaykum blogger… 

Halloo Wanda Lovers  People. Rasanya blog ini sudah agak berjamur karena kurang perhatian dari si pemilik blog L

Tapi tenang saja, kali ini akan di posting beberapa tulisan berfaedah sebelum pada akhirnya blog ini akan mengalami hibernasi kembali.

Aduuhhhh…mulai kaku lagi nih mau nulis sesuatu. Semoga tangannya saja yang kaku, tapi hati tetap open ya…(apaan sih Wanda -_-)

Okay deh, setelah posting-an kemarin tentang bagaimana sih seleksi adiminstrasi LPDP. Maka tulisan kali ini-pun masih seputar seleksi LPDP wa bil khusus terkait seleksi Assesment Online. Setelah dinyatakan lolos pada tahap seleksi administrasi, maka tugas kita selanjutnya adalah menaklukan seleksi Assesment Online.




Seleksi Assesment Online baru pertama kali diadakan saat Batch 1 seleksi LPDP DN (Dalam Negeri) tahun 2017. Jujur, diri ini sedikit kebingungan juga karena tidak ada tempat atau refrensi untuk bertanya seputar seleksi ini dari pendaftar sebelumnya. Beruntungnya, beberapa kaka tingkat seperti Ka Vania Zulfa dan Ka Dimas yang sudah sangat sabar merespon bawelnya Wanda selalu menenangkan diri dengan mencoba memberi gambaran. Assesment Online adalah sebuah seleksi psikologi dimana pihak LPDP ingin mencari Awardee yang memiliki kepribadian sesuai dengan harapan LPDP. Bagaimana caranya kita mengetahui kriteria kepribadian yang LPDP inginkan? Hal tersebut bisa dilihat dari visi misi LPDP. "Leadership skill"

#Bagaimana teknis pelaksanaan seleksi Assement Online?

Yups, seleksi ini dilaksanakan secara online sesuai dengan namanya “Assesment Online”. So, kelancaran internet menjadi syarat sukses melalui seleksi ke-dua LPDP. Waktu pelaksanaan yang diberikan LPDP hanya 1 hari saja. Pihak LPDP akan memberikan link untuk Assesment Online dan dikirim ke email masing-masing. Rentang waktu untuk membuka link dan menjawab pertanyaan hanya 1 hari dan link tidak bias diakses di kemudian hari. Rajin membuka email setiap hari selama seleksi LPDP menjadi kebiasaan yang wajib dirutinkan agar tidak tertinggal informasi-informasi penting. Ketika link sudah dibuka, akan muncul berbagai pernyataan-pernyataan seputar kepribadian. Tidak ada jawaban yang salah atau benar, pada seleksi ini semua jawaban yang kita pilih adalah yang sesuai dengan kepribadian diri kita. Setelah itu, mesin akan menganalisis semua jawaban-jawaban kita dan menghasilkan beberapa kesimpulan seputar kepribadian kita. Kesimpulan tersebut yang akan dibaca oleh pihak LPDP, apakah sesuai dengan kriteria LPDP atau belum sesuai. Allahu A’lam. Teknis soal yang diberikan adalah berupa pernyataan –pernyataan dan kita diminta memilih kolom:

a      Sangat Setuju
      Setuju
c    Ragu-Ragu
d   Tidak Setuju
e    Sangat Tidak Setuju

Contoh pernyataan:

Percaya bahwa ada sesuatu kekuatan besar yang mengatur dan menguasai kehidupan kita yang tidak bisa sepenuhnya bisa dijangkau oleh akal manusia. (kalimat tersebut hanya gambaran kasar yang penulis coba contohkan)

Dari pernyataan tersebut maka apakah kita Sangat Setuju, Setuju, Ragu-Ragu, Tidak Setuju, Sangat Tidak Setuju.

Terkait jumlah pernyataan sebenarnya penulis sedikit lupa, kira-kira ada 200-an soal sepertinya dalam waktu kurang lebih satu jam. Mungkin yang masih ingat jumlah pernyataaan saat seleksi Assesment Online bisa berikan komentarnya. Terkait bahasa yang digunakan sesuai jenis LPDP yang didaftar, jika mendaftar di LPDP Dalam Negeri maka seluruh pernyataan disajikan menggunakan bahasa Indonesia. Apabila mendaftar di LPDP Luar Negeri maka pernyataan disajikan menggunakan bahasa Inggris.

Link untuk mengakses Assesment Online hanya bisa diakses 1 kali saja, sehingga kondisi komputer/laptop dan internet harus dipastikan benar-benar ready dan stabil ya…

#Tips dan Trik sukses Assesment Online Versi Wanda

1.   Pastikan kondisi laptop dalam keadaan yang baik, jika kondisi laptop bermasalah maka coba meminjam laptop teman yang kondisinya baik, atau di warnet juga bisa. 

2.  Kondisi internet harus stabil. Saya sendiri dulu sengaja mengakses link tersebut pada pukul 02.00 dini hari dengan alas an karena pada jam tersebut pengguna internet lebih sedikit sehingga kondisi internet sangat kencang. Pastikan kuota yang dimiliki tidak dalam keadaan sekarat. Apabila memiliki kendala dalam hal kuota, maka bisa pergi ke tempat yang memfasilitasi wifi gratis. Hehe..(biasanya mahasiswa hafal betul lokasi-lokasi yang menyediakan wifi gratis )

3.    Berdo’a menjadi hal sakral yang  wajib dilakukan sebelum melalui seleksi ini. Karena kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi saat proses seleksi, akan lebih baik kita meminta kelancaran dan kemudahan kepada Sang Pemilik Alam Semesta terlebih dahulu. Perbanyak niat-niat kebaikan sebelum mengerjakan soal. InsyaAllah Allah akan bantu bagi hambanya yang memiliki niat baik.

4.   Menghindari memilih kolom ”Ragu-Ragu”. Menurut Wanda, menjawab kolom ragu-ragu membuat kita seperti tidak memiliki keyakinan yang pasti dan terlihat labil. Jadi cobalah pilih sesuatu yang jelas, jika setuju maka pilih setuju atau sangat setuju, apabila tidak setuju maka pilih kolom tidak setuju atau tidak sangat setuju.

5.    Menjawab dengan jujur. Karena kita mengetahui bahwa hasil dari tes psikologi ini akan disesuaikan dengan karakter yang LPDP harapkan. Sehingga kadang kala kita tidak menjawab pernyataan tersebut sesuai dengan karakter kita. Hasil dari tes psikologi ini tentu akan dilihat kebenarannya saat tahap seleksi wawancara.

6.  Menjawab dengan konsisten. Akan ada pernyataan yang sama yang diulang kembali pada pernyataan berikutnya. Awal mulanya saya berfikir apakah si pembuat pernyataan sudah kehabisan kata-kata sehingga mengulan pernyataan yang sama. Akan tetapi setelah saya analisis, rasanya kemungkinannya kecil jika karena hal itu. Pastilah hal ini memang sudah disetting  seperti ini untuk melihat konsistensi kita dalam menjawab. Maka coba ingat-ingat tadi kita menjawab apa pada pernyataan yang sama di sebelumnya, dan pilih dengan jawaban yang sama pula apabila pernyataan tersebut diulang untuk ditanyakan. Paham kan ya maksudnya? Hehehe

7. Membaca kata dalam pernyataan dengan teliti. Membaca dengan teliti agak mengindarkan diri kita dari kesalahan memahami maksud pernyataan.

8.  Setelah selesai ucapkan hamdalah dan bertawakal kepada Allah SWT. Setelah kita berusaha dengan maksimal, maka biarkan takdir dan rahmat Allah yang bereaksi di langit. J

Setelah berdiskusi dengan beberapa Awardee LPDP, ternyata pada tahap ini banyak sekali yang dinyatakan tidak lulus. Saya sendiri dulu berfikir, bahwa pada tahap ini akan banyak yang lulus. Ternyata beberapa senior saya gugur di medan perang Assesment Online. So, jangan pernah menyepelakan sesuatu. Tetap berikan persiapan terbaik di setiap tahapan seleksi LPDP. Libatkan Allah SWT di setiap seleksi. Deketin Allah terus, curhat deh sama Allah bahwa tujuan saya mendaftar LPDP untuk bla..bla..bla…bla… Jika segala tujuan kita berupa kebaikan, maka Allah beserta seluruh Alam semesta akan membantu mewujudkannya. Yakin !





Selasa, 19 Desember 2017

SELEKSI ADMINISTRASI LPDP VERSI WANDA






Beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) merupakan beasiswa paskasarjana yang sudah ramai diperbincangkan. Ketika masih duduk di bangku semester awal perkuliahan tahun 2013, nama beasiswa ini belum begitu banyak diperbincangkan. Namun kini, dengan semakin bertambahnya lulusan awardee LPDP , maka informasi mengenai beasiswa pendidikan LPDP sudah tersebar meluas ke seluruh penjuru Ibu Pertiwi. Postingan  ini dibuat sebenarnya untuk membagikan pengalaman pribadi dalam mengikuti proses seleksi beasiswa LPDP. Apabila teman-teman ingin mengetahui lebih jelas terkait LPDP maka bisa kunjungi www.lpdp.kemenkeu.go.id/

Saya sendiri termotivasi mengikuti seleksi penerima beasiswa LPDP karena termotivasi dari kaka senior Universitas Negeri Jakarta yang berhasil kuliah Magister Paskasarjana baik di dalam negeri maupun luar negeri. Menjadi mahasiswa bidikmisi ketika jenjang sarjana membuat diri ini terpacu agar bisa melanjutkan studi magister dengan jenis beasiswa yang sama yaitu LPDP. Ketika masih duduk di semester 6 perkuliahan, sudah aktif mencari info lebih detail terkait LPDP baik ke orang lain atau melalui elektronik. Segala persyaratan mulai dicicil satu per satu, diperkuat dengan masuknya Wanda ke group Whatsapp "Persiapan seleksi LPDP" yang dibuat oleh Ka Dimas. Ka Dimas kini sedang kuliah S2 Psikologi Universitas Indonesia. Pada group tersebut sangat membantu dalam mempersiapkan berkas.

Okay, kita langsung ke bagian inti seleksi administrasi LPDP. Kunci lolos tahap awal ini adalah benar-benar melengkapi berkas-berkas yang diminta pihak LPDP dengan benar. Pada postingan ini berkas yang dishare adalah berkas untuk beasiswa LPDP AFIRMASI. Terdapat beberapa perbedaan antara dokumen LPDP AFIRMASI dan REGULER. Adapun berkas-berkasnya LPDP AFIRMASI:

a.    Ijazah

b.    Hasil Lab Bebas Narkoba
Tes bebas narkoba dilakukan di Rumah Sakit Pemerintah Daerah atau Klinik Pemerintah Daerah.

c.     Surat Keterangan Sehat
Tes bebas narkoba dilakukan di Rumah Sakit Pemerintah Daerah atau Klinik Pemerintah Daerah.  Biasanya tes dilakukan berbarengan dengan tes bebas narkoba. Kisaran harga untuk ke dua tes tersebut adalah 250.000 rupiah. Terkait harga relatif, tergantung rumah sakit yang dituju. Adapula yang mencapai 700 ribu rupiah untuk ke dua tes tersebut.

d.    Esai “Kontribusi bagi Indonesia”
(Bisa download di bawah)

e.    Esai “Sukses terbesar dalam hidup”

f.     Rencana Studi

g.    Surat Rekomendasi

h.  Sertifikat TOEFL. Skore minimum untuk beasisiwa afirmasi adalah 400 sudah lolos.

i.     KTP

j.     Sertifikat

k.    SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu)

l.     Slip gaji orang tua

m.  Surat keteranga alumni bidikmisi

n.    Surat keterangan listrik

o.    Surat pernyataan belum bekerja

p.    Surat pernyataan beasiswa afirmasi


Untuk dapat mengakses file dokumen di atas maka klik link di bawah ini:



Hal yang terpenting dari setiap dokumen adalah niat baik dari calon penerima beasiswa LPDP dahulu harus  diucapkan dan diyakini dengan sungguh-sungguh. Apabila kita yakin melakukan sesuatu yang diniatkan untuk kebaikan maka seluruh alam semesta akan  membantu mewujudkannya. 

-Wanda Amelia Rahma-


Serunya Oreo 110th Birthday Celebration Bareng Keluarga di Rumah

  Hal yang paling dirindukan dari seorang anak perempuan yang sudah berumah tangga adalah momen saat bisa kumpul bareng sama orangtua ters...