Bismillah
Hallo guys, ketemu lagi dengan Wanda yang sudah mulai tertarik nulis lagi karena beberapa waktu lalu masih fokus buat penelitian. Hehe. Ini adalah tulisan kedua setelah status berubah jadi istri. MasyaAllah, tak terasa. Allah ijabah do'a hamba yang banyak kurangnya ini di tahun 2020. Rasanya masih seperti mimpi, Allah mampukan diri ini menjadi seorang istri. Mohon do'anya semua semoga Allah hadirkan selalu rasa sakinah, mawaddah, warohmah. Aamiin
Tulisan kali ini kayaknya enggak akan panjang, karena Wanda masih mesti ngerjain gambar interaksi polimer yang digunakan di penelitian tugas akhir. Hehe....
Intinya...mau menasihati diri sendiri lewat tulisan, jikalau bisa kasih manfaat ke orang lain, alhamdulillah banget. Manusia itu memang enggak ada puasnya. Nangis-nangis pengen ini, khusyuk banget do'a pengen itu. Pas udah dikasih, kadang dikeluhin juga dan masih pengen ini itu gara-gara ngeliat orang lain. Seakan-akan udah kaya paling pinter di dunia dan ngerti sama masa depan. Semua yang direncanakan mesti terjadi sesuai rencana awal seakan-akan diri kita yang nyiptain siang dan malam. Astagfirullah. Sering melirik rejeki orang lain dan akhirnya membandingan dengan dirinya. Seringnya kalau udah lihat rejeki yang orang lain dapet, malah baper. Boro-boro ngedoain orang yang dapat rejeki itu untuk berkah, muka malah cemberut terus pusing sendiri gak jelas. Emang gitu ya kalau hati sedang lemah keyakinannya sama Allah. Jadi mudah pusing, stress gak jelas, dan nyusahin diri sendiri. Pagi hari yang indah aja gak kerasa apa-apa. Padahal mata masih dikasih jelas buat ngelihat, kaki tangan masih dikasih kekuatan buat bikin teh manis dan minum teh di pagi hari. Hidung masih bisa bernafas dengan mudah, telinga masih bisa ngedenger tanpa bantuan alat. Hal sepele itu aja belum tuntas untuk disyukuri. Dan sudah minta ini itu, kalau minta doang , fine-fine aja, tapi kalau minta tanpa diiringi rasa tawakkal ya jadinya makin numpuk penyakit hatinya. Astagfirullah...
Kalau udah begini, baiknya kita menepi sejenak. Coba lihatlah hal-hal hebat yang terjadi dalam hidup kita. Kita gali lagi lebih dalam betapa Allah sudah sangat banyak menolong hidup kita. Buka kembali kejadian-kejadian itu. Kalau saya biasanya ingat kejadian waktu SMA dimana ayah saya sakit Tubercolusis. Kondisi kesehatan ayah saya yang jauh bisa memberikan harapan membuat anak yang duduk di bangku SMA ini berdo'a lirih sembari megang hasil rontgen Ayah di pinggir jalan. "Ya Allah, Wanda hanya ingin lihat ayah sembuh, udah itu aja.". Karena kuasa-Nya Allah. Kondisi Ayah yang sudah parah saat itu, bisa kembali Allah sembuhkan. MasyaAllah wal hamdulillah.
Dan kini pun...kisah diri ini bisa bertemu dengan suami-pun sangatlah di luar kekuasaan manusia. Allah begitu hebatnya menyatukan kami diawali dengan taaruf selama 3 bulan, khitbah, lalu menikah. Awalnya karena diminta dosen pembimbing ke Bali untuk menggantikan publikasi penelitian senior di kimia, hingga akhirnya bertemu dengan seorang dosen muda akhwat. Kami akrab dan berkomunikasi, hingga akhirnya beliau memperkenalkan cv laki-laki untuk proses taaruf. Karena takdir Allah, laki-laki itu kini laki-laki yang kusebut dengan kata sapaan "abang", he is my husband. Semuanya terjadi benar-benar karna kekuasaan Allah. MasyaAllah wal hamdulillah.
2 hal hebat itu saja rasanya belum tuntas disyukuri dengan baik, terkadang penyakit hati membuat nafsu semakin menjadi-jadi. Hingga sejuknya angin sore tak mampu menggerakan mulut untuk berdzikir, memuji segala pemberian Allah. Astagfirullah.
Allah yang menguasai langsit dan bumi beserta yang ada di antara keduanya, semua hal berada di genggamman-Nya, teruslah berikhtiar dan berdo'a. Untuk masalah hasil, itu sama sekali bukan tugas kita sebagai yang diciptakan, sama sekali bukan. Manusia tidak tau apa apa terkait masa depan, Allah Maha Tahu. Percayakan pada Dzat yang mengetahui mana yang terbaik untuk kita. Teruslah berikhtiar, dan berdo'a semoga segala ikhtiar kebaikan ini bernilai pahala di sisi Allah SWT. Tidak ada yang sia-sia. Kini, cobalah syukuri dengan benar satu per satu nikmat yang Allah beri. Banyaklah lihat ke bawah, walau sesekali boleh juga melihat ke atas untuk motivasi. Kurangnya syukur hanya menambah debu di kacamata kita, hingga kita semakin sulit melihat indahnya dunia.
tebarkan senyuman, segera beraktifitas kebaikan, semangaaaaaatttttt.
:)
"My Name is Wanda Amelia Rahma" Hidup adalah belajar..Belajar dari Pengalaman dan Kesalahan...so, check this out!
Tampilkan postingan dengan label KALIMAT PENYEMANGAT HIDUP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KALIMAT PENYEMANGAT HIDUP. Tampilkan semua postingan
Rabu, 01 Juli 2020
Sabtu, 21 Maret 2020
BEGINI JADINYA #DIRUMAH AJA
Bismillahirrahmanirrahim
Selamat
malam guys, bro, sist. Semoga yang sedang baca tulisan ini dalam keadaan sehat
wal’afiat dan senantiasa dalam lindungan Allah SWT. Aamiin
Tulisan
ini adalah efek dari #dirumahaja, hehe…jadi monggo kalau senggang, bisa dibaca
sampai akhir. Semoga bermanfaat.
Sumber:
https://covid19.kemkes.go.id
Berawal
dari materi ngaji yang sekarang ngajinya online pakai aplikasi karena memang
kami mencoba mengikuti anjuran pemerintah untuk stay aja di rumah. Materi ngaji
yang terus membahas wabah covid 19. Semua mata tertuju pada wabah ini,
khususnya bangsa Indonesia. Tentu dampaknya sangat luar biasa, semua bidang
kena dampaknya. Mungkin temen-temen semua lebih lincah untuk membahas dampak
yang terjadi, minimal dampak pada aktifitas kita. Rasa was-was berserakan
dimana –mana, khawatir, cemas, hingga mungkin ada yang berujung pada stress.
Aktifitas menjadi terbatas, kegiatan perekonomian terganggu, dsb. Selebihnya,
temen-temen pasti lebih lancar menjabarkan kondisi kita terkini.
Tulisan
ini dibuat semata-semata hanya untuk berbagi perasaan yang penulis baru saja
sadari beberapa jam yang lalu, dan segera dieksekusi dalam bentuk tulisan
karena kita tak pernah tau kapan ajal menjemput. Ya kan guys? Jadi begini,
penulis sempat mengalami rasa was-was berlebih karena fenomena ini, kita
ketahui setiap manusia punya rencana-rencana aktiftas baik jangka panjang
maupun jangka pendek. Lalu, tiba-tiba aja ada fenomena ini yang membuat kita
jadi kurang percaya diri untuk menghadapi hari esok. Setiap melihat berita,
malah nambah rasa was-was dan jadi sedikit engap karena jumlah positif covid 19
kian hari makin bertambah, jumlah korban meninggal juga demikian. Bahkan data
terakhir yang saya baca, persentase kematian di Indonesia akibat wabah covid19
ini menduduki peringkat 1. Beberapa pihak bermaksud baik dengan kritikan
tajamnya agar pemerintah bisa efektif dan tegas dalam menangani kasus ini,
beragam pahlawan dari tenaga medis pun standby di garda terdepan untuk terus
berusaha mengobati pasien yang sudah terinfeksi, beragam pihak lainnya yang dengan
segala potensi yang mereka miliki terus mengalirkan bantuan-bantuannya untuk
keselamatan kita bersama. MasyaAllah
Jujur,
diri ini jadi tergerak pengen kaya mereka, khususnya para tenaga medis yang bertarung
nyawa juga di rumah sakit. Penulis tiba-tiba aja mendadak pengen banget jadi
dokter atau perawat, tapi setelah difikir-fikir agak melelahkan juga kalau
harus ulang ambil S1 kedokteran. Ditambah lagi belum juga diterima sih wan
kalau ikut ujian masuknya. Jadi, penulis mengurungkan niat untuk ambil langkah
senekad itu. Dorongan ingin tetap berkontribusi meskipun di rumah-lah yang
akhirnya menghasilkan tulisan sederhana ini.
Kembali
kepada wabah covid 19 yang tengah kita hadapi. Tertegun bingung harus seperti
apa, semua pihak kini sudah nyaris turun gunung semua untuk memberantas mata
rantai penularannya, tapi kondisi hingga kini belum menunjukkan kurva
penurunan. Teringat akan materi dari seorang guru perihal manajemen stress. Semoga
Allah berkahi hidup beliau. Salah satu
cara jitu memanajemen stress adalah belajar melihat ke belakang saat kita mendapat ujian yang
besar, ingat-ingat kembali langkah-langkah yang kita lakukan dulu dan apa
hikmah dari kejadian masa lampau tersebut. Yups, masing-masing dari kita
pastilah pernah mengalami ujian yang besar menurut pribadi kita. Coba kita
ambil lagi hikmah dari kejadian itu dan kita coba terapkan di ujian masa kini.
Dulu, saya pernah nyaris di blacklist dari suatu seleksi beasiswa karena ada
berkas yang tertukar. Secara logika manusia, seharusnya kejadian itu gak
terjadi, karena sudah hampir setiap hari saya selalu ngecheck berkas berkas
tersebut. Tapi…ya balik lagi, kalau Allah enggak kasih teguran berkas tertukar
mungkin saya tanpa sadar akan terus berfikir bahwa segala pencapaian yang saya
dapatkan hingga kini semata-mata karena
usaha keras saja. Saat kejadian itu, singkat cerita seperti ada film
yang berputar di otak penulis dan isinya adalah rangkaian kekhilafan, dosa
selama ini. Spontan minta ampun sama Allah saat itu dan sadar bahwa banyak
kekhilafan dari hati yang tanpa sengaja. Allah begitu baik, di tengah
kepasrahan dan memohon ampun yang benar-benar begitu menyesal, Allah kasih
jalan keluar hingga Alhamdulillah penulis berhasil menyelesaikan masalah itu
dan diijinkan menjadi salah satu penerima beasiswa.
Mungkin
teman-teman yang baca bingung, apa hubungannya covid 19 dengan tragedi
beasiswa? Hehehe…maafin ya. Intinya bahwa, Allah selalu punya pesan di setiap
peristiwa yang diberikan kepada hambanya. Begitulah cara-Nya menyampaikan
pesan, baik itu pesan untuk menegur kita, pesan untuk menambah keilmuan kita,
pesan untuk menguatkan keyakinan kita. Corona virus ini hanyalah media
penyampai pesan, corona virus tetaplah makhluk Allah SWT, ia bergerak pindah
dari satu sel ke sel lain atas seijin Allah. Bukankah tidak ada daun yang jatuh
tanpa ijin dari Allah? Pertanyaanya, apa pesan yang ingin Allah sampaikan. Jika
pesan itu sudah diterima oleh kita sebagai hambanya, maka tidak sulit bagi
Allah untuk mengembalikan kondisi kembali pulih seperti sediakala bukan?
Sungguh mudah bagi Allah, sangat mudah, kelewat mudah bagi Allah. Karena jika
bukan dengan cara seperti ini, agak aneh rasanya jikalau Allah menyampaikan
pesannya lewat suara bergemuruh di langit. Manusia khususnya seperti saya yang
banyak khilafnya ini, tentulah enggak akan kuat mendengar langsung nasihat-Nya
di langit dengan suara bergemuruh. Maka melalui peristiwa, Sang Maha Penyayang
ingin menyampaikan pesan-Nya. Pesan yang bak berlian bagi hambanya yang
beriman, pesan itu lebih kita kenal dengan hikmah nantinya.
Disamping
beragam pihak intelektual bekerja, pemerintah berupaya keras, dan kita sebagai
warga yang dianjurkan dirumah aja. Banyak hal yang bisa kita lakukan. Bisa
diawali dengan belajar menerima kedatangan wabah ini. Menerima dengan penuh
pemaknaan bahwa pastilah banyak kebaikan dari kejadian ini. Proses hati yang
menerima keadaan ini sangat jitu membuka hati untuk senantiasa bersyukur
kemudian berujung pada rasa sabar yang kian hari makin mahal harganya. “Ya
Allah, saya menerima hadirnya wabah ini, InsyaAllah kami terima”. Katakan
dengan lembut seusai sholat, bisa jadi berujung pada air mata. Hingga akhirnya
tercipta kalimat selanjutnya. “Ampuni kami ya Rabb, kami banyak khilaf, kami
banyak menduakan-Mu, ampuni ya Rabb”. Katakan dengan jujur, sejujur-jujurnya,
begitu dekat jarak kita dengan-Nya. Hingga klimaksnya kita pun memohon, “Sembuhkanlah
saudara kami yang sakit terkena covid
19, pulihkan bangsa ini ya Rabb”. Tanpa sadar tubuh jatuh menuju titik
penghambaan terbaik yaitu saat sujud. Keyakinan itu semakin menguat bahwa Allah
mendengar do’a kita bahkan sudah langsung merespon do’a-do’a kita. Keyakinan itu
semakin muncul bahwa Allah akan menolong kita, mengampuni dosa-dosa kita. Entah
melalui tangan siapa, melalui teknik seperti apa, hingga akhirnya wabah covid
19 ini benar-benar bisa teratasi. Semua kembali ke kondisi yang baik. Aamiin.
Ketika waktu itu tiba, Allah ijabah. Semoga jadi pengingat untuk kita kelak,
bahwa masalah yang kita hadapi mungkin saja sebesar kapal di lautan. Tapi
nikmat yang Allah berikan ternyata seluas lautan itu sendiri.
Penulis
sendiri menyadari dan menyesal, banyak hal yang suka dikeluhkan sebelumnya.
Merasa menjadi orang yang paling punya banyak masalah, merasa paling
dikecewakan, merasa iri dengan pencapaian orang lain, merasa dan perasaan negatif
lainnya. Seakan lupa bahwa Allah setiap detiknya terus menjaga diri kita.
Contoh: kalau kita punya masalah dengan tugas akhir seakan berat sekali, tapi
bukankah Allah kasih kita laptop? Allah kasih kita kuota? Allah kasih banyak
referensi? Allah kasih tubuh kita sehat? Allah kasih banyak hal lainnya. Satu
hal, Allah adalah satu-satunya Zat yang enggak pernah ninggalin kita baik dalam
keadaan senang atau sedih (makna surat Ad-Dhuha). Ini baru dengan virus yang tak kasat mata, dimana
jika imun tubuh kita baik maka virus itu akan lemah dengan sendirinya, dan
sebaliknya barulah bisa terinfeksi. Nah…yang bisa menyetting imun tubuh kita
prima tentu semuanya atas ijin Allah bukan? Belum lagi kalau anak biologi
ngejelasin masalah penyusunan DNA kita, kalau aja urutan DNA nya ada yang
kurang tepat, Allah udah ciptain enzim yang udah standby ngebenerin urutannya
lagi. Jadi sebenarnya mudah aja bagi Allah untuk melemahkan kita, tinggal kasih
arahan ke enzim dalam tubuh kita untuk malas bekerja. Selesai sudah hidup kita. Astagfirullah, terlalu banyak
nikmat yang diabaikan. Belum lagi kalau kita mencapai pencapaian yang besar,
terus tanpa disengaja ada yang merendahkan kita, mendadak kita emosi bukan main
seakan mau menunjukkan bahwa segala pencapaian yang diperoleh itu murni full
hasil kerja keras kita sendiri hingga tanpa disadari berujung pada kesombongan
hingga merusak keikhlasan dari amal yang udah susah payah kita lakukan.
Tulisan
ini ditujukan khusus untuk penulis yang punya potensi melakukan hal-hal yang
Allah tidak sukai. Kita yang #dirumahaja bisa memulai dengan intropeksi diri
kita masing-masing dulu, baik intropeksi perihal pola hidup, intropeksi terkait
hubungan kita kepada Allah SWT. Terkadang segala teknik yang canggih kalah
dengan sujud yang tulus. Dengan melihat ke diri kita dulu, maka kita akan bijak
melihat yang lain.
Meski
#dirumahaja, semoga kita ketemu di dimensi do’a selalu. Kita ramaikan langit.
Semoga para pihak yang berjuang juga Allah lindungi selalu. Aamiin. Yakin,
Allah akan menolong, entah melalui tangan siapa, atau melalui teknik seperti
apa. Yakin seyakin yakinnya, seperti halnya kita yakin kalau malam ini bisa
minum air mineral, atau seyakin kita kalau besok masih bisa bangun pagi, atau
seyakin kita bahwa besok pasti bisa sarapan.
Kamis, 04 Januari 2018
ANALISA FOTO VTIC (SARAWAK, MALAYSIA) VERSI WANDA
Assalamu'alaykum
Tulisan ini agak berbeda dari sebelumnya, di mana setiap kisah yang diceritakan berasal dari analisa foto yang diambil ketika sedang mengabdi menjadi guru bagi anak-anak buruh imigran Indonesia di negeri tetangga. Penasaran dengan kisahnya??? Yuk ah
Kita mulai dengan foto yang pertama. Foto tersebut di ambil saat hari pertama mengajar di kelas. Kondisinya satu ruang kelas dipergunakan untuk tiga tingakatan sekolah. Satu ruang kelas berisi siswa kelas 1, 2 ,dan kelas 3. Satu ruang kelas lainnya diperuntukkan kelas 4,5,dan kelas 6. Sebenarnya masih ada 1 ruang kelas lagi, namun belum tersedia bangku. Hari pertama diisi dengan perkenalan dan pembagian jadwal piket beserta tugas-tugasnya. Mereka sangat antusias mencatat jadwal piket loh :)
Foto di atas di ambil di hari ke dua kita datang ke lokasi tersebut. Ada Pak Woto dengan Mba Dita yang sedang asyik berbincang-bincang tentang kondisi orang-orang Indonesia di sana. Pak Woto adalah pekerja di sana yang merupakan penduduk Indonesia asli tepatnya dari Jawa Tengah. Selain bekerja di negara tetangga sebagai buruh kelapa sawit, beliau-pun adalah satu-satunya guru di sana sebelum datanya kami para cikgu-cikgu muda :) Beliau adalah pahlawan pendidikan yang sejati. Di tengah kesibukannya bekerja, beliau tetap memikirkan nasib pendidikan anak-anak Indonesia di sana. Beliau-lah yang mendidik seluruh anak-anak di sana mulai dari kelas 1 SD sampai kelas 6 SD di dalam rumahnya yang kecil. Luar Biasa :)
Sosok wanita yang satunya lagi adalah Mba Dita, teman satu tim yang berasal dari UGM. Beliau asli Sumatra sehingga beliau sedikitnya menguasai bahasa melayu. Beliau sangat penyayang, tidak hanya pada anak-anak, beliau juga sangat menyayangi kucing-kucing. Hehe
Begitulah kondisi kelas 1, 2, dan kelas 3. Wanda dan Mba Dita
bertugas menjadi guru di kelas tersebut. Jumlah mereka sekitar 60 anak dengan beragam karakter. Bisa bayangkan betapa bisingnya mereka jika sudah mulai bosan belajar :(
Sedangkan Mas Hera yang berasal dari Cirebon bertugas menjadi guru bagi kelas 4,5,dan kelas 6. Kami satu tim yang terdiri dari 3 orang guru (Wanda, Mba Dita, dan Mas Hera)
Foto berikutnya adalah suasana kelas Mas Hera yang terdiri dari kelas 4,5,dan kelas 6. Kondisinya jauh lebih kondusif dibandingkan kelas di bawahnya. Jumlah siswanya-pun lebih sedikit. Mereka semua memang belum memiliki seragam merah putih dan seragam sekolah lainnya. Sehingga mereka bebas menggunakan baju ke sekolah.
"Kenalkan kaka-kaka, namaku Brian. Aku murid yang paling lucu dan paling digemesin sama Bu Wanda"
Hehehehe......Iya benar. Brian ini anak yang paling bisa bikin ketawa Bu Wanda karena pipi bakpawnya. Iiiiiihhh...gemechh
Oh iya, Wanda juga mengajar IPA di kelas 4,5,dan kelas 6 loh... Waktu itu Wanda percobaan telur melayang. Mereka sangat antusias lohhh:)
Tidak hanya telur melayang, kita juga buat percobaan menanam kacang hijau dengan media tanam berupa kapas. Mereka sangat menikmati percobaan IPA . Mereka sangat pintar-pintar loh khususnya dalam matapelajaran matematika. Mau tau kenapa?? Karena mereka terbiasa menghitung uang ringgit. hehehehe
Ini-lah dia
Anak-anak di sana paling suka kalau diajak selfie hehehe. Jiwa narsis itu telah mendarah daging sepertinya...hehehe
Terlihat panas sekali ya di sana :(
Itu adalah salah satu media belajar milik Pak Woto dari sekian media belajar lainnya yang telah beliau buat sendiri. Beliau kece abis deh....Semangat mendidiknya itu lohhhhhhh
Foto tersebut juga sekaligus menjadi penutup dari posting-an kali ini. Sebenarnya foto-fotonya banyak, tapi karena handphone sempat rusak dan sebagian besar foto ikut terhapus. Jadi, yasudahlah ya....
Semoga tetap bisa menginspirasi walaupun harus ke negeri tetangga. Mereka tetap garuda-garuda kecil bangsa. Mereka adek-adek kita. Jika bukan kita yang peduli terhadap mereka. Maka siapa lagi???
Terimakasih kepada pihak Yayasan VTIC yang telah memberikan kesempatan kepada saya pribadi untuk menjenguk adik-adik saya di sana. Semoga mereka segera bisa mendapatkan hak-hak pendidikan di Bumi Ibu Pertiwi yaitu rumah kita bersama :)
-Wanda Amelia Rahma-
Rabu, 03 Januari 2018
BUKAN MEDALI ATAU PIALA
Kemenangan itu terletak di dalam
Jauh di dalam qolbu
(Wanda
Amelia Rahma)
Hiruk pikuk remaja tidak bisa terlepas dari hingar bingar dunia. Dunia kian berubah mengikuti perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan. Dahulu membutuhkan waktu lama untuk sekedar mengirim pesan melalui surat. Kini, ribuan pesan dapat kita kirim dengan cepat dengan biaya yang lebih murah. Belum lagi perkembangan media social yang merajalela mulai dari friendster, facebook, twitter, instagram, telegram dengan segala keunggulan yang memanjakan umat manusia. Mudahnya dalam berkomunikasi turut memperbesar arus masuknya budaya luar tanpa filter yang baik.
Pemuda menjadi
sasaran dari derasnya arus globalisasi. Siapa yang tidak berpegang kuat pada
tali yang hakiki (Allah SWT) maka akan mudah terbawa arus bahkan mati. Diri ini
bisa menjadi saksi fenomena tersebut karena tak dipungkiri penulis pernah
terseret arus kemunafikan. Kemunafikan dengan mengumbar kata-kata bak penyair
cinta, kata-kata yang meningkatkan eksistensi diri dengan membohongi khalayak
ramai.
Dahulu, diri
ini sangat sering membuat status alay hanya
agar mendapat perhatian banyak orang. Status yang dibuat pun sudah seperti
minum obat 3 kali sehari. Setiap peristiwa, di mana-pun dan kapan-pun selalu selfie dan upload.
Parahnya foto yang di upload melanggar batas aurat. Tak jarang
diri ini-pun suka meng-upload video
dengan teman-teman seperguruan alias teman dengan hobi yang sama. Namun semua
itu pernah membuat diri ini cemas bukan main tepatnya saat sinar hidayah itu
mulai datang. Buat apa segala ikhtiar
ibadah yang mulai perlahan ditingkatkan jikalau aurat masih ditebar di
sana-sini. Berkali-kali membuka foto-foto dan video yang pernah di upload . “Duhhhh…..rasanya sayang banget kalau semua
fotonya harus dihapus” ujar diri ini.
Perlu waktu
berminggu-minggu untuk akhirnya memencet tombol DELETE. Semua foto jaman jahiliyah sudah terhapus. Semoga
benar-benar sudah tidak tersisa lagi. Rasanya lega sekali walaupun saat
memencet tombol delete harus sambil
menutup mata. Sejak itu hari terasa lebih ringan dan sejuk. Qalbu terasa
tentram seakan-akan sedang menikmati suatu kemenangan. Kemenangan tanpa piala
dan medali namun sangat menentramkan hati karena berhasil melawan hawa nafsu
duniawi.
Selain
berhasil melawan nafsu duniawi, adapula kemenangan lainnya. Saat cibiran dari
sana-sini mulai berserakan membuat hati panas dan geram. Pernah saat duduk di
bangku SMA, ketika sedang ingin memulai menjadi orang yang baik, diri ini
justru mendapat cibiran negatif. Karena terlewat emosi, diri ini pernah berniat
berhenti menjadi orang baik jikalau yang lain tetap menganggap diri ini negatif.
Apa susahnya jadi orang jahat. Itu hal yang mudah, sehingga impas jahat dibalas dengan kejahatan.
Untung saja
nasihat seorang teman benar-benar menyelamatkan. Katanya dahulu jikalau diri
ini berniat kembali seperti dahulu hanya karena orang di luaran sana berfikiran
negatif dengan perubahan baik kita maka diri kita tidak ada bedanya dengan
mereka. Seandainya menjadi baik itu mudah, mungkin tidak akan ada perang dan
perpecahan. Mendengar nasihatnya, berulang kali diri ini berupaya mengatur
nafas berusaha membuang seluruh emosi berbarengan dengan gas karbondioksida yang
dibuang oleh tubuh. Fokus pada niat awal untuk berubah menjadi lebih baik di
mata Allah, bukan di mata manusia. Karena hanya kekecewaan yang timbul saat
berharap pada manusia. Allah yang akan
membukakan hatiku dan hati mereka. Lagi-lagi berkat kasih sayang Allah, diri yang
penuh dosa ini diijinkan merasakan kemenangan kembali. Kemenangan melawan
amarah. Hembusan angin setiap pulang sekolah seakan bersorak mengucapkan
selamat karena berhasil bersabar dalam menerima cibiran negatif orang lain.
Prasangka negatif
dari banyak orang lagi-lagi harus diterima sesaat setelah lulus dari bangku
perkuliahan. Niat baik untuk membantu sebuah komunitas membuat diri ini
terjebak dari segala prasangka buruk. “Saya bersalah” adalah kata yang ingin dunia berikan pada diri ini.
Segala canda gurau yang pernah terjalin terhapus begitu saja hanya karena satu
peristiwa yang tidak mengenakan. Keputusan untuk membantu sebuah komunitas
dengan menjadi ketua untuk komunitas tersebut mendapat penolakan keras. Segala
upaya dan keseriusan sudah dicoba satu persatu berharap mereka mengerti dan
mampu memahami. Semakin sadar bahwa mereka sulit mengubah prasangka negatifnya
dari diri ini, membuat hati ini sesak. Sesak yang obatnya hanyalah berani jujur
kepada Allah SWT. Duduk tersimpuh menangis, memohon ampun atas segala sikap yang telah
melukai banyak hati. Terus dilakukan seusai sholat, namun sesak ini belum juga
pergi seluruhnya. Apa yang salah dengan
permohonan maaf dan istigfar ini?
Allah-pun
menunjukkan jalan-Nya melalui ceramah Tarawih di Bulan Ramadhan bahwa ada 3
amal yang Allah sembunyikan hadianya. Ketika Allah tidak secara gamblang
menunjukkan hadiah atas suatu amalan, pertanda bahwa amalannya sangat besar.
Seperti orang tua yang ketika ingin memberikan hadiah ulang tahun mewah nan
mahal kepada anaknya, pasti hadiahnya dirahasiakan dari anaknya. Tiga amal
tersebut adalah puasa, sabar, dan memaafkan. Ada salah seorang sahabat yang
dijamin masuk Syurga karena memiliki amalan
unggulan yaitu sering memaafkan saudaranya sebelum Ia tidur. Isi ceramah
tersebut menyadarkan diri ini bahwa selain meminta maaf, kita juga harus
memaafkan. Tanpa disadari hati ini terluka karena sikap mereka dan diri ini
belum memaafkan diri sendiri dan mereka.
Mencoba membayangi wajah mereka satu per satu sebelum tidur dan mengucapkan, “Saya telah memaafkannya.” Berulang kali
hal tersebut dilakukan sampai sesak ini hilang perlahan. Semenjak itu diri ini
mulai kembali jelas melihat indahnya pagi, sejuknya sore hari, damainya
kehidupan.
Kemenangan
bagi diri ini adalah saat kita berhasil melawan hawa nafsu dari hasrat duniawi,
bersabar dalam amarah, serta memaafkan
PANGGILAN JIWA
Ketika pemuda berhasil
mereaksikan otak, otot, dan hati karena Allah
Maka lihatlah, akan ada produk
berupa amalan besar
Dunia dan akhirat yang menjadi saksi
(Wanda
Amelia Rahma)
Berbicara tentang pemuda, maka
berarti kita berbicara tentang sosok manusia yang tidak menjadikan uang sebagai
tujuan hidupnya, sosok yang tidak tergiur dengan kenikmatan dunia, sosok yang
terus resah melihat kesengsaraan saudara di sekitarnya, sosok pemikir untuk
memecahkan masalah sekitar, sosok yang ikhlas berkorban untuk membantu
meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Begitu kiranya sosok pemuda yang dengan
keteguhannya mampu membuat negara ini merdeka, yang dengan semangatnya membantu
dakwah Rasulullah hingga turun ke medan perang. Tentu di tengah jaman serba teknologi
ini tak bisa lepas dari peran pemuda. Begitu banyak perubahan-perubahan baru
yang pemuda lakukan, namun tidak banyak dari jumlah pemuda tersebut yang
mewakafkan dirinya bergerak maju sebagai prajurit / tentara Allah SWT. Pemuda
yang menjadikan Allah sebagai satu-satunya alasan dari segala yang ia upayakan.
Dokter muda berhati mulia yaitu
dr. Gamal Albinsaid telah berhasil menunjukkan bahwa tentara Allah itu masih
ada dan nyata. Gelar yang diraih sebagai dokter muda tidaklah mampu
menghilangkan keresahan hati melihat kondisi kualitas kesehatan masyarakat
Indonesia yang masih memprihatinkan. Keputusunnya untuk mengikuti panggilan
jiwa tidaklah sia-sia, program “Asuransi Sampah” yang beliau dirikan kini telah
dirasakan kebermanfaatannya oleh hampir sebagian besar warga Malang. Berawal
dari rasa prihatin melihat berita seorang anak perempuan kecil meninggal di
dalam gerobak sampah milik orang tuanya. Ditambah pula masih banyak waega
Indonesia yang berpenghasilan sangat minim. Dr Gamal berupaya mencari solusi
agar warga bersedia mengalokasikan dana untuk kesehatan namun tetap terjangkau.
Maka tercetuslah asuransi sampah yang menggunakan sampai sebagai bayaran
asuransi kesehatan .Warga sangat menyambut baik program ini dan merasakan manfaatnya yang besar.
Pria berstatus
dokter magang Rumah Sakit Saiful Anwar di Malang ini, kemudian bergerak bersama
Indonesia Medika yang ia dirikan. Ia mengajak kader posyandu, PKK, dan warga
untuk bergabung dalam program Klinik Asuransi Sampah. Warga, diajak
mengumpulkan sampah dan menyetorkan sampah senilai Rp 10 ribu per bulan untuk
mendapatkan berbagai fasilitas kesehatan. Target utamanya, adalah warga kurang
mampu yang sebelumnya susah mengakses layanan kesehatan.
Sampah yang
berhasil dikumpullkan kemudian diolah, sampah organik menjadi pupuk sementara
inorganik dijual pada pengepul. Uang yang terkumpul, masuk dalam kas Dana Sehat
yang digunakan untuk pelayanan kesehatan secara menyeluruh, meliputi tindakan
promotif (meningkatkan kesehatan, pencegahan, pengobatan hingga rehabilitasi).
Meski sempat tutup setelah berjalan enam bulan, lima klinik dengan sistem
asuransi sampah ini akhirnya berjalan stabil sejak dibuka kembali pada Maret
2013, bahkan berhasil mengajak 88 relawan, 15 dokter dan 12 perawat untuk
bergabung. Tanpa disadari akibat ide kreatif dr. Gamal dalam membangun usaha
sosial dalam sektor kesehatan, sudah banyak pihak-pihak penting dalam negeri
dan Internasional yang memberikan penghargaan atas kerja keras dr. Gamal dan
tim. Anak dari pasangan Eliza Abdat dan Saleh
Arofan Albinsaid ini berhasil menyabet penghargaan bergengsi dari pangeran
Charles di London, Inggris. Meski telah menerima penghargaan bergengsi, Gamal
menyebut ia tak ingin terlena dengan titel ini. “Bagi saya penghargaan itu
tidak penting, bahkan berbahaya, bisa merusak keikhlasan,” ujarnya.
Ikhlas menjadi modal awal
bagi orang-orang yang meng-azamkan dirinya menjadi tentara Allah di dunia.
Layaknya surat Al-Ikhlas, dimana tidak ada satu kata “Ikhlas” di dalam surat
Al-Ikhlas itu sendiri. Dr. Gamal yang merupakan lulusan kedokteran Universitas
Brawijaya ini bisa saja membuat program-program yang memiliki profit keuangan
yang tinggi melihat kapabilitasnya sebagai dokter muda. Tapi panggilan jiwanya
lebih dominan menarik hatinya untuk terjun kepada aksi-aksi sosial yang
memiliki keuntungan sosial di masyarakat. Tentu tidak mudah melakukan hal
tersebut, kita dengan sukarela mengeluarkan tenaga, fikiran, waktu, bahkan uang
untuk orang-orang di sekitar kita. Jika bukan karena kedekatannya dengan Allah,
mungkin program “Asuransi Sampah” ini tidak bisa semaju ini.
Quran
Surat Muhammad Ayat 7
ÙŠَا
Ø£َÙŠُّÙ‡َا الَّذِينَ Ø¢َÙ…َÙ†ُوا Ø¥ِÙ†ْ تَÙ†ْصُرُوا اللَّÙ‡َ ÙŠَÙ†ْصُرْÙƒُÙ…ْ ÙˆَÙŠُØ«َبِّتْ
Ø£َÙ‚ْدَامَÙƒُÙ…ْ
"Hai orang-orang mu'min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu."
Begitulah
kiranya yang dilakukan dr. Gamal, ketika ia berniat menjadi tentara Allah di
dunia melalui karunia ilmu kedokteran yang dimiliki, maka Allah-pun meneguhkan
kedudukan dr. muda tersebut. Banyak masyarakat yang membutuhkan biaya operasi
yang besar, dapat dibantu oleh asuransi sampah ini. Do’a dari orang-orang yang
sembuh dari penyakit ini terus mengalir sampai akhirat. Terkadang waktu kita
terlalu sibuk dan dihabiskan untuk sesuatu yang disayangkan oleh penghuni
kubur. Mati-matian melakukan sesuatu yang tidak akan bisa dibawa kealam kubur
dan akhirat. Sehingga waktu kita di dunia hanyalah diperbudak oleh harta dan
kemewahan dunia.
Hal
tersebut sangat memotivasi diri saya pribadi yang sudah berapa kali jatuh dalam
menjalakan program-program sosial di bidang pendidikan. Taman bacaan rakyat
yang saya dan beberapa tema belum bisa bangkit kembali. Program sosial untuk
mengembangkan energi alternatif di pedalama juga belum tereliasasi.. Kegiatan
sosial yang besar diperlukan tim solid ayang satu visi misis dengan kita. Namun
karena terinspirasi dari dr. Gamal yaitu menjadi tentara Allah dengan kemampuan
kita, maka perlahan saya akan mencoba memulainya dari masalah-masalah kecil di
lingkungan masyarakat.
-Dunia tidak peduli dengan seberapa kaya kita, seberapa pintar kita,
seberapa hebat kita sekarng. Dunia hanya peduli dengan seberapa besar
kebermanfaatan diri kita bagi sesama-
Minggu, 24 Desember 2017
TIPS DAN TRIK ASSESMENT ONLINE VERSI WANDA
Assalamu’alaykum blogger…
Halloo Wanda Lovers People. Rasanya blog ini sudah agak berjamur
karena kurang perhatian dari si pemilik blog L
Tapi tenang saja, kali ini akan di posting beberapa tulisan berfaedah
sebelum pada akhirnya blog ini akan mengalami hibernasi kembali.
Aduuhhhh…mulai kaku lagi nih mau nulis sesuatu. Semoga
tangannya saja yang kaku, tapi hati tetap open
ya…(apaan sih Wanda -_-)
Okay deh, setelah posting-an
kemarin tentang bagaimana sih seleksi adiminstrasi LPDP. Maka tulisan kali
ini-pun masih seputar seleksi LPDP wa bil khusus terkait seleksi Assesment Online. Setelah dinyatakan lolos pada tahap seleksi administrasi, maka tugas kita selanjutnya adalah menaklukan seleksi Assesment Online.
Seleksi Assesment
Online baru pertama kali diadakan saat Batch 1 seleksi LPDP DN (Dalam
Negeri) tahun 2017. Jujur, diri ini sedikit kebingungan juga karena tidak ada
tempat atau refrensi untuk bertanya seputar seleksi ini dari pendaftar
sebelumnya. Beruntungnya, beberapa kaka tingkat seperti Ka Vania Zulfa dan Ka
Dimas yang sudah sangat sabar merespon bawelnya
Wanda selalu menenangkan diri dengan mencoba memberi gambaran. Assesment Online adalah sebuah seleksi
psikologi dimana pihak LPDP ingin mencari Awardee
yang memiliki kepribadian sesuai dengan harapan LPDP. Bagaimana caranya kita
mengetahui kriteria kepribadian yang LPDP inginkan? Hal tersebut bisa dilihat
dari visi misi LPDP. "Leadership skill"
#Bagaimana teknis
pelaksanaan seleksi Assement Online?
Yups, seleksi ini dilaksanakan secara online sesuai
dengan namanya “Assesment Online”.
So, kelancaran internet menjadi syarat sukses melalui seleksi ke-dua LPDP.
Waktu pelaksanaan yang diberikan LPDP hanya 1 hari saja. Pihak LPDP akan
memberikan link untuk Assesment Online
dan dikirim ke email masing-masing. Rentang waktu untuk membuka link dan
menjawab pertanyaan hanya 1 hari dan link tidak bias diakses di kemudian hari.
Rajin membuka email setiap hari selama seleksi LPDP menjadi kebiasaan yang
wajib dirutinkan agar tidak tertinggal informasi-informasi penting. Ketika link
sudah dibuka, akan muncul berbagai pernyataan-pernyataan seputar kepribadian.
Tidak ada jawaban yang salah atau benar, pada seleksi ini semua jawaban yang
kita pilih adalah yang sesuai dengan kepribadian diri kita. Setelah itu, mesin
akan menganalisis semua jawaban-jawaban kita dan menghasilkan beberapa kesimpulan
seputar kepribadian kita. Kesimpulan tersebut yang akan dibaca oleh pihak LPDP,
apakah sesuai dengan kriteria LPDP atau belum sesuai. Allahu A’lam. Teknis soal yang diberikan adalah berupa pernyataan –pernyataan
dan kita diminta memilih kolom:
a Sangat
Setuju
Setuju
c Ragu-Ragu
d Tidak
Setuju
e Sangat
Tidak Setuju
Contoh pernyataan:
Percaya bahwa ada sesuatu kekuatan besar yang mengatur
dan menguasai kehidupan kita yang tidak bisa sepenuhnya bisa dijangkau oleh
akal manusia. (kalimat tersebut hanya gambaran kasar yang penulis
coba contohkan)
Dari pernyataan tersebut maka apakah kita Sangat
Setuju, Setuju, Ragu-Ragu, Tidak Setuju, Sangat Tidak Setuju.
Terkait jumlah pernyataan sebenarnya penulis sedikit
lupa, kira-kira ada 200-an soal sepertinya dalam waktu kurang lebih satu jam. Mungkin yang masih ingat jumlah
pernyataaan saat seleksi Assesment Online
bisa berikan komentarnya. Terkait bahasa yang digunakan sesuai jenis LPDP
yang didaftar, jika mendaftar di LPDP Dalam Negeri maka seluruh pernyataan
disajikan menggunakan bahasa Indonesia. Apabila mendaftar di LPDP Luar Negeri
maka pernyataan disajikan menggunakan bahasa Inggris.
Link
untuk mengakses Assesment Online hanya bisa diakses 1
kali saja, sehingga kondisi komputer/laptop dan internet harus dipastikan
benar-benar ready dan stabil ya…
#Tips dan Trik sukses Assesment Online Versi Wanda
1. Pastikan
kondisi laptop dalam keadaan yang baik, jika kondisi laptop bermasalah maka
coba meminjam laptop teman yang kondisinya baik, atau di warnet juga bisa.
3. Berdo’a
menjadi hal sakral yang wajib dilakukan
sebelum melalui seleksi ini. Karena kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi
saat proses seleksi, akan lebih baik kita meminta kelancaran dan kemudahan
kepada Sang Pemilik Alam Semesta terlebih dahulu. Perbanyak niat-niat kebaikan
sebelum mengerjakan soal. InsyaAllah Allah akan bantu bagi hambanya yang
memiliki niat baik.
4. Menghindari
memilih kolom ”Ragu-Ragu”. Menurut
Wanda, menjawab kolom ragu-ragu membuat kita seperti tidak memiliki keyakinan
yang pasti dan terlihat labil. Jadi cobalah pilih sesuatu yang jelas, jika
setuju maka pilih setuju atau sangat setuju, apabila tidak setuju maka pilih
kolom tidak setuju atau tidak sangat setuju.
5. Menjawab
dengan jujur. Karena kita mengetahui bahwa hasil dari tes psikologi ini akan disesuaikan
dengan karakter yang LPDP harapkan. Sehingga kadang kala kita tidak menjawab
pernyataan tersebut sesuai dengan karakter kita. Hasil dari tes psikologi ini
tentu akan dilihat kebenarannya saat tahap seleksi wawancara.
6. Menjawab
dengan konsisten. Akan ada pernyataan yang sama yang diulang kembali pada
pernyataan berikutnya. Awal mulanya saya berfikir apakah si pembuat pernyataan
sudah kehabisan kata-kata sehingga mengulan pernyataan yang sama. Akan tetapi
setelah saya analisis, rasanya kemungkinannya kecil jika karena hal itu.
Pastilah hal ini memang sudah disetting seperti ini untuk melihat konsistensi kita
dalam menjawab. Maka coba ingat-ingat tadi kita menjawab apa pada pernyataan
yang sama di sebelumnya, dan pilih dengan jawaban yang sama pula apabila
pernyataan tersebut diulang untuk ditanyakan. Paham kan ya maksudnya? Hehehe
7. Membaca
kata dalam pernyataan dengan teliti. Membaca dengan teliti agak mengindarkan
diri kita dari kesalahan memahami maksud pernyataan.
8. Setelah
selesai ucapkan hamdalah dan bertawakal kepada Allah SWT. Setelah kita berusaha
dengan maksimal, maka biarkan takdir dan rahmat Allah yang bereaksi di langit. J
Setelah berdiskusi dengan beberapa Awardee LPDP, ternyata pada tahap ini
banyak sekali yang dinyatakan tidak lulus. Saya sendiri dulu berfikir, bahwa
pada tahap ini akan banyak yang lulus. Ternyata beberapa senior saya gugur di
medan perang Assesment Online. So,
jangan pernah menyepelakan sesuatu. Tetap berikan persiapan terbaik di setiap
tahapan seleksi LPDP. Libatkan Allah SWT di setiap seleksi. Deketin Allah
terus, curhat deh sama Allah bahwa tujuan saya mendaftar LPDP untuk
bla..bla..bla…bla… Jika segala tujuan kita berupa kebaikan, maka Allah beserta
seluruh Alam semesta akan membantu mewujudkannya. Yakin !
Selasa, 19 Desember 2017
SELEKSI ADMINISTRASI LPDP VERSI WANDA
Beasiswa LPDP
(Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) merupakan beasiswa paskasarjana yang sudah
ramai diperbincangkan. Ketika masih duduk di bangku semester awal perkuliahan
tahun 2013, nama beasiswa ini belum begitu banyak diperbincangkan. Namun kini,
dengan semakin bertambahnya lulusan awardee
LPDP , maka informasi mengenai beasiswa pendidikan LPDP sudah tersebar meluas
ke seluruh penjuru Ibu Pertiwi. Postingan
ini dibuat sebenarnya untuk
membagikan pengalaman pribadi dalam mengikuti proses seleksi beasiswa LPDP.
Apabila teman-teman ingin mengetahui lebih jelas terkait LPDP maka bisa
kunjungi www.lpdp.kemenkeu.go.id/
Saya sendiri
termotivasi mengikuti seleksi penerima beasiswa LPDP karena termotivasi dari
kaka senior Universitas Negeri Jakarta yang berhasil kuliah Magister
Paskasarjana baik di dalam negeri maupun luar negeri. Menjadi mahasiswa
bidikmisi ketika jenjang sarjana membuat diri ini terpacu agar bisa melanjutkan
studi magister dengan jenis beasiswa yang sama yaitu LPDP. Ketika masih duduk di
semester 6 perkuliahan, sudah aktif mencari info lebih detail terkait LPDP baik
ke orang lain atau melalui elektronik. Segala persyaratan mulai dicicil satu
per satu, diperkuat dengan masuknya Wanda ke group Whatsapp "Persiapan seleksi LPDP" yang
dibuat oleh Ka Dimas. Ka Dimas kini sedang kuliah S2 Psikologi Universitas Indonesia.
Pada group tersebut sangat membantu dalam mempersiapkan berkas.
Okay, kita
langsung ke bagian inti seleksi administrasi LPDP. Kunci lolos tahap awal ini
adalah benar-benar melengkapi berkas-berkas yang diminta pihak LPDP dengan
benar. Pada postingan ini berkas yang dishare
adalah berkas untuk beasiswa LPDP AFIRMASI. Terdapat beberapa perbedaan antara
dokumen LPDP AFIRMASI dan REGULER. Adapun berkas-berkasnya LPDP AFIRMASI:
a.
Ijazah
b.
Hasil Lab Bebas Narkoba
Tes
bebas narkoba dilakukan di Rumah Sakit Pemerintah Daerah atau Klinik Pemerintah
Daerah.
c.
Surat Keterangan Sehat
Tes
bebas narkoba dilakukan di Rumah Sakit Pemerintah Daerah atau Klinik Pemerintah
Daerah. Biasanya tes dilakukan
berbarengan dengan tes bebas narkoba. Kisaran harga untuk ke dua tes tersebut
adalah 250.000 rupiah. Terkait harga relatif, tergantung rumah sakit yang
dituju. Adapula yang mencapai 700 ribu rupiah untuk ke dua tes tersebut.
d.
Esai “Kontribusi bagi Indonesia”
(Bisa
download di bawah)
e.
Esai “Sukses terbesar dalam hidup”
f.
Rencana Studi
g.
Surat Rekomendasi
h. Sertifikat TOEFL. Skore minimum untuk
beasisiwa afirmasi adalah 400 sudah lolos.
i.
KTP
j.
Sertifikat
k.
SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu)
l.
Slip gaji orang tua
m.
Surat keteranga alumni bidikmisi
n.
Surat keterangan listrik
o.
Surat pernyataan belum bekerja
p.
Surat pernyataan beasiswa afirmasi
Untuk
dapat mengakses file dokumen di atas maka klik link di bawah ini:
Hal
yang terpenting dari setiap dokumen adalah niat baik dari calon penerima
beasiswa LPDP dahulu harus diucapkan dan diyakini dengan sungguh-sungguh. Apabila
kita yakin melakukan sesuatu yang diniatkan untuk kebaikan maka seluruh alam
semesta akan membantu mewujudkannya.
-Wanda Amelia Rahma-
Langganan:
Postingan (Atom)
Serunya Oreo 110th Birthday Celebration Bareng Keluarga di Rumah
Hal yang paling dirindukan dari seorang anak perempuan yang sudah berumah tangga adalah momen saat bisa kumpul bareng sama orangtua ters...
-
Assalamu’alaikum guys….mendulang kesuksesan pada post sebelumnya mengenai singkatan lucu deret volta. Ternyata banyak banget yang butu...
-
Hal yang paling dirindukan dari seorang anak perempuan yang sudah berumah tangga adalah momen saat bisa kumpul bareng sama orangtua ters...
-
w punya pengalaman yang gak bakal dilupain deh ampe tua nanti....seruuuu abis.... seneng, sedih, lucu, asem, pedes, sepet, kecut,,,ad...


















