Tampilkan postingan dengan label KALIMAT PENYEMANGAT HIDUP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KALIMAT PENYEMANGAT HIDUP. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Juli 2020

PENGEN INI ITU, HARUS SEKARANG JUGA, PADAHAL SYUKUR-PUN BELUM TUNTAS DITUNAIKAN

Bismillah




Hallo guys, ketemu lagi dengan Wanda yang sudah mulai tertarik nulis lagi karena beberapa waktu lalu masih fokus buat penelitian. Hehe. Ini adalah tulisan kedua setelah status berubah jadi istri. MasyaAllah, tak terasa. Allah ijabah do'a hamba yang banyak kurangnya ini di tahun 2020. Rasanya masih seperti mimpi, Allah mampukan diri ini menjadi seorang istri. Mohon do'anya semua semoga Allah hadirkan selalu rasa sakinah, mawaddah, warohmah. Aamiin

Tulisan kali ini kayaknya enggak akan panjang, karena Wanda masih mesti ngerjain gambar interaksi polimer yang digunakan di penelitian tugas akhir. Hehe....

Intinya...mau menasihati diri sendiri lewat tulisan, jikalau bisa kasih manfaat ke orang lain, alhamdulillah banget. Manusia itu memang enggak ada puasnya. Nangis-nangis pengen ini, khusyuk banget do'a pengen itu. Pas udah dikasih, kadang dikeluhin juga dan masih pengen ini itu gara-gara ngeliat orang lain. Seakan-akan udah kaya paling pinter di dunia dan ngerti sama masa depan. Semua yang direncanakan mesti terjadi sesuai rencana awal seakan-akan diri kita yang nyiptain siang dan malam. Astagfirullah. Sering melirik rejeki orang lain dan akhirnya membandingan dengan dirinya. Seringnya kalau udah lihat rejeki yang orang lain dapet, malah baper. Boro-boro ngedoain orang yang dapat rejeki itu untuk berkah, muka malah cemberut terus pusing sendiri gak jelas. Emang gitu ya kalau hati sedang lemah keyakinannya sama Allah. Jadi mudah pusing, stress gak jelas, dan nyusahin diri sendiri. Pagi hari yang indah aja gak kerasa apa-apa. Padahal mata masih dikasih jelas buat ngelihat, kaki tangan masih dikasih kekuatan buat bikin teh manis dan minum teh di pagi hari. Hidung masih bisa bernafas dengan mudah, telinga masih bisa ngedenger tanpa bantuan alat. Hal sepele itu aja belum tuntas untuk disyukuri. Dan sudah minta ini itu, kalau minta doang , fine-fine aja, tapi kalau minta tanpa diiringi rasa tawakkal ya jadinya makin numpuk penyakit hatinya. Astagfirullah...

Kalau udah begini, baiknya kita menepi sejenak. Coba lihatlah hal-hal hebat yang terjadi dalam hidup kita. Kita gali lagi lebih dalam betapa Allah sudah sangat banyak menolong hidup kita. Buka kembali kejadian-kejadian itu. Kalau saya biasanya ingat kejadian waktu SMA dimana ayah saya sakit Tubercolusis. Kondisi kesehatan ayah saya yang jauh bisa memberikan harapan membuat anak yang duduk di bangku SMA ini berdo'a lirih sembari megang hasil rontgen Ayah di pinggir jalan. "Ya Allah, Wanda hanya ingin lihat ayah sembuh, udah itu aja.". Karena kuasa-Nya Allah. Kondisi Ayah yang sudah parah saat itu, bisa kembali Allah sembuhkan. MasyaAllah wal hamdulillah. 

Dan kini pun...kisah diri ini bisa bertemu dengan suami-pun sangatlah di luar kekuasaan manusia. Allah begitu hebatnya menyatukan kami diawali dengan taaruf selama 3 bulan, khitbah, lalu menikah. Awalnya karena diminta dosen pembimbing ke Bali untuk menggantikan publikasi penelitian senior di kimia, hingga akhirnya bertemu dengan seorang dosen muda akhwat. Kami akrab dan berkomunikasi, hingga akhirnya beliau memperkenalkan cv laki-laki untuk proses taaruf. Karena takdir Allah, laki-laki itu kini laki-laki yang kusebut dengan kata sapaan "abang", he is my husband. Semuanya terjadi benar-benar karna kekuasaan Allah. MasyaAllah wal hamdulillah.

2 hal hebat itu saja rasanya belum tuntas disyukuri dengan baik, terkadang penyakit hati membuat nafsu semakin menjadi-jadi. Hingga sejuknya angin sore tak mampu menggerakan mulut untuk berdzikir, memuji segala pemberian Allah. Astagfirullah.

Allah yang menguasai langsit dan bumi beserta yang ada di antara keduanya, semua hal berada di genggamman-Nya, teruslah berikhtiar dan berdo'a. Untuk masalah hasil, itu sama sekali bukan tugas kita sebagai yang diciptakan, sama sekali bukan. Manusia tidak tau apa apa terkait masa depan, Allah Maha Tahu. Percayakan pada Dzat yang mengetahui mana yang terbaik untuk kita. Teruslah berikhtiar, dan berdo'a semoga segala ikhtiar kebaikan ini bernilai pahala di sisi Allah SWT. Tidak ada yang sia-sia. Kini, cobalah syukuri dengan benar satu per satu nikmat yang Allah beri. Banyaklah lihat ke bawah, walau sesekali boleh juga melihat ke atas untuk motivasi. Kurangnya syukur hanya menambah debu di kacamata kita, hingga kita semakin sulit melihat indahnya dunia. 


tebarkan senyuman, segera beraktifitas kebaikan, semangaaaaaatttttt.

:)

Sabtu, 21 Maret 2020

BEGINI JADINYA #DIRUMAH AJA


Bismillahirrahmanirrahim
Selamat malam guys, bro, sist. Semoga yang sedang baca tulisan ini dalam keadaan sehat wal’afiat dan senantiasa dalam lindungan Allah SWT. Aamiin

Tulisan ini adalah efek dari #dirumahaja, hehe…jadi monggo kalau senggang, bisa dibaca sampai akhir. Semoga bermanfaat.

Sumber: https://covid19.kemkes.go.id

Berawal dari materi ngaji yang sekarang ngajinya online pakai aplikasi karena memang kami mencoba mengikuti anjuran pemerintah untuk stay aja di rumah. Materi ngaji yang terus membahas wabah covid 19. Semua mata tertuju pada wabah ini, khususnya bangsa Indonesia. Tentu dampaknya sangat luar biasa, semua bidang kena dampaknya. Mungkin temen-temen semua lebih lincah untuk membahas dampak yang terjadi, minimal dampak pada aktifitas kita. Rasa was-was berserakan dimana –mana, khawatir, cemas, hingga mungkin ada yang berujung pada stress. Aktifitas menjadi terbatas, kegiatan perekonomian terganggu, dsb. Selebihnya, temen-temen pasti lebih lancar menjabarkan kondisi kita terkini.

Tulisan ini dibuat semata-semata hanya untuk berbagi perasaan yang penulis baru saja sadari beberapa jam yang lalu, dan segera dieksekusi dalam bentuk tulisan karena kita tak pernah tau kapan ajal menjemput. Ya kan guys? Jadi begini, penulis sempat mengalami rasa was-was berlebih karena fenomena ini, kita ketahui setiap manusia punya rencana-rencana aktiftas baik jangka panjang maupun jangka pendek. Lalu, tiba-tiba aja ada fenomena ini yang membuat kita jadi kurang percaya diri untuk menghadapi hari esok. Setiap melihat berita, malah nambah rasa was-was dan jadi sedikit engap karena jumlah positif covid 19 kian hari makin bertambah, jumlah korban meninggal juga demikian. Bahkan data terakhir yang saya baca, persentase kematian di Indonesia akibat wabah covid19 ini menduduki peringkat 1. Beberapa pihak bermaksud baik dengan kritikan tajamnya agar pemerintah bisa efektif dan tegas dalam menangani kasus ini, beragam pahlawan dari tenaga medis pun standby di garda terdepan untuk terus berusaha mengobati pasien yang sudah terinfeksi, beragam pihak lainnya yang dengan segala potensi yang mereka miliki terus mengalirkan bantuan-bantuannya untuk keselamatan kita bersama. MasyaAllah

Jujur, diri ini jadi tergerak pengen kaya mereka, khususnya para tenaga medis yang bertarung nyawa juga di rumah sakit. Penulis tiba-tiba aja mendadak pengen banget jadi dokter atau perawat, tapi setelah difikir-fikir agak melelahkan juga kalau harus ulang ambil S1 kedokteran. Ditambah lagi belum juga diterima sih wan kalau ikut ujian masuknya. Jadi, penulis mengurungkan niat untuk ambil langkah senekad itu. Dorongan ingin tetap berkontribusi meskipun di rumah-lah yang akhirnya menghasilkan tulisan sederhana ini.

Kembali kepada wabah covid 19 yang tengah kita hadapi. Tertegun bingung harus seperti apa, semua pihak kini sudah nyaris turun gunung semua untuk memberantas mata rantai penularannya, tapi kondisi hingga kini belum menunjukkan kurva penurunan. Teringat akan materi dari seorang guru perihal manajemen stress. Semoga Allah berkahi hidup beliau.  Salah satu cara jitu memanajemen stress adalah belajar melihat  ke belakang saat kita mendapat ujian yang besar, ingat-ingat kembali langkah-langkah yang kita lakukan dulu dan apa hikmah dari kejadian masa lampau tersebut. Yups, masing-masing dari kita pastilah pernah mengalami ujian yang besar menurut pribadi kita. Coba kita ambil lagi hikmah dari kejadian itu dan kita coba terapkan di ujian masa kini. Dulu, saya pernah nyaris di blacklist dari suatu seleksi beasiswa karena ada berkas yang tertukar. Secara logika manusia, seharusnya kejadian itu gak terjadi, karena sudah hampir setiap hari saya selalu ngecheck berkas berkas tersebut. Tapi…ya balik lagi, kalau Allah enggak kasih teguran berkas tertukar mungkin saya tanpa sadar akan terus berfikir bahwa segala pencapaian yang saya dapatkan hingga kini semata-mata karena  usaha keras saja. Saat kejadian itu, singkat cerita seperti ada film yang berputar di otak penulis dan isinya adalah rangkaian kekhilafan, dosa selama ini. Spontan minta ampun sama Allah saat itu dan sadar bahwa banyak kekhilafan dari hati yang tanpa sengaja. Allah begitu baik, di tengah kepasrahan dan memohon ampun yang benar-benar begitu menyesal, Allah kasih jalan keluar hingga Alhamdulillah penulis berhasil menyelesaikan masalah itu dan diijinkan menjadi salah satu penerima beasiswa.

Mungkin teman-teman yang baca bingung, apa hubungannya covid 19 dengan tragedi beasiswa? Hehehe…maafin ya. Intinya bahwa, Allah selalu punya pesan di setiap peristiwa yang diberikan kepada hambanya. Begitulah cara-Nya menyampaikan pesan, baik itu pesan untuk menegur kita, pesan untuk menambah keilmuan kita, pesan untuk menguatkan keyakinan kita. Corona virus ini hanyalah media penyampai pesan, corona virus tetaplah makhluk Allah SWT, ia bergerak pindah dari satu sel ke sel lain atas seijin Allah. Bukankah tidak ada daun yang jatuh tanpa ijin dari Allah? Pertanyaanya, apa pesan yang ingin Allah sampaikan. Jika pesan itu sudah diterima oleh kita sebagai hambanya, maka tidak sulit bagi Allah untuk mengembalikan kondisi kembali pulih seperti sediakala bukan? Sungguh mudah bagi Allah, sangat mudah, kelewat mudah bagi Allah. Karena jika bukan dengan cara seperti ini, agak aneh rasanya jikalau Allah menyampaikan pesannya lewat suara bergemuruh di langit. Manusia khususnya seperti saya yang banyak khilafnya ini, tentulah enggak akan kuat mendengar langsung nasihat-Nya di langit dengan suara bergemuruh. Maka melalui peristiwa, Sang Maha Penyayang ingin menyampaikan pesan-Nya. Pesan yang bak berlian bagi hambanya yang beriman, pesan itu lebih kita kenal dengan hikmah nantinya.

Disamping beragam pihak intelektual bekerja, pemerintah berupaya keras, dan kita sebagai warga yang dianjurkan dirumah aja. Banyak hal yang bisa kita lakukan. Bisa diawali dengan belajar menerima kedatangan wabah ini. Menerima dengan penuh pemaknaan bahwa pastilah banyak kebaikan dari kejadian ini. Proses hati yang menerima keadaan ini sangat jitu membuka hati untuk senantiasa bersyukur kemudian berujung pada rasa sabar yang kian hari makin mahal harganya. “Ya Allah, saya menerima hadirnya wabah ini, InsyaAllah kami terima”. Katakan dengan lembut seusai sholat, bisa jadi berujung pada air mata. Hingga akhirnya tercipta kalimat selanjutnya. “Ampuni kami ya Rabb, kami banyak khilaf, kami banyak menduakan-Mu, ampuni ya Rabb”. Katakan dengan jujur, sejujur-jujurnya, begitu dekat jarak kita dengan-Nya. Hingga klimaksnya kita pun memohon, “Sembuhkanlah saudara  kami yang sakit terkena covid 19, pulihkan bangsa ini ya Rabb”. Tanpa sadar tubuh jatuh menuju titik penghambaan terbaik yaitu saat sujud. Keyakinan itu semakin menguat bahwa Allah mendengar do’a kita bahkan sudah langsung merespon do’a-do’a kita. Keyakinan itu semakin muncul bahwa Allah akan menolong kita, mengampuni dosa-dosa kita. Entah melalui tangan siapa, melalui teknik seperti apa, hingga akhirnya wabah covid 19 ini benar-benar bisa teratasi. Semua kembali ke kondisi yang baik. Aamiin. Ketika waktu itu tiba, Allah ijabah. Semoga jadi pengingat untuk kita kelak, bahwa masalah yang kita hadapi mungkin saja sebesar kapal di lautan. Tapi nikmat yang Allah berikan ternyata seluas lautan itu sendiri.

Penulis sendiri menyadari dan menyesal, banyak hal yang suka dikeluhkan sebelumnya. Merasa menjadi orang yang paling punya banyak masalah, merasa paling dikecewakan, merasa iri dengan pencapaian orang lain, merasa dan perasaan negatif lainnya. Seakan lupa bahwa Allah setiap detiknya terus menjaga diri kita. Contoh: kalau kita punya masalah dengan tugas akhir seakan berat sekali, tapi bukankah Allah kasih kita laptop? Allah kasih kita kuota? Allah kasih banyak referensi? Allah kasih tubuh kita sehat? Allah kasih banyak hal lainnya. Satu hal, Allah adalah satu-satunya Zat yang enggak pernah ninggalin kita baik dalam keadaan senang atau sedih (makna surat Ad-Dhuha).  Ini baru dengan virus yang tak kasat mata, dimana jika imun tubuh kita baik maka virus itu akan lemah dengan sendirinya, dan sebaliknya barulah bisa terinfeksi. Nah…yang bisa menyetting imun tubuh kita prima tentu semuanya atas ijin Allah bukan? Belum lagi kalau anak biologi ngejelasin masalah penyusunan DNA kita, kalau aja urutan DNA nya ada yang kurang tepat, Allah udah ciptain enzim yang udah standby ngebenerin urutannya lagi. Jadi sebenarnya mudah aja bagi Allah untuk melemahkan kita, tinggal kasih arahan ke enzim dalam tubuh kita untuk malas bekerja. Selesai sudah  hidup kita. Astagfirullah, terlalu banyak nikmat yang diabaikan. Belum lagi kalau kita mencapai pencapaian yang besar, terus tanpa disengaja ada yang merendahkan kita, mendadak kita emosi bukan main seakan mau menunjukkan bahwa segala pencapaian yang diperoleh itu murni full hasil kerja keras kita sendiri hingga tanpa disadari berujung pada kesombongan hingga merusak keikhlasan dari amal yang udah susah payah kita lakukan.

Tulisan ini ditujukan khusus untuk penulis yang punya potensi melakukan hal-hal yang Allah tidak sukai. Kita yang #dirumahaja bisa memulai dengan intropeksi diri kita masing-masing dulu, baik intropeksi perihal pola hidup, intropeksi terkait hubungan kita kepada Allah SWT. Terkadang segala teknik yang canggih kalah dengan sujud yang tulus. Dengan melihat ke diri kita dulu, maka kita akan bijak melihat yang lain.

Meski #dirumahaja, semoga kita ketemu di dimensi do’a selalu. Kita ramaikan langit. Semoga para pihak yang berjuang juga Allah lindungi selalu. Aamiin. Yakin, Allah akan menolong, entah melalui tangan siapa, atau melalui teknik seperti apa. Yakin seyakin yakinnya, seperti halnya kita yakin kalau malam ini bisa minum air mineral, atau seyakin kita kalau besok masih bisa bangun pagi, atau seyakin kita bahwa besok pasti bisa sarapan.


Kamis, 04 Januari 2018

ANALISA FOTO VTIC (SARAWAK, MALAYSIA) VERSI WANDA


Assalamu'alaykum Wanda Lovers  maksudnya para blogger yang mungkin sekarang sedang galau, resah, gelisah, gundah, merana. Daripada kita bergalau-galau ria, mendingan baca posting-an kali ini.

Tulisan ini agak berbeda dari sebelumnya, di mana setiap kisah yang diceritakan berasal dari analisa foto yang diambil ketika sedang mengabdi menjadi guru bagi anak-anak buruh imigran Indonesia di negeri tetangga. Penasaran dengan kisahnya??? Yuk ah




Kita mulai dengan foto yang pertama. Foto tersebut di ambil saat hari pertama mengajar di kelas. Kondisinya satu ruang kelas dipergunakan untuk tiga tingakatan sekolah. Satu ruang kelas berisi siswa kelas 1, 2 ,dan kelas 3. Satu ruang kelas lainnya diperuntukkan kelas 4,5,dan kelas 6. Sebenarnya masih ada 1 ruang kelas lagi, namun belum tersedia bangku. Hari pertama diisi dengan perkenalan dan pembagian jadwal piket beserta tugas-tugasnya. Mereka sangat antusias mencatat jadwal piket loh :)




Foto di atas di ambil di hari ke dua kita datang ke lokasi tersebut. Ada Pak Woto dengan Mba Dita yang sedang asyik berbincang-bincang tentang kondisi orang-orang Indonesia di sana. Pak Woto adalah pekerja di sana yang merupakan penduduk Indonesia asli tepatnya dari Jawa Tengah. Selain bekerja di negara tetangga sebagai buruh kelapa sawit, beliau-pun adalah satu-satunya guru di sana sebelum datanya kami para cikgu-cikgu muda :) Beliau adalah pahlawan pendidikan yang sejati. Di tengah kesibukannya bekerja, beliau tetap memikirkan nasib pendidikan anak-anak Indonesia di sana. Beliau-lah yang mendidik seluruh anak-anak di sana mulai dari kelas 1 SD sampai kelas 6 SD di dalam rumahnya yang kecil. Luar Biasa :)

Sosok wanita yang satunya lagi adalah Mba Dita, teman satu tim yang berasal dari UGM. Beliau asli Sumatra sehingga beliau sedikitnya menguasai bahasa melayu. Beliau sangat penyayang, tidak hanya pada anak-anak, beliau juga sangat menyayangi kucing-kucing. Hehe



Begitulah kondisi kelas 1, 2, dan kelas 3. Wanda dan Mba Dita 
bertugas menjadi guru di kelas tersebut. Jumlah mereka sekitar 60 anak dengan beragam karakter. Bisa bayangkan betapa bisingnya mereka jika sudah mulai bosan belajar :( 

Sedangkan Mas Hera yang berasal dari Cirebon bertugas menjadi guru bagi kelas 4,5,dan kelas 6. Kami satu tim yang terdiri dari 3 orang guru (Wanda, Mba Dita, dan Mas Hera)




Foto berikutnya adalah suasana kelas Mas Hera yang terdiri dari kelas 4,5,dan kelas 6. Kondisinya jauh lebih kondusif dibandingkan kelas di bawahnya. Jumlah siswanya-pun lebih sedikit. Mereka semua memang belum memiliki seragam merah putih dan seragam sekolah lainnya. Sehingga mereka bebas menggunakan baju ke sekolah.




"Kenalkan kaka-kaka, namaku Brian. Aku murid yang paling lucu dan paling digemesin sama Bu Wanda" 

Hehehehe......Iya benar. Brian ini anak yang paling bisa bikin ketawa Bu Wanda karena pipi bakpawnya. Iiiiiihhh...gemechh



Oh iya, Wanda juga mengajar IPA di kelas 4,5,dan kelas 6 loh... Waktu itu Wanda percobaan telur melayang. Mereka sangat antusias lohhh:)







Tidak hanya telur melayang, kita juga buat percobaan menanam kacang hijau dengan media tanam berupa kapas. Mereka sangat menikmati percobaan IPA . Mereka sangat pintar-pintar loh khususnya dalam matapelajaran matematika. Mau tau kenapa?? Karena mereka terbiasa menghitung uang ringgit. hehehehe




Ini-lah dia fantastic four  ke- empat murid yang hiperaktif di kelas. Karena tingkah mereka sangat berlebihan di hari itu, maka mereka diberi hukuman dengan sholat dhuha. MasyaAllah mereka Insyaf semua kayaknya paska sholat:) Insyaf untuk sekian detik saja-_- setelah itu mereka berulah lagi :( 




Anak-anak di sana paling suka kalau diajak selfie hehehe. Jiwa narsis itu telah mendarah daging sepertinya...hehehe
Terlihat panas sekali ya di sana :( 



Itu adalah salah satu media belajar milik Pak Woto dari sekian media belajar lainnya yang telah beliau buat sendiri. Beliau kece abis deh....Semangat mendidiknya itu lohhhhhhh

Foto tersebut juga sekaligus menjadi penutup dari posting-an kali ini. Sebenarnya foto-fotonya banyak, tapi karena handphone sempat rusak dan sebagian besar foto ikut terhapus. Jadi, yasudahlah ya....


Semoga tetap bisa menginspirasi walaupun harus ke negeri tetangga. Mereka tetap garuda-garuda kecil bangsa. Mereka adek-adek kita. Jika bukan kita yang peduli terhadap mereka. Maka siapa lagi???

Terimakasih kepada pihak  Yayasan VTIC yang telah memberikan kesempatan kepada saya pribadi untuk menjenguk adik-adik saya di sana. Semoga mereka segera bisa mendapatkan hak-hak pendidikan di Bumi Ibu Pertiwi yaitu rumah kita bersama :)




-Wanda Amelia Rahma-





Rabu, 03 Januari 2018

BUKAN MEDALI ATAU PIALA


Kemenangan itu terletak di dalam
Jauh di dalam qolbu
(Wanda Amelia Rahma)





Hiruk pikuk remaja tidak bisa terlepas dari hingar bingar dunia. Dunia kian berubah mengikuti perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan. Dahulu membutuhkan waktu lama untuk sekedar mengirim pesan melalui surat. Kini, ribuan pesan dapat kita kirim dengan cepat dengan biaya yang lebih murah. Belum lagi perkembangan media social yang merajalela mulai dari friendster, facebook, twitter, instagram, telegram dengan segala keunggulan yang memanjakan umat manusia. Mudahnya dalam berkomunikasi turut memperbesar arus masuknya budaya luar tanpa filter yang baik.

Pemuda menjadi sasaran dari derasnya arus globalisasi. Siapa yang tidak berpegang kuat pada tali yang hakiki (Allah SWT) maka akan mudah terbawa arus bahkan mati. Diri ini bisa menjadi saksi fenomena tersebut karena tak dipungkiri penulis pernah terseret arus kemunafikan. Kemunafikan dengan mengumbar kata-kata bak penyair cinta, kata-kata yang meningkatkan eksistensi diri dengan membohongi khalayak ramai.

Dahulu, diri ini sangat sering membuat status alay hanya agar mendapat perhatian banyak orang. Status yang dibuat pun sudah seperti minum obat 3 kali sehari. Setiap peristiwa, di mana-pun dan kapan-pun selalu selfie dan  upload. Parahnya  foto yang di upload melanggar batas aurat. Tak jarang diri ini-pun suka meng-upload video dengan teman-teman seperguruan alias teman dengan hobi yang sama. Namun semua itu pernah membuat diri ini cemas bukan main tepatnya saat sinar hidayah itu mulai datang. Buat apa segala ikhtiar ibadah yang mulai perlahan ditingkatkan jikalau aurat masih ditebar di sana-sini. Berkali-kali membuka foto-foto dan video yang pernah di upload .  “Duhhhh…..rasanya sayang banget kalau semua fotonya harus dihapus” ujar diri ini.

Perlu waktu berminggu-minggu untuk akhirnya memencet tombol DELETE. Semua foto jaman jahiliyah sudah terhapus. Semoga benar-benar sudah tidak tersisa lagi. Rasanya lega sekali walaupun saat memencet tombol delete harus sambil menutup mata. Sejak itu hari terasa lebih ringan dan sejuk. Qalbu terasa tentram seakan-akan sedang menikmati suatu kemenangan. Kemenangan tanpa piala dan medali namun sangat menentramkan hati karena berhasil melawan hawa nafsu duniawi.

Selain berhasil melawan nafsu duniawi, adapula kemenangan lainnya. Saat cibiran dari sana-sini mulai berserakan membuat hati panas dan geram. Pernah saat duduk di bangku SMA, ketika sedang ingin memulai menjadi orang yang baik, diri ini justru mendapat cibiran negatif. Karena terlewat emosi, diri ini pernah berniat berhenti menjadi orang baik jikalau yang lain tetap menganggap diri ini negatif. Apa susahnya jadi orang jahat. Itu hal yang mudah, sehingga impas jahat dibalas dengan kejahatan.

Untung saja nasihat seorang teman benar-benar menyelamatkan. Katanya dahulu jikalau diri ini berniat kembali seperti dahulu hanya karena orang di luaran sana berfikiran negatif dengan perubahan baik kita maka diri kita tidak ada bedanya dengan mereka. Seandainya menjadi baik itu mudah, mungkin tidak akan ada perang dan perpecahan. Mendengar nasihatnya, berulang kali diri ini berupaya mengatur nafas berusaha membuang seluruh emosi  berbarengan dengan gas karbondioksida yang dibuang oleh tubuh. Fokus pada niat awal untuk berubah menjadi lebih baik di mata Allah, bukan di mata manusia. Karena hanya kekecewaan yang timbul saat berharap pada manusia.  Allah yang akan membukakan hatiku dan hati mereka. Lagi-lagi berkat kasih sayang Allah, diri yang penuh dosa ini diijinkan merasakan kemenangan kembali. Kemenangan melawan amarah. Hembusan angin setiap pulang sekolah seakan bersorak mengucapkan selamat karena berhasil bersabar dalam menerima cibiran negatif orang lain.

Prasangka negatif dari banyak orang lagi-lagi harus diterima sesaat setelah lulus dari bangku perkuliahan. Niat baik untuk membantu sebuah komunitas membuat diri ini terjebak dari segala prasangka buruk. “Saya bersalah” adalah  kata yang ingin dunia berikan pada diri ini. Segala canda gurau yang pernah terjalin terhapus begitu saja hanya karena satu peristiwa yang tidak mengenakan. Keputusan untuk membantu sebuah komunitas dengan menjadi ketua untuk komunitas tersebut mendapat penolakan keras. Segala upaya dan keseriusan sudah dicoba satu persatu berharap mereka mengerti dan mampu memahami. Semakin sadar bahwa mereka sulit mengubah prasangka negatifnya dari diri ini, membuat hati ini sesak. Sesak yang obatnya hanyalah berani jujur kepada Allah SWT. Duduk tersimpuh menangis,  memohon ampun atas segala sikap yang telah melukai banyak hati. Terus dilakukan seusai sholat, namun sesak ini belum juga pergi seluruhnya.  Apa yang salah dengan permohonan maaf dan istigfar ini?

Allah-pun menunjukkan jalan-Nya melalui ceramah Tarawih di Bulan Ramadhan bahwa ada 3 amal yang Allah sembunyikan hadianya. Ketika Allah tidak secara gamblang menunjukkan hadiah atas suatu amalan, pertanda bahwa amalannya sangat besar. Seperti orang tua yang ketika ingin memberikan hadiah ulang tahun mewah nan mahal kepada anaknya, pasti hadiahnya dirahasiakan dari anaknya. Tiga amal tersebut adalah puasa, sabar, dan memaafkan. Ada salah seorang sahabat yang dijamin masuk Syurga  karena memiliki amalan unggulan yaitu sering memaafkan saudaranya sebelum Ia tidur. Isi ceramah tersebut menyadarkan diri ini bahwa selain meminta maaf, kita juga harus memaafkan. Tanpa disadari hati ini terluka karena sikap mereka dan diri ini belum memaafkan diri sendiri dan  mereka. Mencoba membayangi wajah mereka satu per satu sebelum tidur dan mengucapkan, “Saya telah memaafkannya.” Berulang kali hal tersebut dilakukan sampai sesak ini hilang perlahan. Semenjak itu diri ini mulai kembali jelas melihat indahnya pagi, sejuknya sore hari, damainya kehidupan.


Kemenangan bagi diri ini adalah saat kita berhasil melawan hawa nafsu dari hasrat duniawi, bersabar dalam amarah, serta memaafkan

PANGGILAN JIWA


Ketika pemuda berhasil mereaksikan otak, otot, dan hati karena Allah
Maka lihatlah, akan ada produk berupa amalan besar
Dunia dan akhirat yang  menjadi saksi
(Wanda Amelia Rahma)



Berbicara tentang pemuda, maka berarti kita berbicara tentang sosok manusia yang tidak menjadikan uang sebagai tujuan hidupnya, sosok yang tidak tergiur dengan kenikmatan dunia, sosok yang terus resah melihat kesengsaraan saudara di sekitarnya, sosok pemikir untuk memecahkan masalah sekitar, sosok yang ikhlas berkorban untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Begitu kiranya sosok pemuda yang dengan keteguhannya mampu membuat negara ini merdeka, yang dengan semangatnya membantu dakwah Rasulullah hingga turun ke medan perang. Tentu di tengah jaman serba teknologi ini tak bisa lepas dari peran pemuda. Begitu banyak perubahan-perubahan baru yang pemuda lakukan, namun tidak banyak dari jumlah pemuda tersebut yang mewakafkan dirinya bergerak maju sebagai prajurit / tentara Allah SWT. Pemuda yang menjadikan Allah sebagai satu-satunya alasan dari segala yang ia upayakan.

Dokter muda berhati mulia yaitu dr. Gamal Albinsaid telah berhasil menunjukkan bahwa tentara Allah itu masih ada dan nyata. Gelar yang diraih sebagai dokter muda tidaklah mampu menghilangkan keresahan hati melihat kondisi kualitas kesehatan masyarakat Indonesia yang masih memprihatinkan. Keputusunnya untuk mengikuti panggilan jiwa tidaklah sia-sia, program “Asuransi Sampah” yang beliau dirikan kini telah dirasakan kebermanfaatannya oleh hampir sebagian besar warga Malang. Berawal dari rasa prihatin melihat berita seorang anak perempuan kecil meninggal di dalam gerobak sampah milik orang tuanya. Ditambah pula masih banyak waega Indonesia yang berpenghasilan sangat minim. Dr Gamal berupaya mencari solusi agar warga bersedia mengalokasikan dana untuk kesehatan namun tetap terjangkau. Maka tercetuslah asuransi sampah yang menggunakan sampai sebagai bayaran asuransi kesehatan .Warga sangat menyambut baik program ini dan  merasakan manfaatnya yang besar.

Pria berstatus dokter magang Rumah Sakit Saiful Anwar di Malang ini, kemudian bergerak bersama Indonesia Medika yang ia dirikan. Ia mengajak kader posyandu, PKK, dan warga untuk bergabung dalam program Klinik Asuransi Sampah. Warga, diajak mengumpulkan sampah dan menyetorkan sampah senilai Rp 10 ribu per bulan untuk mendapatkan berbagai fasilitas kesehatan. Target utamanya, adalah warga kurang mampu yang sebelumnya susah mengakses layanan kesehatan.
Sampah yang berhasil dikumpullkan kemudian diolah, sampah organik menjadi pupuk sementara inorganik dijual pada pengepul. Uang yang terkumpul, masuk dalam kas Dana Sehat yang digunakan untuk pelayanan kesehatan secara menyeluruh, meliputi tindakan promotif (meningkatkan kesehatan, pencegahan, pengobatan hingga rehabilitasi). Meski sempat tutup setelah berjalan enam bulan, lima klinik dengan sistem asuransi sampah ini akhirnya berjalan stabil sejak dibuka kembali pada Maret 2013, bahkan berhasil mengajak 88 relawan, 15 dokter dan 12 perawat untuk bergabung. Tanpa disadari akibat ide kreatif dr. Gamal dalam membangun usaha sosial dalam sektor kesehatan, sudah banyak pihak-pihak penting dalam negeri dan Internasional yang memberikan penghargaan atas kerja keras dr. Gamal dan tim. Anak dari pasangan Eliza Abdat dan Saleh Arofan Albinsaid ini berhasil menyabet penghargaan bergengsi dari pangeran Charles di London, Inggris. Meski telah menerima penghargaan bergengsi, Gamal menyebut ia tak ingin terlena dengan titel ini. “Bagi saya penghargaan itu tidak penting, bahkan berbahaya, bisa merusak keikhlasan,” ujarnya.
Ikhlas menjadi modal awal bagi orang-orang yang meng-azamkan dirinya menjadi tentara Allah di dunia. Layaknya surat Al-Ikhlas, dimana tidak ada satu kata “Ikhlas” di dalam surat Al-Ikhlas itu sendiri. Dr. Gamal yang merupakan lulusan kedokteran Universitas Brawijaya ini bisa saja membuat program-program yang memiliki profit keuangan yang tinggi melihat kapabilitasnya sebagai dokter muda. Tapi panggilan jiwanya lebih dominan menarik hatinya untuk terjun kepada aksi-aksi sosial yang memiliki keuntungan sosial di masyarakat. Tentu tidak mudah melakukan hal tersebut, kita dengan sukarela mengeluarkan tenaga, fikiran, waktu, bahkan uang untuk orang-orang di sekitar kita. Jika bukan karena kedekatannya dengan Allah, mungkin program “Asuransi Sampah” ini tidak bisa semaju ini.

Quran Surat Muhammad Ayat 7

ÙŠَا Ø£َÙŠُّÙ‡َا الَّذِينَ Ø¢َÙ…َÙ†ُوا Ø¥ِÙ†ْ تَÙ†ْصُرُوا اللَّÙ‡َ ÙŠَÙ†ْصُرْÙƒُÙ…ْ ÙˆَÙŠُØ«َبِّتْ Ø£َÙ‚ْدَامَÙƒُÙ…ْ

"Hai orang-orang mu'min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu."
Begitulah kiranya yang dilakukan dr. Gamal, ketika ia berniat menjadi tentara Allah di dunia melalui karunia ilmu kedokteran yang dimiliki, maka Allah-pun meneguhkan kedudukan dr. muda tersebut. Banyak masyarakat yang membutuhkan biaya operasi yang besar, dapat dibantu oleh asuransi sampah ini. Do’a dari orang-orang yang sembuh dari penyakit ini terus mengalir sampai akhirat. Terkadang waktu kita terlalu sibuk dan dihabiskan untuk sesuatu yang disayangkan oleh penghuni kubur. Mati-matian melakukan sesuatu yang tidak akan bisa dibawa kealam kubur dan akhirat. Sehingga waktu kita di dunia hanyalah diperbudak oleh harta dan kemewahan dunia.
Hal tersebut sangat memotivasi diri saya pribadi yang sudah berapa kali jatuh dalam menjalakan program-program sosial di bidang pendidikan. Taman bacaan rakyat yang saya dan beberapa tema belum bisa bangkit kembali. Program sosial untuk mengembangkan energi alternatif di pedalama juga belum tereliasasi.. Kegiatan sosial yang besar diperlukan tim solid ayang satu visi misis dengan kita. Namun karena terinspirasi dari dr. Gamal yaitu menjadi tentara Allah dengan kemampuan kita, maka perlahan saya akan mencoba memulainya dari masalah-masalah kecil di lingkungan masyarakat.

-Dunia tidak peduli dengan seberapa kaya kita, seberapa pintar kita, seberapa hebat kita sekarng. Dunia hanya peduli dengan seberapa besar kebermanfaatan diri kita bagi sesama-


Minggu, 24 Desember 2017

TIPS DAN TRIK ASSESMENT ONLINE VERSI WANDA

Assalamu’alaykum blogger… 

Halloo Wanda Lovers  People. Rasanya blog ini sudah agak berjamur karena kurang perhatian dari si pemilik blog L

Tapi tenang saja, kali ini akan di posting beberapa tulisan berfaedah sebelum pada akhirnya blog ini akan mengalami hibernasi kembali.

Aduuhhhh…mulai kaku lagi nih mau nulis sesuatu. Semoga tangannya saja yang kaku, tapi hati tetap open ya…(apaan sih Wanda -_-)

Okay deh, setelah posting-an kemarin tentang bagaimana sih seleksi adiminstrasi LPDP. Maka tulisan kali ini-pun masih seputar seleksi LPDP wa bil khusus terkait seleksi Assesment Online. Setelah dinyatakan lolos pada tahap seleksi administrasi, maka tugas kita selanjutnya adalah menaklukan seleksi Assesment Online.




Seleksi Assesment Online baru pertama kali diadakan saat Batch 1 seleksi LPDP DN (Dalam Negeri) tahun 2017. Jujur, diri ini sedikit kebingungan juga karena tidak ada tempat atau refrensi untuk bertanya seputar seleksi ini dari pendaftar sebelumnya. Beruntungnya, beberapa kaka tingkat seperti Ka Vania Zulfa dan Ka Dimas yang sudah sangat sabar merespon bawelnya Wanda selalu menenangkan diri dengan mencoba memberi gambaran. Assesment Online adalah sebuah seleksi psikologi dimana pihak LPDP ingin mencari Awardee yang memiliki kepribadian sesuai dengan harapan LPDP. Bagaimana caranya kita mengetahui kriteria kepribadian yang LPDP inginkan? Hal tersebut bisa dilihat dari visi misi LPDP. "Leadership skill"

#Bagaimana teknis pelaksanaan seleksi Assement Online?

Yups, seleksi ini dilaksanakan secara online sesuai dengan namanya “Assesment Online”. So, kelancaran internet menjadi syarat sukses melalui seleksi ke-dua LPDP. Waktu pelaksanaan yang diberikan LPDP hanya 1 hari saja. Pihak LPDP akan memberikan link untuk Assesment Online dan dikirim ke email masing-masing. Rentang waktu untuk membuka link dan menjawab pertanyaan hanya 1 hari dan link tidak bias diakses di kemudian hari. Rajin membuka email setiap hari selama seleksi LPDP menjadi kebiasaan yang wajib dirutinkan agar tidak tertinggal informasi-informasi penting. Ketika link sudah dibuka, akan muncul berbagai pernyataan-pernyataan seputar kepribadian. Tidak ada jawaban yang salah atau benar, pada seleksi ini semua jawaban yang kita pilih adalah yang sesuai dengan kepribadian diri kita. Setelah itu, mesin akan menganalisis semua jawaban-jawaban kita dan menghasilkan beberapa kesimpulan seputar kepribadian kita. Kesimpulan tersebut yang akan dibaca oleh pihak LPDP, apakah sesuai dengan kriteria LPDP atau belum sesuai. Allahu A’lam. Teknis soal yang diberikan adalah berupa pernyataan –pernyataan dan kita diminta memilih kolom:

a      Sangat Setuju
      Setuju
c    Ragu-Ragu
d   Tidak Setuju
e    Sangat Tidak Setuju

Contoh pernyataan:

Percaya bahwa ada sesuatu kekuatan besar yang mengatur dan menguasai kehidupan kita yang tidak bisa sepenuhnya bisa dijangkau oleh akal manusia. (kalimat tersebut hanya gambaran kasar yang penulis coba contohkan)

Dari pernyataan tersebut maka apakah kita Sangat Setuju, Setuju, Ragu-Ragu, Tidak Setuju, Sangat Tidak Setuju.

Terkait jumlah pernyataan sebenarnya penulis sedikit lupa, kira-kira ada 200-an soal sepertinya dalam waktu kurang lebih satu jam. Mungkin yang masih ingat jumlah pernyataaan saat seleksi Assesment Online bisa berikan komentarnya. Terkait bahasa yang digunakan sesuai jenis LPDP yang didaftar, jika mendaftar di LPDP Dalam Negeri maka seluruh pernyataan disajikan menggunakan bahasa Indonesia. Apabila mendaftar di LPDP Luar Negeri maka pernyataan disajikan menggunakan bahasa Inggris.

Link untuk mengakses Assesment Online hanya bisa diakses 1 kali saja, sehingga kondisi komputer/laptop dan internet harus dipastikan benar-benar ready dan stabil ya…

#Tips dan Trik sukses Assesment Online Versi Wanda

1.   Pastikan kondisi laptop dalam keadaan yang baik, jika kondisi laptop bermasalah maka coba meminjam laptop teman yang kondisinya baik, atau di warnet juga bisa. 

2.  Kondisi internet harus stabil. Saya sendiri dulu sengaja mengakses link tersebut pada pukul 02.00 dini hari dengan alas an karena pada jam tersebut pengguna internet lebih sedikit sehingga kondisi internet sangat kencang. Pastikan kuota yang dimiliki tidak dalam keadaan sekarat. Apabila memiliki kendala dalam hal kuota, maka bisa pergi ke tempat yang memfasilitasi wifi gratis. Hehe..(biasanya mahasiswa hafal betul lokasi-lokasi yang menyediakan wifi gratis )

3.    Berdo’a menjadi hal sakral yang  wajib dilakukan sebelum melalui seleksi ini. Karena kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi saat proses seleksi, akan lebih baik kita meminta kelancaran dan kemudahan kepada Sang Pemilik Alam Semesta terlebih dahulu. Perbanyak niat-niat kebaikan sebelum mengerjakan soal. InsyaAllah Allah akan bantu bagi hambanya yang memiliki niat baik.

4.   Menghindari memilih kolom ”Ragu-Ragu”. Menurut Wanda, menjawab kolom ragu-ragu membuat kita seperti tidak memiliki keyakinan yang pasti dan terlihat labil. Jadi cobalah pilih sesuatu yang jelas, jika setuju maka pilih setuju atau sangat setuju, apabila tidak setuju maka pilih kolom tidak setuju atau tidak sangat setuju.

5.    Menjawab dengan jujur. Karena kita mengetahui bahwa hasil dari tes psikologi ini akan disesuaikan dengan karakter yang LPDP harapkan. Sehingga kadang kala kita tidak menjawab pernyataan tersebut sesuai dengan karakter kita. Hasil dari tes psikologi ini tentu akan dilihat kebenarannya saat tahap seleksi wawancara.

6.  Menjawab dengan konsisten. Akan ada pernyataan yang sama yang diulang kembali pada pernyataan berikutnya. Awal mulanya saya berfikir apakah si pembuat pernyataan sudah kehabisan kata-kata sehingga mengulan pernyataan yang sama. Akan tetapi setelah saya analisis, rasanya kemungkinannya kecil jika karena hal itu. Pastilah hal ini memang sudah disetting  seperti ini untuk melihat konsistensi kita dalam menjawab. Maka coba ingat-ingat tadi kita menjawab apa pada pernyataan yang sama di sebelumnya, dan pilih dengan jawaban yang sama pula apabila pernyataan tersebut diulang untuk ditanyakan. Paham kan ya maksudnya? Hehehe

7. Membaca kata dalam pernyataan dengan teliti. Membaca dengan teliti agak mengindarkan diri kita dari kesalahan memahami maksud pernyataan.

8.  Setelah selesai ucapkan hamdalah dan bertawakal kepada Allah SWT. Setelah kita berusaha dengan maksimal, maka biarkan takdir dan rahmat Allah yang bereaksi di langit. J

Setelah berdiskusi dengan beberapa Awardee LPDP, ternyata pada tahap ini banyak sekali yang dinyatakan tidak lulus. Saya sendiri dulu berfikir, bahwa pada tahap ini akan banyak yang lulus. Ternyata beberapa senior saya gugur di medan perang Assesment Online. So, jangan pernah menyepelakan sesuatu. Tetap berikan persiapan terbaik di setiap tahapan seleksi LPDP. Libatkan Allah SWT di setiap seleksi. Deketin Allah terus, curhat deh sama Allah bahwa tujuan saya mendaftar LPDP untuk bla..bla..bla…bla… Jika segala tujuan kita berupa kebaikan, maka Allah beserta seluruh Alam semesta akan membantu mewujudkannya. Yakin !





Selasa, 19 Desember 2017

SELEKSI ADMINISTRASI LPDP VERSI WANDA






Beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) merupakan beasiswa paskasarjana yang sudah ramai diperbincangkan. Ketika masih duduk di bangku semester awal perkuliahan tahun 2013, nama beasiswa ini belum begitu banyak diperbincangkan. Namun kini, dengan semakin bertambahnya lulusan awardee LPDP , maka informasi mengenai beasiswa pendidikan LPDP sudah tersebar meluas ke seluruh penjuru Ibu Pertiwi. Postingan  ini dibuat sebenarnya untuk membagikan pengalaman pribadi dalam mengikuti proses seleksi beasiswa LPDP. Apabila teman-teman ingin mengetahui lebih jelas terkait LPDP maka bisa kunjungi www.lpdp.kemenkeu.go.id/

Saya sendiri termotivasi mengikuti seleksi penerima beasiswa LPDP karena termotivasi dari kaka senior Universitas Negeri Jakarta yang berhasil kuliah Magister Paskasarjana baik di dalam negeri maupun luar negeri. Menjadi mahasiswa bidikmisi ketika jenjang sarjana membuat diri ini terpacu agar bisa melanjutkan studi magister dengan jenis beasiswa yang sama yaitu LPDP. Ketika masih duduk di semester 6 perkuliahan, sudah aktif mencari info lebih detail terkait LPDP baik ke orang lain atau melalui elektronik. Segala persyaratan mulai dicicil satu per satu, diperkuat dengan masuknya Wanda ke group Whatsapp "Persiapan seleksi LPDP" yang dibuat oleh Ka Dimas. Ka Dimas kini sedang kuliah S2 Psikologi Universitas Indonesia. Pada group tersebut sangat membantu dalam mempersiapkan berkas.

Okay, kita langsung ke bagian inti seleksi administrasi LPDP. Kunci lolos tahap awal ini adalah benar-benar melengkapi berkas-berkas yang diminta pihak LPDP dengan benar. Pada postingan ini berkas yang dishare adalah berkas untuk beasiswa LPDP AFIRMASI. Terdapat beberapa perbedaan antara dokumen LPDP AFIRMASI dan REGULER. Adapun berkas-berkasnya LPDP AFIRMASI:

a.    Ijazah

b.    Hasil Lab Bebas Narkoba
Tes bebas narkoba dilakukan di Rumah Sakit Pemerintah Daerah atau Klinik Pemerintah Daerah.

c.     Surat Keterangan Sehat
Tes bebas narkoba dilakukan di Rumah Sakit Pemerintah Daerah atau Klinik Pemerintah Daerah.  Biasanya tes dilakukan berbarengan dengan tes bebas narkoba. Kisaran harga untuk ke dua tes tersebut adalah 250.000 rupiah. Terkait harga relatif, tergantung rumah sakit yang dituju. Adapula yang mencapai 700 ribu rupiah untuk ke dua tes tersebut.

d.    Esai “Kontribusi bagi Indonesia”
(Bisa download di bawah)

e.    Esai “Sukses terbesar dalam hidup”

f.     Rencana Studi

g.    Surat Rekomendasi

h.  Sertifikat TOEFL. Skore minimum untuk beasisiwa afirmasi adalah 400 sudah lolos.

i.     KTP

j.     Sertifikat

k.    SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu)

l.     Slip gaji orang tua

m.  Surat keteranga alumni bidikmisi

n.    Surat keterangan listrik

o.    Surat pernyataan belum bekerja

p.    Surat pernyataan beasiswa afirmasi


Untuk dapat mengakses file dokumen di atas maka klik link di bawah ini:



Hal yang terpenting dari setiap dokumen adalah niat baik dari calon penerima beasiswa LPDP dahulu harus  diucapkan dan diyakini dengan sungguh-sungguh. Apabila kita yakin melakukan sesuatu yang diniatkan untuk kebaikan maka seluruh alam semesta akan  membantu mewujudkannya. 

-Wanda Amelia Rahma-


Serunya Oreo 110th Birthday Celebration Bareng Keluarga di Rumah

  Hal yang paling dirindukan dari seorang anak perempuan yang sudah berumah tangga adalah momen saat bisa kumpul bareng sama orangtua ters...