Kamis, 13 September 2012

ORANG PINGGIRAN

Adakah yang sepertiku kini?
Termenung menatap langit
Sambil menangis menyedihkan
Akan problematika kehidupan

Sambil menjajakan daganganku
Walau angin malam terus menusuk
Seakan berani menantangku
Aku merasa menjadi yang terpuruk

Namun di sana...
Mereka  tertidur pulas
Rasa kantukpun kalahkan pedihnya hidup
Berharap esok melihat sesuap nasi

Bayangan wajahmu yang letih
Ikhlas akan kehidupan
Membuat hatiku terpanggil tuk ucapkan syukur
Air matamu lebih mulia dIbandingkan air mataku

Wahai Orang Pinggiran........

SURAT CINTA MASA PUTIH ABU-ABU




Sudah sulit tuk lukiskan sketsa wajahmu
Engkau semakin samar untukku
Jangankan rona senyumanmu
Suara lembutmu pun kian lenyap dari memoriku

Jikalau saja tersisa ruang untuk kau dan aku
Ku ingin katakan....
Meski lidah tak pernah berkata
Meski kata  tak pernah terucap
Tapi sungguh..hanya kau lah yang slalu kurasa

Entah kapan ku sanggup jujur pada dunia
Berbagai untaian kata puitis kuciptakan
Dengan kata kiasan sebagai hiasan
Yang sebenarnya itu semua tuk tutupi bahwa Aku...bahwa Aku..Aku..
Huh..

Dalam hati aku sudah menjerit
Dan dalam rindu aku bertanya
Dalam diam ini ku berkata
Terimakasih ya sudah pernah mau mengenalku

Mengenal diriku yang kaku dan biasa
Kini tinggalah sepucuk surat yang tersisa
Yang masih membuatku merasakan
Akan keberadaanmu

Goresan tanganmu masih kuhafal jelas
Yang membuat luka saat ku baca
Karna kau tak hanya menulis namamu di surat itu
Tapi juga sudah mengukir namamu dihatiku

Ku katakan pada dunia
Ini adalah surat terindah yang ku punya
Surat pertama dan terakhir
Di masa Putih Abu-Abu.

Serunya Oreo 110th Birthday Celebration Bareng Keluarga di Rumah

  Hal yang paling dirindukan dari seorang anak perempuan yang sudah berumah tangga adalah momen saat bisa kumpul bareng sama orangtua ters...