Jumat, 17 Mei 2013

KRISIS KEPERCAYAAN


Assalamu’alaikum ukhti, ikhwan, sob, bro, cuy, dll. Gimana nih kabarnya? Masih serius nonton kasus korupsi? Atau masih nongkrongin masalah Eyang Subur? Atau lagi ngegalau gara-gara si dia gak bales sms kamu? Atau lagi pailid ama urusan bisnis? Atau jangan-jangan malah lgi ngedumel gara-gara ketauan nyolong jambu tetangga? Hahahahahaha
Tenang sob, gue lagi gak mau bahas itu. Akan tetapi gue mau sharing mengenai dampak dari peristiwa yang dialami sama negeri ini. Yupzz..apalagi dampaknya kalau bukan krisis kepercayaan. Setelah gue telusuri dan gue telaah ( berat beuud bahasanya) ternyata warga kita emang beneran MISKIN. Bukan hanya miskin harta, kini sudah merambah ke miskin etika, miskin kemaluan, miskin hati, miskin iman. Dan tanpa disadari segala aspek kemiskinan tersebut kini telah bereaksi dan menghasilkan suatu produk yang dinamakan “ Miskin Kepercayaan”. Dan gue mungkin salah satunya.

Ulah para pejabat yang tidak lagi berperikemanusian, gak punya malu, gak bisa jaga etika, korupsi dimana-mana, belum lagi masalah urusan rumah tangga para pejabat terus terbongkar. Semua media seakan berlomba mencari bau busuk yang slama ini tersimpan rapih. Astagfirullah… pantas saja saat pemilihan berlangsung banyak banget yang golput. Pasti banyak yang kecewa sehingga mereka tak mau menaruh sedikit saja kepercayaan mereka terhadap orang-orang berdasi yang duduk dikursi pemerintahan.
Di sini gue gak lagi membela atau menyalahkan siapapun. Gue sebagai pemuda bangsa khawatir sama keadaan yang berlangsung saat ini. Banyak rakyat yang sudah tidak percaya lagi dengan pemerintah. Ini terlihat masalah sederhana tapi sebenarnya sangat krusial. Kepercayaan yang merupakan dasar dari sendi-sendi kehidupan mulai luntur . Hal itu terbukti dengan tidak adanya respect masyarakat terhadap pimpinan atas. Mereka berani merusak pagar kementrian, bahkan menjebol gedung-gedung pemerintahan lainnya. Padahal kepercayaan modal dasar dalam majunya suatu Negara.

Bukan hanya dipemerintahan, kepercayaan menjadi dasar penting kehidupan dan merupakan bahan bakar dari suatu keberanian. Bukankah kepercayaan merupakan landasan utama dalam berumah tangga? Bahkan kepercayaan merupakan modal yang paling besar dalam dunia bisnis. Sebesar apapun modal yang dia punya untuk berwirausaha tanpa ada rasa saling percaya, jangan harap usaha itu akan maju. Dan dikalangan para remaja pun tak ada bedanya. Saling percaya diantara teman membuat hidup terasa ramai dan damai, namun jika kepercayaan itu hilang maka teman bisa berubah menjadi musuh. Bukankah begitu?

Ya sudahlah..adakalanya kita tidak percaya lagi terhadap orang lain, namun kadangkala justru kita yang tidak dipercaya oleh orang lain. Tidak memberi kepercayaan kepada pemerintah bukan solusi jitu menghapus rasa kecewa. Jika pemerintah tidak mau memulainya lebih dulu, biarlah kita kaum muda yang memulainya.

Jika ingin dihargai, maka hargailah orang lain
Jika ingin dihormati, maka hormatilah orang lain
Jika ingin dipercaya, maka berikanlah dulu kepercayaan itu pada orang lain tak peduli dengan yang terjadi setelahnya.
Karena Yakinlah…NEGARA KITA BERDIRI DI ATAS KEPERCAYAAN.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan komentar terbaikmu:)

Serunya Oreo 110th Birthday Celebration Bareng Keluarga di Rumah

  Hal yang paling dirindukan dari seorang anak perempuan yang sudah berumah tangga adalah momen saat bisa kumpul bareng sama orangtua ters...